Perempuan Berdaya, dari Rumah untuk Dunia

 

Perempuan berdaya

Perempuan Berdaya, dari Rumah untuk Dunia, judul materi Ibu Septi pada kelas persiapan KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) pada kelas persiapan KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional). Ah, judulnya sudah membakar semangat ya. Membesarkan hati para perempuan yang sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah. Bahwa, dari rumah bisa berbuat sesuatu untuk dunia. Luar biasa.

Perempuan Berdaya

Perempuan harus berdaya! Itu sih yang selalu saya sampaikan kepada dua anak perempuan saya sejak kecil. Jangan sampai, menjadi perempuan yang terperdaya. Baik oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Hmm memang bisa diperdaya oleh diri sendiri? Bisa banget!! 

Lalu, bagaimana sih perempuan yang berdaya itu? Menurut Bu Septi,   ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang perempuan berdaya, yaitu :

1. Mampu memahami diri dan potensinya

Perempuan berdaya itu paham atas dirinya. Dia tahu apa yang menjadi potensinya. Ini membuat perempuan berdaya memiliki rasa percaya diri yang tinggi. 

2. Mampu membawa dan menghadapi perubahan

Perempuan berdaya itu sadar bahwa dunia itu berubah dan akan terus berubah. Dan semua itu harus dihadapi. Siap untuk selalu berubah. 

Seorang perempuan berdaya juga merupakan changemaker. Dia mampu membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

3. Mampu berdaulat penuh atas dirinya

Perempuan berdaya mampu berdaulat atas dirinya sendiri. Dia mampu membuat keputusan sendiri. 

Sudut Pandang Perempuan Tentang Rumah

Perempuan berdaya

Menjadi perempuan berdaya dari rumah, dimulai dari bagaimana sudut pandang perempuan tentang rumah. Menurut Bu Septi, ada tiga sudut pandang perempuan tentang rumah, yaitu : 

1. Rumah adalah tempat belajar

Sudut pandang perempuan tentang rumah yang pertama adalah rumah sebagai tempat belajar. Perempuan berdaya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Intellectual curriousity yang tinggi ini pada akhirnya membawa perempuan untuk selalu kreatif dan penuh imajinasi. 

Rumah tak membatasi perempuan, sebaliknya semakin membuat perempuan berkembang. Sebab, selalu belajar dan terus kreatif. 

Caranya adalah dengan membagi aktivitas tiap waktu, membuat to do list harian serta berkomitmen untuk mematuhinya.

2. Rumah adalah tempat bertumbuh

Rumah adalah tempat bertumbuh bagi perempuan. Bagaimana dirinya dulu dan sekarang. 

Bagi perempuan yang menjadikan rumah sebagai tempat bertumbuh, dia tidak akan baper lagi melihat pencapaian orang lain. Mengapa? Sebab dirinya hanya fokus pada perkembangannya sendiri. 

Selama menjalankan perannya sebagai ibu, apa saja perubahan yang terjadi. Apa saja pencapaian yang sudah dicapai sampai saat ini. 

3. Rumah adalah tempat berkarya

Perempuan yang menganggap rumah sebagai tempat berkarya. Perempuan berdaya akan sanggup bekerja menyelesaikan tantangan yang ada disekitarnya. Dengan penuh martabat. 

Seperti Ibu Septi yang menghasilkan banyak karya dari rumah, mulai dari Jarimatika, Ibu Profesional, hingga Ibu Pembaharu.

Belajar, Tumbuh, Berkarya dari Rumah

Rumah yang menjadi tempat belajar, tumbuh dan berkarya akan mengahasilkan perempuan yang berdaya. Tentunya ada tiga syarat agar hal ini bisa tercapai, yaitu : 

1. Pemetaan potensi

Perempuan adalah makhluk dengan segala potensi, maka perlu dipetakan agar lebih terlihat mana potensi yang perlu diasah dan ditingkatkan lagi. 

2. Ruang ekspresi

Perempuan adalah cerator, karenanya perlu diberikan ruang ekspresi. Ruang ekspresi inilah yang menjadi tempat bermain dan mengeluarkan potensinya menjadi kreasi. 

3. Selebrasi dan apresiasi

Perempuan senang diapresiasi, maka harus mampu menciptakan selebrasi dan mengapresiasi setiap pencapaian yang diraih. 

Sederhana saja, misalnya saya yang mengapresiasi diri sendiri dengan menonton satu episode drama Korea saat semua target tercapai. 

Dari Rumah untuk Dunia

Bisakah perempuan berdaya dari rumah untuk dunia? Tentu bisa! Tidak ada yang tidak mungkin. Perempuan bisa menebarkan manfaatnya untuk warga dunia. Bagaimana caranya? 

Caranya dengan memanfaatkan harta karun yang ada di rumah. 

1. Manajemen waktu

Manajemen waktu menjadikan perempuan bisa menebar manfaat bagi sesamanya. Jadikan waktu yang dimiliki menjadi waktu produktif. Melakukan hal yang membuat bahagia. 

2. Tantangan di rumah

Tidak ada rumah tanpa masalah. Cintai masalah kita. Masalah akan selalu ada, maka bagaimana kita bisa mengubahnya menjadi tantangan. 

3. Aksi menjadi solusi

Jadilah bagian dari solusi. Ubah empati menjadi aksi. Aksi yang dijalankan akan menjadi sebuah solusi. 

Perempuan berdaya

Menjadi bagian dari solusi dunia bisa dilakukan dari rumah. Tulislah apa yang sudah kita hasilkan selama ini. Cocokkan dengan 17 progam SDGs. Fokus kesitu saja. 

Bergerak dalam satu bidang global goals menjadikan kita memberi kontribusi untuk dunia. Mudah bukan? 

Yuk Jadi Perempuan Berdaya

Senang sekali bisa mengikuti kelas persiapan KLIP. Semakin semangat untuk menjadi perempuan yang berdaya. 

Yuk teman-teman, jadi perempuan berdaya! Lakukan sekarang juga! Semangat 🤗🤗🤗




Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum, ananda Dian. Sudah lama kita tidak saling sapa. Karena sesuatu dan banyak hal, dari november sampai sekarang nenek tak pernah ikutan BW lagi di IIDN. Terima kasih telah berbagi informasi. Selamat berakhir pekan.

    ReplyDelete
  3. Hai bunda salam kenal aku Dennise.Bunda sama ya dalam mendidik anak perempuan harus berdaya dan jangan mau diperdaya.Dan Sayapun menjadikan rumah yang kami tempati sebagai home sweet home.Dimana dari rumah juga merupakan tempat belajar, bertumbuh dan berkarya

    ReplyDelete
  4. Makasih bunda pecutan semangatnya sejak terjun aktif menulis di blog beberapa bulan lalu dan berkumpul dengan komunitas emak2 yg berkarya dari rumah.

    Saya semakin semangat bahwasannya meski ibu rumah tangga tapi bisa ikut berkarya dari rumah saja.

    ReplyDelete
  5. Masa depan dunia terletak di tangan perempuan. Baik buruknya dunia ini akan berawal dari rumah. Perempuan yang berdaya, selain mendidik dirinya sendiri agar selalu lebih baik, akan mendidik anaknya dan orang -orang disekelilingnya baik secara langsung atau tidak. Nah dari tangan perempuan yang berdaya ini lah akan lahir bangsa yang berdaya pula

    ReplyDelete
  6. Wah nasehat bunda sama dengan nasehat mama. Memabg perempuan harus mandiri dan berdaya. Baik utk lingkungannya dan keluarganya. Tapi tetap patuhi kodratnya sebagai perempuam. Jangan melampaui batas.a kasih bun jadi kangen sama mama nih.. Hiks

    ReplyDelete
  7. Senang banget jargonnya perempuan berdaya, walaupun tinggal di rumah kita sebagai ibu rumah tangga bisa memaksimalkan potensi yang ada di diri kita ya, berkarya, berbagi ilmu dan berprestasi...

    ReplyDelete
  8. Sebelum komen, barusaaaan denger lagu Kukira Kau Rumah ^-^
    Lagu yang baru pertama kali saya dengar, kemarin baru baca aja sekilas cerita orang tentang film-nya (saya juga belum nonton). Intinya tentang rumah (yang tak sekadar bangunan fisik). Eh kok jadi terasa nyambung dengan artikel ini..

    Btw, meski selama ini sering dengar istilah SDGs, saya ga pernah bener2 mau tahu aja saja poin SDGs, Gara-gara baca ini, sebelum komen, saya baca dulu apa aja 17 poin SDGs.
    Daaaan....kita para perempuan memang bisa bangeeeet ambil peran dalam bagian2 SDGs ini. TFS mb Dee...

    ReplyDelete
  9. masya Allah aku suka banget sama tulisannya. bener-bener membuat semangat para perempuan untuk berkarya dan memberi kontribusi posotif untuk dunia :)

    ReplyDelete
  10. Udah bukan zaman ya perempuan hanya mengurus kebutuhan rumah dan keluarga saja. Bakat multitalenta perempuan sangan potensial untuk produktif dan berdaya. Apa pun bentuknya. Entah sifatnya bisnis atau pun sosial. Yuk kita semua jadi perempuan yang berdaya. Walopun dari rumah.

    ReplyDelete
  11. Memahami peran perempuan dan tetap berkarya dimanapun ia ditempatkan, ini bikin salut banget.
    Jadi perempuan pun bisa tetap memiliki peran dimanapun ia berada.

    ReplyDelete
  12. Wah ini artikelnya memotivasi banget mbak. Aku sendiri ngerasa banget kalo perempuan memang harus terus belajar

    ReplyDelete
  13. sama dengan aku nih, selalu nggak bosan kasih tau 3 anak perempuan di rumah, untuk mandiri dan berdaya jadi perempuan, karena zaman sekarang sudah bukan eranya lagi perempuan ketinggalan zaman. Postingan yang menginspirasi, mak Dian.

    ReplyDelete
  14. Jadi Perempuan, Ibu, tetap bisa berdaya dari rumah. Sekarang teknologi udah canggih. Di rumah pun bisa tetap nyambi ini itu. Gak ada yang gak mungkin. Kuncinya terus belajar ya

    ReplyDelete
  15. Sebagai perempuan harus bisa mandiri dan mmebuat keputusan sendiri supaya bisa berdaya ya. Asyik juga ya ikut kelas literasi ibu profesional jadi banyak ilmu yang didapatkan. Saling menyemangati sesama perempuan

    ReplyDelete
  16. Sepakat mba. Sejak dari rumah bisa banyak yang bisa dimaksimalkan ya. Aku belum pernah ikut jelas literasi. Ingin juga biar nambah banyak wawasan

    ReplyDelete
  17. semangat menjaid perempuan yang berdaya dan memiliki semangat juang yang tinggi! Happy selalu emak2 untuk berbagi ke masyarakat ya.

    ReplyDelete
  18. Perempuan emang kudu berdaya soalnya tanggung jawabnya biasanya sebagai ibu juga ya sebagai pendidik generasi berikutnya. Jadi walau eksisnya masih seputar di rumah aja, tetep kudu melakukan sesuatu buat upgrade diri ya mbak.

    ReplyDelete
  19. Setuju banget, rumah itu tempat belajar, bertumbuh dan berkarya. Akutuh ya kalau berkarya atau nulis, paling nyaman ya di rumah. Tapi sebagai seorang istri dan seorang ibu, yang jadi PR buat aku adalah manajemen waktu.

    ReplyDelete
  20. Bagus banget materinya mbak, dari rumah pun perempuan bisa berdaya hingga mendunia ya. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Seneng deh saya dapat sharing materi yang bagus seperti ini.

    ReplyDelete
  21. Setuju banget, perempuan harus berdaya. Itulah kenapa perempuan itu seharusnya dikasih kebebasan untuk menentukan cita-cita dan pilihannya sendiri. Harus dibekali kemampuan untuk menganalisa dan pendidikan yang setara dengan laki-laki juga, supaya berdaya.

    ReplyDelete
  22. Terima kasih mak buat motivasinya, sejauh ini rumah masih jadi tempat tinggal dan istirahat, hehehe. berkarya yah palingan di dapur, hehehe. Tahun depan deh, bikin planning baru

    ReplyDelete
  23. Artikelnya jadi penyemangat nih mbak sebagai perempuan untuk lebih berdaya lagi, kadang masih suka mager gitu walau di rumah saja, pengen deh menerapkan materi di artikel ini satu-satu dengan belajar bareng anak

    ReplyDelete
  24. Kangen dengerin petuahnya Bu Septi. Baca materi ini mengingatkan kembali materi di kelas bunsal. *Apa kabar tugas changemaker journey, heheh.
    Selamat berkarya di KLIP, Mbak Dian!

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Suka dengan postingan ini. Jadi semangat lagi menjadi "perempuan penunggu rumah", karena pada prinsipnya rumah bisa menjadi tempat sebuah kebaikan bermula. Perempuan harus berdaya dan berguna dari rumah.

    ReplyDelete
  27. Bu Septi adem banget yah caranya membawakan materi padahal isi materinya sungguh membuat perempuan makin bersemangat. Berdaya dan berdaulat sekalipun dari rumah.

    ReplyDelete
  28. Setuju banget rumah itu tempat belajar, bertumbuh dan berkarya. Dulu sebelum ikut IP saya nggak nyadar tuh kalo dari rumah pun kita bisa nggak kalah keren sama yang kerja di kantor 😂 langsung hilang post power syndromenya..

    ReplyDelete
  29. Suka banget kalimat ini: Perempuan harus berdaya, jangan mau terperdaya. Tips-tips yang diberikan luar biasa. Saya masih harus beajar agar masalah bisa menjadi berkah, seperti yang dinasehatkan di dalam tulisan. terima kasih.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. Kangen ih kuliahnya bu Septi. Tapi emang bener kalau perempuan harus berdaya, sesuai tajuk Ibu pembaharu juga. Dari Rumah untuk Dunia. Karena dari para perempuan ini muncul para Agent of Change yang bisa menjadikan dunia lebih baik lagi. Semangat!

    ReplyDelete
  32. Tidak ada lagi batasan untuk menjadi sukses meskipun di rumah
    Dengan daster semua bisa dijamah bahkan sambil memperhatikan tumbuh kembang anak
    Memang rasanya beda tapi yakin nikmatnya sama

    ReplyDelete
  33. Jaman sekarang dimana saja berada kita sebagai perempuan tetap bisa berdaya ya. Berdaya dari rumah justru sangat special karena selain bisa berkarya keluarga juga tetap bisa jadi prioritas.

    ReplyDelete
  34. Seneng deh kalau ada artikel memotivasi perempuan kayak gini. Jadi engga ada alasan perempuan cuma nunggu di rumah urusan rumah tangga doang. Masih bisa kok berdaya menggali potensi diri. Tentu saja, seluruh keluarga juga harus mendukung sih...

    ReplyDelete
  35. Semangaaat mbaa! Bener banget nih, perempuan berdaya bisa dimulai sekarang juga, darimana aja, dari rumah, kantor, tempat arisan, atau organisasi.

    ReplyDelete
  36. Kita memang harus menjadi perempuanberdaya. Lakukan apapun sesuai kemampuan kita, fokuskan di sana, pada saatnya nanti hal iytu pasti akan memberikan kita sebuah keberuntungan. Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.

    ReplyDelete
  37. Menarik banget kelasnya mbak, temanya bikin semangat! baca artikelnya aja jadi kebawa semangat apalagi kalo ikutan kelasnya nih..

    ReplyDelete
  38. Untuk bisa mengajarkan anak menjadi perempuan yang berdaya dari manapun ia berada nantinya kudu Ibunya dulu yang berdaya sedari sekarang. Semagat luar biasa, Dee.
    Semoga senantiasa memberikan semangat pada pembaca seperti ini.

    ReplyDelete
  39. rumah sebagai sentral dari kehidupan ternyata memegang peranan yang cukup penting ya, mbak bagi seorang ibu. jujur nih sebagai perempuan saya masih belum maksimal memberdayakan diri dan berasa banyak banget kekurangannya

    ReplyDelete
  40. wah pas banget aku lagi baca buku empeowerd women lho..aku sepakat sih apaalgi jadi ibu macam aku sekrang ini menjadi perempuan berdaya adalah upaya untuk tetap produktif

    ReplyDelete
  41. Hai kak. Aku juga lebih suka di rumah saja. Berdaya di rumah. Sayangnya agak keteteran soal management waktu. Hihihi terasa susah ngatasinnya. Kerajaan gak selesai selesai apalagi ada bocil di rumah. Al hasil biasanya aku mulai kerja malam hari pas bocil udah bobok. Duh, perjuangan banget

    ReplyDelete
  42. Bu Septi selalu inspiratif. Berada di rumah bukan berarti nggak bisa berkembang. Justru di era digital ini banyak jalan untuk perempuan berdaya dari rumah.

    ReplyDelete
  43. Suka banget dengan pembahasan ini mba. Daku pun ingin menjadi perempuan berdaya. Membaca ulasan ini aku jadi banyak dapat insight baru mengenai perempuan berdaya ini mba. Makasih yaa.

    ReplyDelete

Post a Comment