Memulai Kuliah Bunda Saliha di Kampus Ibu Pembaharu

 

Ibu Pembaharu

Alhamdulillah, kuliah Bunda Salliha yang dinanti-nantikan akhirnya datang juga. Rasanya deg-deg an. Gimana nggak deg-deg an, Bunda Saliha menjadi materi terakhir di Institut Ibu Profesional. Hampir lima tahun menjadi mahasiswi di Institut Ibu Profesional, membuat saya semakin percaya diri menjalani peran sebagai ibu.

Apalagi, sejak di tahap Bunda Cekatan, banyak sekali perubahan dalam proses pembelajaran di Institut Ibu Profesional ini. Bu Septi Peni, sebagai founder Ibu Profesional benar-benar memfasilitasi para ibu untuk bisa menjadi ibu yang profesional.

Lalu, ada apa saja di Bunda Saliha ini? Apa saja yang akan dipelajari? Tantangan-tantangan apa saja yang harus diselesaikan?

Bunda Saliha

Bunda Saliha menjadi tahapan terakhir dalam perkulihan di Institut Ibu Profesional ini. Sebelum mengikuti perkulihan di Institut Ibu Profesional, member Ibu Profesional harus menempuh program matrikulasi. Matrikulasi menjadi bekal dasar untuk kuliah di Institut Ibu Profesional.

Tahap awal, belajar Bunda Sayang, yang merupakan materi parenting dasar dalam mendidik anak. Setelah itu, Bunda Cekatan, meningkatkan keterampilan sebagai ibu yang mengatur keluarga. Kemudian, Bunda Produktif, berkarya dengan passion yang dimiliki. Terakhir, Bunda Saliha, menjadi pembawa perubahan kepada lingkungan disekitarnya. Tema yang diusung dalam Bunda saliha ini adalah Ibu Pembaharu.

 Baca Juga : Kuliah BundaCekatan, Apa yang Baru?

IbuPembaharu adalah seorang ibu yang mampu menemukan masalahnya dan mengubahnya menjadi sebuah tantangan hidup, sehingga bisa menciptakan solusi untuk masalah tersebut. Program Ibu Pembaharu ini sudah dikenalkan saat Konferensi Ibu Profesional tahun 2019, di Yogyakarta. Beruntung, saya ikut serta dalam konferensi tersebut. Tujuan perkuliahan Bunda Saliha ini adalah menciptakan ekosisten yang mendukung keahiran para ibu yang siap menghadapi perubahan zaman.

Ibu Pembaharu

Ibu Pembaharu


Pada pembuka kelas Bunda Saliha beberapa waktu lalu, Ibu Septi menyatakan bahwa setiap perempuan itu kuat. Perempuan bisa menghadapi semua masalah yang datang padanya. Bahkan perempuan bisa berdamai dengan masalah yang ada.

“Berubah atau kalah”

Perempuan bisa menjadi agen perubahan dilingkungannya. Menjadi seorang changemaker. Inilah yang menjadi dasar lahirnya kampus Ibu Pembaharu, kampus dimana saya dan perempuan-perempuan lainnya berusaha menjadi bunda saliha. Bunda yang bisa bermanfaat bagi lingkungannya. Membawa perubahan disekitarnya.

Bagaimana Menjadi Ibu Pembaharu

Misi Kampus Ibu Pembaharu ini adalah menciptakan sebuah ekosistem bagi lahirnya para ibu  yang mampu menemukan masalahnya  dan menciptakan solusi untuk masalah tersebut, sehingga keberadaannya di muka bumi bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya. Seorang Ibu Pembaharu harus bisa mengenali masalah yang ada disekitarnya. Mengubah masalah menjadi tantangan yang harus dipecahkan.

Oleh karena itu, pada materi pertama Bunda Saliha, semua mahasiswi dituntut untuk bisa menemukan masalah yang ingin dipecahkan. Masalah tersebut yang nantinya akan menjadi fokus pembelajaran kuliah yang akan berlangsung hingga bulan Desember 2021 nanti.

Berikut adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk bisa menjadi seorang Ibu Pembaharu :

·         Identifikasi masalah

Menemukan masalah apa yang sedang dihadapi saat ini. Masalah yang ingin dijadikan tonggak perubahan yang akan dibuat.

·         Mencari teman

Belajar bersama teman tentu akan menyenangkan. Begitu pula di tahapan Bunda Saliha ini. Kita bisa mencari teman, untuk bisa bersama-sama menemukan solusi atas masalah yang dihadapi.

·         Memahami masalah

Setelah itu, pahami masalah yang sudah kita tentukan. Dengan memahami masalah secara benar, kita bisa menentukan aksi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

·         Menentukan tujuan

Kemudian, ciptakan goals atau tujuan yang akan kita capai. Tujuan inilah yang akan memandu kita dalam membuat perubahan.

·         Identifikasi aksi

Identifikasi aksi dengan mengungkapkan semua gagasan yang dimiliki. Kemukakan gagasan sebanyak mungkin. Agar bisa memilih aksi apa yang akan dilakukan.

·         Apresiaksi

Jika aksi sudah dilakukan, jangan lupa mengarpresiasi. Apresiasi setiap proses yang sudah dicapai.

·         Merayakan solusi

Terakhir, jika kita sudah menemukan solusi dari masalah yang kita hadapi, let’s celebrate! Kemenangan itu perlu dirayakan. Rayakan solusi yang sudah didapat.

 

Tantangan Ibu Pembaharu

Menjadi seorang Ibu pembaharu tentu bukanlah hal yang mudah. Ada beragam tantangan yang harus ditaklukkan. Dan inilah yang menjadi inti pembelajaran di Kampus Ibu Pembaharu. Dengan menggunakan pola gamifikasi, seluruh Ibu akan berada dalam sebuah kampus, untuk belajar bersama menggali semua "tantangan hidup" yang dihadapi oleh setiap ibu, dan bersama-sama mencari solusinya.

Baca Juga : Membangun Habit di Hexagon City Bunda Produktif

Harapannya setelah mengikuti  aktivitas di Kampus Ibu Pembaharu setiap ibu akan berkontribusi bagi terwujudnya komunitas yang berkelanjutan, menjadikan masalah sebagai sebuah tantangan, dan menghadirkan manfaat bagi semua umat. Agar harapan tersebut bisa terwujud, ada empat hal penting yang harus dimiliki oleh seorang Ibu Pembaharu. Apa saja?

·         Cognitive Emphaty:

Empati kognitif adalah empati intelektual. Dengan memiliki empati kognitif, kita mampu menempatkan diri pada posisi orang lain serta memandang masalah dari berbagai sudut pandang. Empati kognitif sangat berguna dalam menyelesaikan masalah di sebuah kelompok, termasuk kelompok masyarakat.

·         Teamwork:

Setelah melengkapi dirinya dengan empati kognitif,  maka hal yang dibutuhkan  selanjutnya adalah kolaborasi bersama tim dan komunitas untuk mengerjakan solusi yang berarti.

Teamwork adalah ekosistem yang mendukung lahirnya agen perubahan, namun sebelum berbicara mengenai ekosistem perubahan maka kita perlu memulainya dari diri sendiri dulu baru kemudian terbentuklah ekosistem yang mendukung perubahan.

·         New leadership:

Konsisten dalam mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial.

·         Creativity Problem Solving:

Creativity problem solving erat kaitannya dengan kemampuan berpikir kritis. Menerapkan pemikiran kritis akan membantu dalam mendapatkan solusi inovatif guna menghadapi masalah yang kompleks. Berpikir kritis merupakan salah satu soft skill yang wajib dimiliki oleh agen pembaharu.  Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Seorang Ibu Pembaharu harus memiliki kemampuan untuk berpikir secara kritis dan mempertanyakan setiap aspek penting dalam suatu permasalahan.

Banyak sekali manfaat yang didapat, bila kita memiliki kemampuan berpikir kritis ini, yaitu :

1. Meningkatkan kemampuan problem solving

2. Menganalisi serta mengetahui kemampuan diri

3. Berpikiran terbuka

4. Memiliki pola pikir yang sistematis

5. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi


Lalu, apa yang harus dilakukan agar bisa memiliki kemampuan berpikir kritis ini? Berikut adalah cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

1. Tingkatkan rasa ingin tahu dan buat daftar pertanyaan

2. Mendengarkan secara aktif

3. Mencari referensi dan data valid

4. Menganalis solusi dan mempertimbangkan segala kemungkinan 

Sukses Menjadi Ibu Pembaharu

Selama 6 bulan kedepan, saya akan berproses menjadi seorang Ibu Pembaharu. Tentunya, saya harus memenuhi syarat-syarat sebagai seorang Ibu Pembaharu. Yaitu :

·         Mengerjakan tujuh dari delapan tantangan yang diberikan

·         Mengerjakan tujuh dari delapan review jurnal

·         Berpartisipasi aktif pada dua dari tiga event besar Kampus Ibu Pembaharu

·         Portofolio Karya Mahasiswa: Seluruh mahasiswi yang lulus perkuliahan ini akan menjadi Ibu Pembaharu. Setiap Ibu Pembaharu memiliki satu portofolio karya baik itu berupa website, ebook, maupun karya digital lainnya.

·         Kriteria kelulusan secara personal: Kriteria ini dibuat oleh masing-masing mahasiswi dengan mempertimbangkan kemampuan dan target personalnya dalam mengikuti perkuliahan di Kampus Ibu Pembaharu. Setiap mahasiswi bebas menentukan kriterianya sendiri.

Siap Menjadi Ibu Pembaharu

Ibu Pembaharu

Setelah mendengarkan penyampaian dari Founding Mother dan Mantika, saya merasa perkuliahan ini akan lebih berat dibandingkan sebelumnya. Tapi saya harus semangat. Harus lebih mindfull saat mengikutinya. 

Baca Juga : Virtual Conference Hexagon City

Saya ingin menjadi seorang changemaker. Menjadi solusi dari masalah yang ada disekitar saya. Menjadi seorang Ibu Pembaharu yang bisa menebar manfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan yang ada disekitarnya.

Bismillah, doakan saya agar bisa menjadi seorang Ibu Pembaharu ya..

Comments

  1. Mba Diaaann, energimu luar biasaaa
    masih sempat ikutan kuliah Ibu Pembaharu gini ya
    keren sangat!
    Semoga aku bs ketularan semangatmuuuu

    ReplyDelete
  2. Ih, dirimu sudah sekolah bunda salihah saja. Diriku mau daftar buncek saja, masih maju mundur hahahaha. Cuma kok penasaran ya, kalau lihat kayak gini jadi pengen. Semoga diriku juga bisa mengikuti perkuliahan bunda salihah, aamiin

    ReplyDelete
  3. pas banget dengan challenge ODOP ISB besok, tentang kebahagiaan dan kesuksesan

    Menurut saya sebagai ibu rumah tangga harus bahagia dan sukses karena itu harus belajar terus seperti yang bergabung dengan Institut Ibu Profesional

    ReplyDelete
  4. Ibu jaman sekarang makin banyak yang harus dipelajari ya dan tentu harus menjadi bunda salih. Hmmm,menarik mengikuti perkuliahaannya ya Mba serta ilmunya pun biaa diterapkan dan dibagikan ke bunda lainnya.

    ReplyDelete
  5. Ibu yg super masih sempetin sekolah di bunda salihah, keren energi nya masih kuat, semangat terus belajar

    ReplyDelete
  6. Banyak yang harus dipelajari dan dipahami seorang ibu tentang pola asuh anak dan banyak hal, makanya harus selalu semangat belajar.

    ReplyDelete
  7. MashaAllah. Bernas sekali tulisannya Mbak Dian. Mendorong kita, para ibu, untuk semakin bertumbuh kembang dengan ilmu dan kemampuan pribadi.

    ReplyDelete
  8. Saya mau daftar ikut IIP ini belum aja, dulu full pas daftar. Menarik banget program pembelajarannya. Jadi ibu pembaharu, pe er banget buat saya. Berubah atau kalah, nah iya saya merasa masih harus banyak belajar, banyak yang mesti diubah biar jadi lebih baik. Trims sharingnya, Mba Dee. Jadi reminder juga buat saya

    ReplyDelete
  9. Ini satu yang bener-bener asing. Dan, wow. Baru tahu ternyata proses belajarnya sedemikian panjang dan menyenangkan (tentu saja ^^). Poin-poin untuk menjadi ibu pembaharunya juga deep. Suka!

    ReplyDelete
  10. Menjadi ibu pembaharu semangat untuk momy di keluarga, hasilkan keluarga impian

    ReplyDelete
  11. Sudah semestinya memang menjadi seorang perempuan yang berdaya, produktif dan bisa bermanfaat untuk sesama ya. Program ibu pembaruan dengan cakupan materi yang komplit dan adanya dorongan untuk team work tentu semakin menyenangkan ya bagi pesertanya.

    Sukses ya kak untuk program2nya, aamiin. Terimakasih tulisannya yang inspiratif dan bergizi ini.

    ReplyDelete
  12. Semangat Kak Dee, pasti bisa jadi Ibu Pembaharu. Terus mengasah kemampuan, jangan menyerah dan tentunya jaga kesehatan juga ya kak

    ReplyDelete
  13. Aku kagum denganmu Dee, masih sempat ya ikutan kuliah Ibu Pembaharu. Sukses selalu ya Dee, maju terus demi menjadi wanita yang berdaya dan penuh manfaat. Semoga senantiasa dalam keadaan sehat.

    ReplyDelete
  14. aku belum pernah ikutan beginian mbak.
    harus sudah punya anak nggak sih mbak?
    Pengen ikutan ngangsu ilmu juga biar menjadi ibu yang siap nantinya

    ReplyDelete

Post a Comment