Cara Memberikan ASI yang Benar

By Dee_Arif - March 28, 2019






Menyusui secara langsung adalah cara terbaik dalam memberikan ASI (Air Susu Ibu). Namun adakalanya ibu tak bisa menyusui bayinya secara langsung. Beberapa kondisi seperti ibu bekerja, membuat ibu memberikan ASIP (ASI Perah) kepada bayinya.






Disini pentingnya ibu untuk memilih media yang tepat dalam pemberian ASIP. Pastikan media pemberian ASIP adalah yang paling nyaman dan mudah diterima oleh bayi. Dan yang paling penting, jangan gunakan DOT untuk memberikan ASIP.


Cara Memberikan ASI Perah

Pemberian ASIP melalui dot akan menimbulkan banyak masalah, diantaranya :





1. Bingung Puting :

Bingung puting adalah kondisi dimana bayi menolak menyusu pada payudara ibunya. Struktur dot yang jauh berbeda dengan payudara, membuat bayi kebingungan. Bayi yang sudah nyaman dengan dot akan sulit menyusu kembali pada payudara ibunya.

Nah kalau sudah begini, ini akan menghambat produksi ASI. ASI jadi seret bahkan bisa berhenti akibat tidak pernah dikeluarkan secara langsung oleh hisapan bayi.


2. Kurang Higenis

Penggunaan dot tentu harus sangat dijaga kehigenisannya. Dan tidak mudah menjaga dot agar tetap higenis. Beberapa kasus  menunjukkan bayi bisa sakit akibat terpapar kuman yang menempel pada dot nya.


3. Infeksi Telinga

Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dot bisa menunjukkan infeksi telinga bagian tengah atau yang disebut dengan otitis media.

Ini terjadi karena dot membuat susu tetap keluar sekalipun anak tidak menyedot. Susu yang tetap keluar ini akhirnya akan mengalir pada saluran eustachius dan akhirnya akan mengumpul di telinga tengah. Inilah yang dapat menjadi media timbulnya infeksi.


4. Karies

The American Dental Association (2005), menguarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan dot dalam memberikan susu, hal ini untuk mencegah terjadinya karies.


5. Menghambat Bonding

Tanpa menggunakan dot bayi akan lebih puas menyusu pada payudara ibu. Maka saat ibu bekerja, bayi minum dengan sendok ataupun media lainnya hingga bayi akan selalu menunggu saat-saat bisa menyusu langsung pada ibu. Dengan demikian, bonding akan tetap terjaga. Beda bila bayi dengan dot, bayi akan lebih suka minum dengan dot. Sehingga bonding antara ibu dan anak akan terhambat.


6. Kesulitan Menyapih

Bayi yang sudah terbiasa dengan dot, cenderung sulit disapih. Banyak kita lihat anak usia 5 tahun juga masih pakai dot. Bahkan minum air dengan dot. Padahal harusnya sudah bisa minum dengan gelas.


7. Repot

Menggunakan dot berarti menambah kerepotan. Tak hanya harus di cuci bersih dan di sterilkan tetapi juga tidak mudah dibawa kemana-mana. Dan biasanya satu bayi tak hanya punya satu dot, iyakan?


8. Tidak Ekonomis

Tentunya ada biaya tambahan yang lebih besar dengan menggunakan dot dibandingkan media pemberian ASIP lainnya.


Media Pemberian ASIP




Nah melihat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh dot maka berikan ASIP dengan media lainnya.

🍀 Ada lima media pemberian ASIP yang bisa dipilih :


1. Sendok





Sendok menjadi media pemberian ASIP yang paling lama. Mungkin saat belum ada dot, pemberian ASIP dilakukan dengan sendok. Saya pun ingat saat dulu mama bekerja, pengasuh kami memeberi adik saya ASIP dengan sendok.


Cara memberikan ASIP dengan sendok :





⭐ Posisikan bayi agak tegak, tempelkan sendok berisi ASIP.

⭐ Biarkan mulut bayi terbuka dan sendok masuk kedalam mulut bayi.

⭐ Ulangi terus hingga ASIP habis.


2. Gelas Sloki





Gelas sloki memang dirancang khusus untuk pemberian ASIP. Bentuknya mirip gelas pada umumnya, jadi bisa sekalian melatih bayi minum dengan gelas.


Cara memberikan ASIP dengan gelas sloki :




⭐ Gendong bayi di pangkuan. Pastikan posisi kepala bayi dalam keadaan agak tegak. Gunakan tangan untuk menopang bahu dan leher bayi.

⭐ Berikan gelas sloki dengan menempelkan pada bibir bayi.

⭐ Miringkan gelas sloki sampai ASIP menyentuh bibir bayi. Biarkan bayi menyeruput ASIP. Jangan menuang ASIP ke mulut bayi.

⭐ Jaga aliran tetal mengalir agar bayi tetap konsisten menyeruput ASIP.

⭐ Lakukan perlahan hingga ASIP habis.



3. Cup Feeder




Cup feeder prinsipnya sama dengan gelas sloki.




Maka pemberian ASIP dengan cup feeder caranya sama seperti menggunakan gelas sloki.


4. Spuit





Gunakan spuit berukuran besar, jangan gunakan jarum suntiknya. Isi spuit dengan ASIP, dekatkan ujung spuit ke mulut bayi sampai mulut bayi terbuka.


Tuangkan sedikit-sedikit ke mulut bayi. Tunggu sampai bayi menelan ASIP nya. Ulangi sampai ASIP habis.


Hal yang harus diperhatikan saat akan memberikan ASIP dengan media-media ini :


1. Saat memberikan ASIP jangan menunggu bayi sangat lapar. Karena kalau bayi sudah sangat lapar, maka akan menangis tidak sabar untuk minum ASIP dengan media-media ini.


2. Bukan ibu yang memberikan ASIP.


3. Latih bayi sedini mungkin untuk minum ASIP dengan media-media ini. Jangan menungggu saat cuti bekerja habis.


4. Coba semua media yang ada, lalu lihat mana yang paling nyaman untuk bayi dan pengasuh.







Referensi
1. Indonesia Menyusui. IDAI. 2010
2. Multiasking Breastfeeding Mama. Nia Umar, S.Sos MKM. IBCLC. 2014.

  • Share:

You Might Also Like

15 comments

  1. Wowww... ini manfaat banget buat ibu muda. Kalo terpapar edukasi kayak gini, generasi berkualitas yg bakal lahir ye kaaann
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Ilmu jg nih bagi calon bapak spt aku kak hehe

    ReplyDelete
  3. Whalah. Ngeri juga ya kalo sampe infeksi telinga gitu. Duh aku jadi merinding sendiri, tapi informatif banget mbak. Thanks banyak. Ku jadi tahu dan prepare kalo nanti punya anak biar di ASI aja.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih mbak... Infonya... Bermabfaat buat syaa yang bulan ini mau punya bayi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mau lahiran ya.

      Lancar ya mbak..

      Oh ya, jgn lupa minta IMD mbak..

      :)

      Delete
  5. edukatif banget mbak. makasih informasinya. ini pelajaran berharga karna ga pernah dapet di sekolah.

    ReplyDelete
  6. Insight baru nih buat saya Mbak. Thanks for sharing, ya Mbak Dian.

    ReplyDelete
  7. anakku ga pernah pake dot, seringnya ASI disendokin gitu kalau pas ga ada aku.

    ReplyDelete
  8. Bermanfaat banget nih infonya, emang sih klo pake dot bikin ga mau nenen lagi karena bingung puting. Sharingnya pas banget nig buat para calon Ibu yg sekaligus working mom..

    ReplyDelete
  9. Anakku malah dua² nya ga kenal sama dot, alhamdulillah akunya slalu stand by 24 jam untuk mereka hehehe...

    ReplyDelete
  10. Semangat buat para pejuang Asi, nice artikel, sgt bermanfaat ..

    ReplyDelete