Serunya Belajar Free Writing Fiksi Bersama Rijo Tobing

By Dee_Arif - November 03, 2020

 

Rijo Tobing


Serunya Belajar Free Writing Fiksi Bersama Rijo Tobing menjadi agenda malam minggu saya pada akhir pekan lalu. Acara ini dalam rangka menjakankan program rutin Rumah Belajar (rumbel) Literasi Ibu Profesional Sidoarjo dan Mojokerto. Ya, setiap satu bulan sekali rumbel literasi mengadakan kulwap. Kami mengundang beberapa narasumber untuk sharing kepenulisan. Biar semua member rumbel semakin semangat dalam menjalani bidang literasi ini.

Meski judulnya kulwap, acara ini dilakukan via Google Meet. Biar lebih interaktif dan ada keterlibatan dengan semua peserta. 

Profil Rijo Tobing 

Rijo Tobing


Rijo Tobing atau yang biasa sapa dengan panggilan kak Rijo, adalah penulis novel yang sudah punya banyak karya. Saya sudah mengenal kak Rijo sejak bergabung di KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) dan saat ini kami sama-sama menjadi kontributor dalam website Drakor Class. Website wujud kecintaan kami terhadap drama Korea bersama genk drakor & literasi 😍😍😍.

Kak Rijo adalah seorang ibu tiga anak yang tinggal di Bekasi. Lulusan Teknik Industri ITB ini sudah sejak lama bergelut di bidang kepenulisan. 

Baca Juga : Grup Drakor & Literasi, Segala Sesuatu Tentang Drama Korea Ada Disini!


Karya-karya yang sudah dihasilkan antara lain kumpulan cerpen Randomness Inside My Head (2016) dan Novel Bond (2018). Dan tahun ini akan terbit dua karya baru, kumpulan cerpen The Cring Stories dan Novel Desember.

Selain menulis buku, kak Rijo juga suka menulis di kompasiana dan blog pribadinya, Rijo Tobing. Dan di Drakor Class tentunya.

Apa Itu Free Writing


Rijo Tobing


Materi free writing sengaja dipilih oleh teman-teman di rumbel literasi. Sebagai rumbel baru, kami semua masih pemula dalam bidang literasi. Maka sebelum jauh-jauh bisa menghasilkan buku atau karya kepenulisan lainnya, sangat penting bagi kami untuk membentuk kebiasaan rutin menulis setiap hari. 

Menulis itu tak hanya soal bakat, tetapi juga sebuah keterampilan yang harus selalu diasah. Dan melakukan free writing secara rutin bisa menjadi latihan mengsah yang baik agar skill menulis bisa terus berkembang. 

Free writing sejatinya adalah menulis bebas. Saat kita melakukan free writing kita menuliskan apa saja yang ada dalam hati dan kepala kita secara bebas. Kita tak memikirkan apakah tulisan kita bagus, apakah akan ada yang membaca atau apa-apa yang lainnya. Kita hanya menulis, titik!

Manfaat free writing ini tak hanya untuk mengasah skill menulis saja. Tetapi juga bisa sebagai healing, sarana membuat catatan harian maupun sekadar sharing pengalaman. 

Meski free writing ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar tulisan kita bisa dinikmati oleh para pembacanya. Pertama, menulis dengan struktur. Kedua, pilih struktur bercerita. Dengan bercerita tulisan  akan lebih hidup dan ada keterlibatan dengan pembaca. Tentu ini akan membuat banyak orang untuk tertarik membaca. 

Bentuk Tulisan


Rijo Tobing
Secara umum bentuk tulisan dibagi tiga : 

1. Non Fiksi, memiliki bentuk umum :  fakta-data-opini

2. Fiksi, memiliki bentuk umum : fakta-imajinasi-opini

3. Faksi (gabungan antara fiksi dan non fiksi) misalnya Novel Habibie & Ainun atau Novel Negeri Para Roh.

Menulis Fiksi


Rijo Tobing

Menurut kak Rijo, dalam menulis fiksi harus mengandung 4 elemen, yaitu karakter, setting, alur dan tujuan.

Karakter adalah tokoh yang akan kita bahas. Setting adalah keterangan waktu dan tempat bagi tokoh yang kita bahas. Tujuan adalah apa yang menjadi inti cerita yang ditulis. Setiap cerita pasti punya tujuan. Terakhir, alur adalah apa yang mengantarkan cerita mencapai tujuan.

Kulwap kali ini sangat menarik, karena kak Rijo tak hanya memberi teori seputar free writing fiksi saja. Tetapi setiap peserta diminta praktek membuat satu cerita fiksi. Ah ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya yang sangat jarang menulis fiksi.

Tentu sebelum praktek, kami diberitahu langkah-langkahnya terlebih dahulu. 

1. Menentukan karakter dan setting

2. Membuat tujuan

3. Menciptakan alur

Dalam praktek kali ini kak Rijo meminta kami membuat satu cerita fiksi satu paragraf. Satu paragraf terdiri dari 5 kalimat. 

Adapun susunannya adalah : 

- Kalimat pertama dan kedua menceritakan karakter dan setting 

- Kalimat ketiga dan keempat adalah alur dari cerita

- Kalimat kelima adalah tujuan dari cerita


Baca Juga : Menulis itu Menyembuhkan!


Tipsnya, meski tujuan diletakkan di akhir paragraf, penulis harus membuat tujuan terlebih dahulu dibandingkan alur. Ini akan membuat penulis konsisten dengan tujuan, karena banyak yang terseret alur hingga lupa daratan tujuan. 

Kak Rijo sudah membuatkan karakter dan setting. Peserta tinggal meneruskan saja. Ada 6 karakter dan setting yang disediakan. Saya memilih karakter dan setting nomer 1 : Mira - di depan pintu gerbang sekolah. 

Maka struktur cerita saya adalah : 

Kalimat pertama dan kedua : saya menceritakan mira itu seperti apa dan bagaimana kondisi settingnya.

Mira adalah seorang gadis berambut panjang  yang sedang menunggu di depan gerbang sekolah saat hujan mulai turun di jam pulang sekolah.

Tujuan cerita adalah Mira bisa pulang sebelum hujan bertambah deras. 

Cerita utuhnya : 

Mira, gadis itu menguncir rambutnya yang panjang. Dia berdiri di depan gerbang sekolah ketika hujan mulai turun. Sekolah tekah usia, semua murid berhamburan keluar gerbang. Ada yang buru-buru menyalakan motornya, ada yang bergegas masuk kedalam mobil jemputan, ada juga yang berjalan sambil memegang payung. Angkot biru berhenti di depannya, dia pun buru-buru masuk. Akhirnya dia bisa pulang sebelum hujan bertambah deras. 


Baca Juga : Memupuk Keberanian Membaca Bersama KLIP Reading Habbit Tracker


Ah, lega bisa praktek nulis fiksi. Meski baru mulai dan kurang percaya diri, menurur kak Rijo tulisan saya sudah cukup baik. Alhamdulillah...

Tips Menjaga Mood Menulis

Di akhir sesi, kak Rijo berbagi tips menjaga mood menulis, yaitu : 

1. Alokasi waktu, setiap hari sediakan waktu untuk menulis. Alokasikan waktu, bukan sisa kan waktu. Buat jadwal menulis secara rutin setiap harinya. 

2. Disiplin

Patuhi jadwal yang sudah dibuat. Displin adalah kunci.

3. Jangan menunda

Ayo nulis! jangan ditunda-tunda lagi.


Demikian cerita serunya belajar free writing bersama Rijo Tobing. Semoga ilmu dari kegiatan ini bisa membuat semua member rumbel literasi semakin semangat untuk menulis setiap hari.



Jadi, sudahkah kamu menulis hari ini? 


  • Share:

You Might Also Like

85 comments

  1. wah keren nih acara, ada tips bagaimana menjaga mood menulis, perlu banget di aplikasikan jika ingin berhasil

    ReplyDelete
  2. Siap mencoba tips agar mood menulis makin bertambah, ayo semangat ngeblog yuk!

    ReplyDelete
  3. Daebak uri Rijo eonni!!
    Aku pengen bisa nulis fiksi, tapi selalu gagal di bagian membangun konflik, kaya garing dan lebay gitu, ahahaha

    ReplyDelete
  4. Saya pikir Kak Rijo itu cowok, eh ternyata ibu-ibu ya. Produktif sekali ya, sudah menghasilkan beberapa karya novel berkualitas.

    Sepertinya blogger juga perlu sesekali nulis free writing ya, sebagai bentuk healing. Biar gak terlalu kaku gitu deh....

    ReplyDelete
  5. Saya ingin sekali bisa menulis cerita fiksi tapi suka terhambat pada pemilihan kata dan tengah cerita, ternyata ada tipsnya ya kalau tulisan enak dibaca

    ReplyDelete
  6. Keren idenya nih. Pendekatan menulis ala Free writing gini perlu banget. Supaya kita engga takut menulis. Seringnya kan takut salah ya, jadi engga mulai-mulai...
    Kalau soal nulis fiksi, aku belum bisa sih Mbak...Engga ada ide...

    ReplyDelete
  7. Baca ini saya jadi paham bahwa selama ini saya melakukan free writing alias nulis bebas. Yup bener banget, bisa menjadi semacam healing. Modalnya juga pengalaman pribadi aja sehingga lebih mudah dan mengalir dalam membuat tulisan.

    ReplyDelete
  8. Aku penggemar blog kak Rijo Tobing!
    Ngaliiiirrr banget kalo nulis, tapi banyak faedahnya.
    SUkaa pol-polan dah

    ReplyDelete
  9. Whaa ketemu member IP juga ternyataaaa. Salam kenal mba.

    Jadi Rumbel Literasi Sidoarjo dan Mojokerto ini baru ada semester ini ya mbak? Ditunggu kegiatan seru lainnya.

    ReplyDelete
  10. Disiplin dalam menulis ini yang paling sulit menurutku. Ide ada banyak dan relatif mudah didapat. Tetapi niat untuk menuntaskan tulisan yang sudah dimulai ini yang paling momok bagiku.

    ReplyDelete
  11. Seru banget materi kulwapnya.

    Saya langsung jleb di bagian alokasi waktu. Secara waktu kerja saya hanya bisa nyempil nyempil di antara urusan rumah, anak, juga jam kerja suami. Belum pula sama kerjaan saya sendiri. Sungguh kangen bisa menulis fiksi kembali.

    ReplyDelete
  12. Tantangan terberat buatku adalah mempertahankan mood biar selalu niat nulisnya...hehe Kadang godaannnya muncul dan mengalahkan moodnya..

    ReplyDelete
  13. Bener juga mbak, dengan rajin menulis bisa mengasah kemampuan juga. Tips Rijo Tobing, boleh banget buat diikutin.

    ReplyDelete
  14. Yup... BAB menulis itu nggak akan kelar kalau kita nggak sering praktik.

    Dan memang menjaga mood itu nggak pernah mudah euy...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, namanya nulis ya harus semakin sering dilakukan

      Delete
  15. selain menulis juga harus rajin membaca agar membuat tulisan kita semakin berwarna semakin banyak ilmu yang kita dapat
    terimakasih banyak sharingnya kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iya , benar itu
      sama-sama, makasih juga sudah mampir

      Delete
  16. Wah pas banget kebetulan aku juga lagi nulis novel fiksi ga kelar-kelar. Hihi. Mau bookmark halaman ini ah. Makasi sharingnya yaaaaaa

    ReplyDelete
  17. Menulis memang menyenangkan ya kak dan untuk bs membuat tulisan fiksiyg bagus hrs sering2 latihan, minimal menyempatkan satudua jam dalam sehari

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, menulis adalah keterampilan yang harus sselalu dilatih

      Delete
  18. Seru ya mba kelasnya. Saya juga menjadikan aktifitas nulis sebagai healing therapy mba makanya tulisannya saya random banget sesuai mood dan sesuai apa yang terlintas di pikiran. Free writing memang menyenangkan😍😍

    ReplyDelete
  19. Awal baca dan lihat foto nya saya pikir cowok ga taunya Ibu Ibu 😁😁

    Duh fiksi nih pingin banget bisa, sayang susah dapat idenya

    ReplyDelete
  20. Aku belum menulis hari ini, Mbak. Hehe... Jadi kangen jaman dulu kuliah suka berkegiatan literasi jg bareng teman2 komunitas. Kangennya masa itu...

    ReplyDelete
  21. Awalnya saya pikir kak Rijo itu cowok loh mbk, hehe. ternyata ibu-ibu yang sudah punya anak tiga. MasyaAllah, kerennya.

    saya baru tauu loh mbk kalo ada istilah Free Writing, menulis bebas yang membuat kita terbiasa menulis. selama ini saya taunya cm nulis-nulis aja, kapan semangat aja. xixixi

    ReplyDelete
  22. Bener kak menulis itu menyembuhkan. Punten kak, yg bagian bentuk tulisan itu, imajinasi bukannya masuk ke fiksi? Yg fakta, data dan opini baru masuk non fiksi. Cmiiw

    ReplyDelete
  23. Free writing itu selain menyalurkan hobi nulis, ternyata bisa juga sebagai terapi ya. Kadang kita ga ngeh kalau dengan menulis sesuai minat dan selera, ternyata bisa bikin sehat pikiran, jadi makin bahagia gitu ya. AKu sih sukanya menulis kisah pengalaman pribadi kayak jalan2 dan makan2 plus olahraga gitu, mbak Dian :D TFS ya.

    ReplyDelete
  24. Free writing, saya sedang coba menerapkan itu mengingat mood menulis saya yang naik turun, ditambah kemampuan saya pas2an jadi memang perlu banyak latihan. Setelah baca ini saya jadi tambah semangat nulis, pokoknya harus menulis karena kalau stop malah suka hilang mood dg waktu yg lumayan lama hohoho

    ReplyDelete
  25. karena menulis itu adalah sweet escape aku setiap harinya, seneng aja kalo nulis sesuatu, bercerita, curhat dan lain sebagainya

    ReplyDelete
  26. Mood menulis memang harus dijaga. Kalau memang ingin menjadi penulis yang produktif. Saya masih harus banyak belajar menulis fiksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, perlu banyak belajar klo nulis fiksi

      Delete
  27. Bagi saya yang paling penting itu menjaga konsistensi dan mood. Tanpa kedua itu, kayaknya agak susah untuk lancar menulis.

    ReplyDelete
  28. Alokasikan waktu, bukan sisa kan waktu ...nah setuju sebab kalau sisa waktu, yang kita hasilkan juga bisa berupa sisa saja hehe.

    ReplyDelete
  29. good to know that you have the free weiting class with the expert. pasti seru yaa

    ReplyDelete
  30. Salut dengan rumah belajarnya mba! Satu sisi tipsnya emang oke banget karna konsisten menulia itu penting

    ReplyDelete
  31. Menulis bebas sekali pun harus tetap berlatih untuk mengasak sklik menulis ya. Hebat orang-orang yang bisa menulis fiksi bisa menuangkan 4 elemen dalam tulisannya. Aku menikmati fiksiya aja dulu belum bisa menulis

    ReplyDelete
  32. Haduduu, kirain Kak Rijo cowook ternyata Ibu darii 3 anak, hihii.
    Beneran ini menulis bukan soal bakat tapi skill yang bisa diasaah.

    Kuy ahh, akupun masih belajar teruus.
    Makasih sharingnya yaa

    ReplyDelete
  33. Soal disiplin waktu ini aku yang susah. Udah dijadwal eee tetep aja mbleset. Kecuali ada deadline, itu beda lagi, hahaha. Nulis organik itu aku yang suka gak ontime.Padahal enak organik ya, tapi malah gak tertib. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, lebih semangat nulis sponsor paid ya, hahah

      Delete
  34. Nah, kelemahan emak2 tu biasanya nulis di sisa waktu, hehe. Makanya kadang aku anggap nulis khususnya blog sponsored tu ya kerjaan maka aku harus kerja di jam kerjaku :D
    Seru kyknya dapat ilmua baru dari Mbak Rijo Tobingm, tengkyu udah berbagi

    ReplyDelete
  35. Cakep neh pembahasannya, apalagi pembahasan dari kak Rijo ya. Jadi ikutan belajar lagi aku tuh.

    ReplyDelete
  36. Kak Rijooo..
    Bahagia sekali bisa berkenalan dan belajar banyak dengan kak Rijo. Kalau melihat ilmu padi, ya kak Rijo inilah orangnya..."Semakin berisi, semakin merunduk."

    Aku menunggu novel kak Rijo yang terbaruuu..

    ReplyDelete
  37. Endingnya dong: Ayo nulis! Jangan ditunda-tunda lagi!

    Huuhuhu iyaa, sekali ditunda, gak tahu deh kapan bakal nongol tuh semangat nulisnya. Jadi ya emang mesti dilawan tuh perasaan pengen nunda~

    ReplyDelete
  38. Mau nanya dong, itu yang fiksi memang mulai dari fakta-data-opini ya? Malah non fiksi yang menggunakan imajinasi gitu kah? Masih bingung nih pas ngikutin yang bagian itu.

    ReplyDelete
  39. berarti selama ini aliran menulis saya aliran free writing nih. bener-bener free alias tidak memperhatikan struktur penulisan hihi. dan saya setuju kalo free writing ini tak hanya untuk mengasah skill menulis saja tapi juga sebagai sarana healing, sarana membuat catatan harian ataupun sekadar sharing pengalaman.

    ReplyDelete
  40. Aku ingat ikut kelas free writing pas di Bandung setahun lalu, Mbak Dee. Asyik banget walaupun saat itu nonfiksi aja. Betul banget memang awalnya kudu dibangun habit menulis yang rutin, baru ke kualitas. Kalau aku kadang masih malas mengalokasikan waktu sehingga pas ada ide, ga beraturan deh eksekusinya. Bravo Kak Rijo, aku baru tahu nama ini. Semoga Rumah Belajar (rumbel) Literasi Ibu Profesional Sidoarjo dan Mojokerto makin sukses dan membawa berkah.

    ReplyDelete
  41. Saya juga pernah ngikuti kelas free writing. Intinya juga ngikuti kata hati. Seperti nulis diary. Tujuannya menggali ide. Nanti tulisan dilengkapi dan diperbaiki sehingga menjadi cerita utuh. Sayang saya jarang praktik..

    ReplyDelete
  42. Writing is healing, bener banget mbak. Kita perlu menulis untuk melepas emosi, juga tempat curhat..
    Ya biarpun nggak semua hal bisa dipublikasikan

    ReplyDelete
  43. Belum pernah ikutan kelas writing seperti ini. Rasanya seru ya menambah skill lain untuk mulai belajar menulis fiksi.

    ReplyDelete
  44. aku penulis fiksi tapi masih selalu semangat aja jika ada kelas-kelas menulis. Jurusnya sih sama tapi eksekusinya yang beda beda

    ReplyDelete
  45. baru denger nih aku istilah free writing, nambah insight lagi ini seputar kepenulisan, bakal bermanfaat bgt

    pengen ikut deh kelas kelas begini

    ReplyDelete
  46. Aku sampe sekarang masih kesulitan nulis fiksi, kebanyakan malah jadinya kayak nonfiksi. Bedanya hanya di bagian pemilihan katanya doang...

    ReplyDelete
  47. Disiplin adalah kunci! Masih jadi PR nih sampai sekarang. Btw, kok seru sih ada Website Drakor gitu.. aku kan mau ikutan, wkwk..

    ReplyDelete