Aliran Rasa Tahap Ulat, Akankah Menjelma Menjadi Kupu-Kupu yang Cantik?

By Dee_Arif - March 17, 2020



Aliran Rasa Tahap Ulat, Akankah Menjelma Menjadi Kupu-Kupu yang Cantik? - Tak terasa delapan minggu berjibaku dalam tahap ulat ini. Kini tiba saatnya mengalirkan rasa, sebelum naik ke tahap berikutnya. Masuk ke tahap kepompong. Akankah saya menjelma menjadi kupu-kupu? 


Roller Coaster Bunda Cekatan



Terus terang metode belajar di Bunda Cekatan ini membuat saya seperti naik roller coaster. Perasaan saya dibuat naik turun. Awal-awal kelas masih rajin ikutin jadwal live, sebab saat itu kebetulan juga sedang libur mengajar. Saya bisa online di saat kelas berlangsung. Tapi, sebulan berikutnya mulai keteteran. Sudah masuk kerja lagi, nggak bisa menyimak secara live. Beruntung tetap bisa melihat video di hari berikutnya dan bisa berdiskusi dengan teman-teman sekeluarga. 


Materi-materinya sangat bermanfaat, mungkin karena yang mendongeng memang ahli di bidangnya. Enak didengar dan mudah dipahami, hanya butuh sedikit kerja keras untuk bisa dipraktekkan. Ini yang masih jadi PR, belum seratus persen tuntas.



Bergabung di Tiga Keluarga



Saat pembagian keluarga, saya nampak bingung. Banyak sekali keluarga yang terbentuk. Dan semuanya terlihat menggoda untuk dimasuki. Sebab sebagian besar sesuai dengan peta belajar yang saya buat. 


Tentu saya nggak bisa pilih semua yang berkaitan dengan tema belajar saya. Maka saya pun masuk di tiga keluarga. Yaitu WeBS, PortA dan Tallennt Mapping. Peta belajar saya berkaitan dengan ketiga hal tersebut, yaitu WeBS untuk menambah kapasitas saya sebagai blogger. Sedangkan PortA dan Tellent Mapping untuk membantu saya sebagai home educator bagi anak-anak saya.


Tapi nyatanya, saya tak bisa mengikuti ketiganya. Diawal masih bisa terlibat di dua keluarga, WeBS dan PortA. Keluarga Tallent Mapping tidak bisa saya ikuti. Mungkin karena saya belum ikutan trainning TM, jadi sering roaming kalau diskusi.


PortA akhirnya hanya saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari menemani anak. Tugas-tugas selanjutnya saya lebih memilih menceritakan perjalanan saya di WeBS. Sebab saya juga sedang mengikuti trainning SEO online, jadi sejalan lah dengan WeBS. 


Jadi belajar SEO masih menjadi makanan utama saya, sedangkan TM dan portofolio adalah kudapannya. 






Berbagi Hadiah



Senang saat ada tahap berbagi hadiah. Tak disangka banyak juga yang memberi saya hadiah. Meski banyak yang beda keluarga, hadiah-hadiah yang mereka berikan sangat membantu saya. 


Saya pun melakukan hal yang sama. Memberi hadiah sesuai makanan yang dibutuhkan mereka. Senang sekali bisa take and give seperti itu. 


Menemukan Buddy



Lalu tiba di tahap menemukan Buddy. Belum sempat mencari ternyata sudah ada yang melamar. Nggak tanggung-tanggung, yang melamar adalah kepala keluarga WeBS. Mbak Susi seorang blogger senior dari Jepara melamar saya sebagai buddynya.


Tentu ini kesempatan yang berharga. Bisa jadi buddynya mbak Susi yang sudah lebih pengalaman dalam dunia blogging dan SEO. Saya belajar banyak dari mbak Susi. Tak hanya ilmu tentang blogging tapi juga manajemen waktu. Mbak Susi punya manajemen waktu yang baik dalam mengurus bloggnya. Salut!


Akankah Jadi Kupu-Kupu



Dan apakah saya akan menjelma jadi kupu-kupu yang cantik? Konsisten praktek semua ilmu SEO dari WeBS. Menjadi blogger yang bisa menghasilkan konten SEO friendly. Dilihat saja nanti lah ya..  😊, yang pasti saya harus bisa menjalani tahapan kepompong dulu 😊.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments