Prostitusi Online dan Fitrah Seksualitas

By Dee_Arif - January 14, 2019


Prostitusi Online dan Fitrah Seksualitas-  Akhir-akhir ini media sosial masih ramai membicarakan kasus prostitusi online, kali ini para pelakunya dikalangan artis dan model. Maka pantaslah masyarakat semakin tertarik untuk membahasnya. Apalagi polisi terus mengembangkan kasusnya, dari dua artis yang tertangkap kabarnya ada 45 artis lagi yang disinyalir terlibat prostitusi online ini!




Prostitusi Online


Arti kata prostitusi dalam KBBI adalah pros·ti·tu·si n pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan; pelacuran.
Prostitusi bahkan di klaim sebagai profesi tertua. Benarkah demikian? 

Menurut Forrest Nickman, seorang 
antropolog University of Chicago, Don Kullick, menyatakan bahwa prostitusi memang sudah ada sejak awal peradaban manusia. Salah satu bukti bahwa prostitusi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu adalah naskah-naskah yang menyebutkan bahwa tentara Israel memiliki banyak istri dan selir, Raja Solomon dikenal memiliki 700 istri dan 3.000 selir, dan pada masa Romawi Kuno, orang sudah bisa membeli seks dengan koin. Bahkan di Indonesia, pernah berdiri lokalisasi terbesar se Asia Tenggara "Dolly", yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Seiring dengan berkembangnya zaman, maka prostitusi berubah dengan sendirinya. Prostitusi menawarkan jasa dan transaksi melalui media internet, sebutannya prostitusi online. Prostitusi online adalah dimana menjual diri, melakukan perbuatan asusila sebagai mata pencaharian dan media sosial sebagai alat untuk membantu bernegosiasi harga dan tempat dilakukannya prostitusi tersebut. 

Kasus prostitusi online yang melibatkan artis, bukan hal yang baru. Tetapi entah mengapa kasus ini selalu menguap begitu saja. Pemberitaan yang ada cenderung mendiskriminasikan pelaku prostitusi, yang kebanyakan adalah perempuan. Semua tentang pelaku di ekspose habis-habisan. Bagaimana dengan mucikarinya? Bagaimana dengan pelanggannya? Ah kalau ngomongin ini nanti uruasannya lebih panjang lagi.

Saya tak akan membahas tentang topik hukum dari kasus tersebut. Bahasan saya adalah bagaimana prostitusi online ini bisa terjadi. Darimana akar permasalahannya. 

Fitrah Seksualitas







Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks.

Dalam menyemai fitrah seksualitas ini sosok ayah dan ibu harus ada sepanjang masa pengasuhan. Namun dalam pelaksanaanya kehadiran ayah dan ibu memiliki kedekatan yang berbeda di setiap tahap perkembangan anak. 





Adapun peran ayah dan ibu dalam membangkitkan fitrah seksualitas sesuai tahapan usia anak adalah sebagai berikut :

💠 Tahap Pra Latih

* Usia 0-2 Tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan ibunya, karena terdapat proses menyusui. 




* Usia 3-6 tahun
Di usia ini anak harus dekat dengan kedua orangtuanya. Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional. 

Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan. Dan pada akhirnya anak akan bisa menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya. Anak sudah bisa memastikan jenis seksualitasnya. Mereka dengan mantap mengatakan  " saya perempuan " atau " saya laki-laki ".


💠 Tahap Pre Aqil Baligh 1 (7-10 tahun)

Pada usia ini anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah. Mengapa? Karena usia ini egosentris anak bergeser ke sosio sentris. Ayah membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya. Caranya bisa mengajak anak untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid. Melakukan kegiatan pertukangan bersama. Atau menghabiskan waktu di bengkel.
Selain itu, ayah juga menjelaskan tentang fungsi reproduksi yang dimiliknya.

Misalnya konsekuensi sperma bagi seorang laki-laki. Begitupula sebaliknya, di usia ini anak perempuan lebih didekatkan pada ibunya. Ibu membangkitkan peran keperempuanan dan keibuaan anak. Misalnya memberi pengetahuan akan pentingnya ASI (Air Susu Ibu). Agar kelak anak perempuan akan melaksanakan tugas menysuinya dengan baik. 

Melibatkan anak dalam mempersiapkan hidangan yang begizi bagi keluarga. Dan ibu menjadi tempat pertama yang menjelaskan tentang konsekuensi adanya rahim bagi perempuan.

💠 Tahap Pre Aqil Baligh 2 ( 11-14)

Usia ini adalah puncak perkembangan fitrah seksualitas. Pada usia ini anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, sedangkan anak perempuan akan mengalami menstruasi. Mereka juga mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis.

Langkah pertama yang harus dilakukan orangtua dalam membangkitkan fitrah seksualitas pada usia ini adalah memberikan mereka kamar terpisah. Di usia ini anak laki-laki harus lebih dekat pada ibunya. Tujuannya, agar dia mampu memahami dan memperhatikan lawan jenisnya melalui kacamata perempuan. Sehingga kelak dia akan tumbuh sebagai laki-laki yang bertanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Anak perempuan pada usia ini harus lebih dekat dengan ayahnya. Ayah menjadi cinta pertamanya. Ayah menjadi sosok ideal dimatanya. Menjadi tempat mencurahkan segala keluh kesah. Kedekatan ini membuat anak perempuan bisa memahami bagaimana laki-laki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan sesuai persepsi laki-laki.

Pertanyaan kemudian adalah bagaimana setelah usia 14 tahun? Pasca usia 14 tahun anak bukan lagi anak. Mereka adalah individu yang setara. Tugas orangtua sudah selesai di usia ini. Sebab jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh. Anak sudah bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

Pentingnya Fitrah Seksualitas


Berkembangnya fitrah seksualitas dengan sempurna akan membuat anak terhindar dari segala penyimpangan seksual. Mulai dari lesbian, homoseks, freeseks dan juga prostitusi.

Anak laki-laki yang di usia aqil baligh sudah mantap fitrah seksualnya akan tumbuh menjadi laki-laki yang penyayang dan menghargai perempuan. Dia tidak akan melakukan hubungan seks bila tidak dengan istrinya.

Sebaliknya, begitu juga dengan anak perempuan. Dia akan menjadi perempuan yang menghargai dirinya. Tidak menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki yang bukan suaminya.

Fitrah seksual membuat anak sadar akan identitas seksualnya. Mereka juga akan bertanggungjawab dengan aktivitas seksualnya. 

Bila semua anak memiliki fitrah seksualitas yang berkembabg sempurna, maka di masa yang akan datang tak ada lagi kasus penyimpangan seksual, termasuk prostitusi online.

Nah bagaimana? Sudahkah kita menyemai fitrah seksualitas anak-anak kita? Apa yang sudah kita lakukan untuk membuat fitrah seksual anak-anak tumbuh dengan sempurna? Share yuk




  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Anak saya 6 tahun, mulai penasaran apa bedanya laki-laki dan perempuan. Saya mulai kenalkan bedanya dari fungsi kelamin hingga ciri-ciri tubuh. Diingatkan tidak boleh memegang dan dipegang sembarangan. Tidak boleh. ayahblogger.com

    ReplyDelete