Kesempatan Kerja bagi OYPMK dan Disabilitas

Kesempatan Kerja bagi OYPMK dan Disabilitas


Siapa yang tidak tahu Angkie Yudistia? Staf khusus presiden Joko Widodo ini dikenal sebagai salah satu penyandang disabilitas sukses di Indonesia. 

Sebelum menjadi staf khusus presiden, Angkie sudah meraih banyak prestasi. Finalis Abang None Jakarta Barat 2008 ini mendirikan Thisable Enterprise, sebuah perusahaan yang memberdayakan para disabilitas. 

Thisable Enterprise didirikan Angkie karena berangkat dari pengalaman yang dirasakannya. Bahwa, sangat sulit bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan. 

Apa yang dirasakan Angkie dulu, nampaknya masih harus dirasakan oleh OYPMK (Orang Yang Pernah Menderita Kusta) dan disabilitas saat ini. Mereka masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. 

Masalah ini nampaknya menjadi perhatian bagi KBR Indonesia. Melalui acara Ruang Publik KBR, diselenggarakan sesi bincang tentang "Rehabilitasi Sosial Terintegrasi untuk OYPMK dan Disabilitas Siap Bekerja dan Berdaya". Acara yang bisa diakses melalui Kanal YouTube Berita KBR ini mengahdirkan dua narasumber, yaitu: 

Kesempatan Kerja bagi OYPMK dan Disabilitas

1. Sumiatun, S.Sos, M.Si, Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.

2. Tety Sianipar, Direktur Program Kerjabilitas

Rehabilitasi Sosial

Kesempatan Kerja bagi OYPMK dan Disabilitas

Pada sesi pertama, Ibu Sumiatun mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran dalam memandang OYPMK dan disabilitas. Bila dulu keduanya dianggap sebagai obyek, kini berubah menjadi subyek. Bila dulu persoalan OYPMK dan disabilitas dianggap sebagi sektor sosial, kini pendekatan penanganannya sudah lintas sektor. Menjadi urusan bersama. 

Undang-Undang No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas ini memberikan jaminan perlindungan bagi para difabel dari segala bentuk ketidakadilan, diskriminasi, hingga kekerasan. Undang-Undang ini juga memaparkan 26 hak yang dimiliki oleh para disabilitas, salah satunya adalah hak mendapatkan pekerjaan.

Persoalan OYPMK dan disabilitas ini sudah menjadi perhatian penting Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos memiliki sebuah program yang bernama ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial). Program ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hidup layak bagi anak, lansia, penyandang disabilitas, tuna sosial, korban perdagangan manusia, hingga korban narkoba. 

Namun, kenyataannya OYPMK dan disabilitas masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini terjadi karena masih banyak perusahaan menganggap para disabilitas ini tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Perusahaan khawatir jika mempekerjakan para penyandang disabilitas akan menjadi sebuah beban tersendiri.

Tak hanya itu, para OYPMK juga masih harus berhadapan dengan stigma negatif tentang penyakit kusta yang pernah mereka derita. 

Banyak masyarakat yang masih takut berdekatan dengan OYPMK, mereka takut tertular kusta. Meskipun para OYPMK ini sudah dinyatakan sembuh dan tuntas menjalani pengobatan. 

Stigma inilah yang semakin mempersempit kesempatan para OYPMK dan disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan.

Kesempatan Kerja

Kesempatan Kerja bagi OYPMK dan Disabilitas

Selama ini, banyak kita jumpai para disabilitas yang bekerja di sektor non formal. Tidak banyak disabilitas yang bisa punya kesempatan seperti Angkie Yudistia. Bukan hanya menjadi staf khusus presiden saja, tetapi bisa bekerja di sektor formal. 

Inilah yang mendorong Kerjabilitas untuk membantu para disabilitas mendapatkan pekerjaan formal. 

Kerjabilitas ini adalah jaringan sosial karier yang menghubungkan penyandang disabilitas dengan penyedia kerja inklusi di Indonesia.

Menurut Tety, banyak penyandang disabilitas yang punya pendidikan tinggi. Mereka punya ijazah S1 bahkan S2, tetapi keterbatasan yang dimiliki membuat mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor formal. 

Kerjabilitas mendorong penyandang disabilitas yang punya keahlian dan keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan formal. 

Tak hanya itu, Kerjabilitas juga melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan, agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang disabilitas ini. Mulai dari apa itu disabilitas hingga bagaimana cara berinteraksi secara etis dengan disabilitas. 

Kerjabilitas tak hanya mendorong perusahaan memberikan pekerjaan kepada para disabilitas saja, tetapi juga memperlakukan mereka secara etis dan berkeadilan. 

Tak ketinggalan, Kerjabilitas juga memberikan pelatihan soft skill kepada penyandang disabilitas. Agar para penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

Mengubah Stigma Negatif

Kemensos membantu OYPMK dan penyandang disabilitas untuk bisa keluar dari stigma negatif. Kemensos memberikan bimbingan serta pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas.

Bekerja sama dengan BLK (Balai Latihan Kerja) Kementerian Ketenagakerjaan, Kemensos berusaha mengembangkan keterampilan para penyandang disabilitas. Ada lima BLK inklusi yang ada di Indonesia, yaitu di Sidoarjo, Surakarta, Banyuwangi, Semarang dan Lombok Timur. 

Pelatihan yang diberikan berupa hard skill dan soft skill. Selain itu, penyandang disabilitas juga mendapatkan terapi, bimbingan mental spiritual motivasi dan diagnosis psikososial. 

Penutup

Sama seperti yang lainnya. OYPMK dan disabilitas berhak mendapatkan penghidupan yang layak. Mereka berhak bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 

Selain kesempatan kerja, OYPMK dan disabilitas membutuhkan dukungan dari semua pihak, menghapus stigma negatif. Agar mereka bisa siap memasuki dunia kerja. 




Comments

  1. Saya baru tahu lho Mbak istilah OYPMK. Memang stigma tentang kusta sebagai penyakit yang sangat berbahaya (dan menular) masih kuat yaaa..Sangat berdampak bahkan bagi mereka yang sudah sembuh dari kusta. Apalagi, masyarakat umum mungkin lebih sering meliat OYPMK yang jadi pengemis (dan sejenisnya) dibandingkan OYPMK yang melakukan pekerjaan lain. Jadinya kayak lingkaran setan. Semoga kampanye semacam ini bsa terus digalakkan.

    ReplyDelete
  2. Stigma mengenai penyakit kusta yang bisa menular ini memang masih melekat ya di masyarakat. OYPMK dan penyandang disabilitas itu sebenarnya butuh banget dukungan dari semua pihak bukan malah dijauhi dihindari. Bagus banget nih acaranya

    ReplyDelete
  3. Pas aku ngikutin acaranya KBR yang membahas kusta, aku juga sebetulnya baru tahu kalau kusta itu menular seandainya ada kontak fisik langsung dengan penderita kusta yang mana penderitanya tidak mau berobat. Tapi kalau mereka sudah rutin berobat insya Allah tidak akan menular sih ya

    ReplyDelete
  4. Iya bener kebanyakan orang masih menganggap OYPMK dan penyandang disabilitas itu gak bisa melakukan pekerjaan apa-apa. Padahal kadang yang mereka perlukan cuma kesempatan saja untuk menunjukkan keahliannya.

    ReplyDelete
  5. Menurut aku OYPMK dan penyandnag disabilitas banyak banget yang potensial, sayangnya kadang sering tidak diberi tempat dan kesempatan. Aku pernah kenal seseorang yang tidak memiliki kaki sempurna dua-duanya, ternyata keren banget bisa jadi atlet

    ReplyDelete
  6. Memang masih sulit bagi OYPMK dan disabilitas untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Padahal mereka berhak bekerja sesuai dengan kemampuannya seperti yang lainnya. Karenanya dukungan dari semua pihak untuk menghapus stigma negatif OYPMK sehingga mereka bisa bekerja sebagaimana orang non OYPMK diperlukan.

    ReplyDelete
  7. Iya, Mbak, stigma negatif itu masih melekat pada OYPMK. Mungkin karena mayoritas kita taunya kusta menular dan sulit disembuhkan. Padahal sebenarnya, kusta bisa disembuhkan tanpa menyisakan kecacatan asalkan ketika terdapat gejala, kita langsung memeriksakan dan mengobatinya.

    ReplyDelete
  8. Sebenarnya banyak juga pekerjaan formal yang bisa dimasuki oleh saudara-saudara kita disabilitas ya mbak. Cuma kesempatan itu belum banyak diberikan. Insya Allah kalau tidak menghalangi jalannya pekerjaan sebagai tanggung jawab utama, dan dengan edukasi terus-menerus seperti ini, akhirnya kesempatan itu akan terbuka lebih banyak lagi. Amin

    ReplyDelete
  9. Menurut saya asalkan mereka punya kemampuan baik OYPMK atau penyandang disabiltas memang perlu mendapatkan peluang kerja seperti yang lain untuk kehidupan yang lebih baik. Selama mereka good attitude dan punya kemampuan yang baik tentunya

    ReplyDelete
  10. Untuk mereka para disabilitas dan OYPMK perlu mendapat dukungan terutama moril dalam peluang bekerja. Karena hal yang teramat menyakitkan ketika mereka tidak punya pengharapan dan orang sekitarnya acuh
    Salam: Dennise Sihombing

    ReplyDelete
  11. Di balik kekurangan tapi ada kelebihan yang menonjoll & bisa dibanggakan, terbuktu ya bisa menjadi staf khusus presiden.
    Salut sama KBR yang terus menyarakan tentang penyetaraan disabilitas supaya bisa mendapatkan hak yang sama

    ReplyDelete
  12. Molly juga merasa kalo kesempatan berkerja sangat luas tapi utk disabilitas masih terbatas. Tapi udah mulai ada perkembangan

    ReplyDelete
  13. Oh ada lima BLK Inklusi ternyata di Indonesia, dan salah satunya ada Semarang. Aku abis dicurhati sama seseorang, banyak perusahaan yang menolak calon karyawan dengan disabilitas padahal dia mampu juga bekerja. Pernah udah kerja selama 6 bulan, kena PHK alasannya tidak bisa bekerja, sedih banget

    ReplyDelete
  14. Sampai sekarang stigma negatif masih melekat pada OYPMK, salah satunya kurangnya informasi masyarakat mengenai kusta. Semoga makin kesini banyak peluang pekerjaan untuk Disabilitas dan OYPMK

    ReplyDelete
  15. waktu nonton berita KBR ini aku kagum dengan Kerjabilitas Iya juga ya belum pernah melihat lowongan kerja untuk difabel. Alhamdulillah kini terfasilitasi dari program pemerintah juga Kerjabilitas.

    ReplyDelete
  16. Stigma negatif kudu dienyahkan ya.

    Salut bgt dgn institusi yg berhasil mendobrak stigma itu dan menerima penyandang disabilitas utk kerja d sana.

    ReplyDelete
  17. Setiap orang berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak, termasuk mendapatkan pekerjaan yang bisa dijadikan sandaran hidup. Bagus nih jika kesempatan untuk kaum disabilitas makin diperhatikan.

    ReplyDelete
  18. bagiku OYPMK it punya suatu keuinikan dan talenta unik tersendiri cuma ya itu lingkungan sekitarnya atau support systemnya harus bagus dan kuat supaya bisa menumpuhkan potensi yang dimiliki, biasanya mereka punya tekat kuat jadi sekalinya bisa diarahkan hasilnya akan bagus, namun tentu perlu wadah yang sesuai pula serta indutri tertentu yang rama OYPMK

    ReplyDelete
  19. Semoga dukungan dan edukasi yang kontinyu dari lembaga terkait dan pemerintah bisa membuka kesempatan bagi OYPMK dan disabilitas agar tetap berhak mendapatkan penghidupan dan pekerjaan yang layak tergantung dari skills yang dimiliki.

    ReplyDelete
  20. Aku kenal satu dua teman yang disabilitas kerja jd PNS mbak, jd kalau dari pemerintah sendiri juga udah ada ya, walaupun emang mungkin blm terlalu banyak. Tapi seiring waktu banyak swasta dan pemerintah mulai memperhatikan kesempatan kerja buat temen2 yang disabilitas, di samping jg menyediakan prasarana umum yg ramah disabilitas ya.

    ReplyDelete
  21. Semoga pemerintah dan pihak swasta terus membantu dan memberikan perhatian full terhadap OYPMK dan disabilitas dlm kesempatan bekerja

    ReplyDelete

Post a Comment