Akhir pekan lalu, setelah berolahraga, saya dan suami berburu kuliner khas Banjarmasin. Walau lahir dan besar di Surabaya, lidah saya cukup akrab dengan kuliner khas Banjarmasin, Soto Banjar khususnya.
Kami berdua meluncur ke daerah Kertajaya. Di sana ada kedai soto Banjar. Tak hanya soto Banjar, kedai ini juga menyajikan aneka hidangan khas Banjar lainnya seperti nasi kuning, sate ayam, hingga beragam wadai tradisional.
Namanya Soto Banjar Alalak.
Kedai ini menarik perhatian bukan hanya karena nama Soto Banjar yang menjadi menu utamanya. Di bagian kedai juga terpampang berbagai pilihan jajanan khas Banjarmasin. Ada ipau, wadai papare, bingka kentang, amparan tatak pisang, kue cincin, karaban adas manis, serta lakatan sarikaya dalam dua pilihan rasa.
Bagi saya, ini bukan sekadar tempat makan. Ada pengalaman mengenal budaya Banjar lewat makanan yang tersaji di atas meja.
Soto Banjar, Kuliner Khas Kalimantan Selatan

Soto sebenarnya bukan makanan yang asing bagi masyarakat Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki versi sotonya sendiri. Ada Soto Lamongan, Soto Madura, Soto Betawi, Soto Padang, hingga Soto Banjar.
Yang membuat Soto Banjar menarik adalah karakter kuah dan rempahnya.
Soto Banjar merupakan makanan khas masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Soto ini menggunakan ayam sebagai bahan utama dengan aroma rempah seperti kayu manis, pala, dan cengkih. Bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan merica juga menjadi bagian penting dari cita rasanya. Salah satu ciri yang menarik, Soto Banjar tidak menggunakan kunyit seperti banyak jenis soto ayam lainnya.
Isian Soto Banjar juga cukup lengkap. Umumnya terdapat suwiran ayam, soun, telur, perkedel, dan ketupat. Kuah kaldu yang kaya rempah kemudian menyatukan semua bahan tersebut.
Inilah yang membuat Soto Banjar punya karakter berbeda. Bukan sekadar gurih, tetapi ada aroma rempah yang membuatnya terasa hangat dan khas.
Mengenal Soto Banjar Alalak di Surabaya
Soto Banjar Alalak berada di Jalan Kertajaya No. 37C, Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Kedai ini memang secara khusus membawa cita rasa Banjar ke Surabaya.
Soto Banjar Alalak menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Surabaya yang menghadirkan cita rasa dan bumbu khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lokasinya sendiri cukup mudah ditemukan. Kedainya memang bukan restoran besar dengan interior mewah. Tempat makannya sederhana, dengan meja dan kursi yang membuat suasananya terasa seperti kedai makan keluarga.
Justru kesederhanaan inilah yang menurut saya membuat pengalaman makan di sini terasa lebih dekat dengan konsep depot makanan tradisional.
Baca Juga : Bukan Tahu Biasa, Mengenal Tahu Poo sebagai Ikon Kuliner Kediri
Di bagian depan terdapat papan nama besar Soto Banjar Alalak, lengkap dengan informasi menu. Ada pula layanan pesan-antar sehingga kedai ini tidak hanya melayani pelanggan yang makan langsung di tempat.
Secara online, kedai ini juga mendapatkan respons yang cukup positif. Data Google yang tersedia saat ini menunjukkan rating sekitar 4,7 dari lebih dari 100 ulasan. Soto Banjar Alalak Surabaya
Beberapa ulasan pelanggan bahkan menyebut rasa sotonya mirip dengan Soto Banjar yang mereka temui di Banjarmasin. Ada pula pelanggan yang mengaku merasa terbantu mengobati rasa rindu terhadap makanan kampung halaman.
Semangkuk Soto dengan Cita Rasa Rempah yang Khas
Menu utama tentu saja Soto Banjar.
Menurut informasi menu yang dipublikasikan Soto Banjar Alalak, sotonya terdiri dari ketupat, perkedel, irisan telur, suwiran ayam, dan soun yang kemudian disiram kuah penuh rempah. Penyajiannya bisa semakin lengkap dengan sambal dan perasan jeruk.
Bagi saya, kombinasi seperti ini yang membuat Soto Banjar menarik.
Ketupat memberikan rasa kenyang, soun membuat teksturnya semakin beragam, suwiran ayam memberikan protein, sementara perkedel dan telur membuat isi semangkuk soto terasa lebih lengkap.
Kemudian ada sambal dan perasan jeruk yang bisa disesuaikan dengan selera.
Saya justru menyukai konsep seperti ini. Kuah soto bisa dinikmati terlebih dahulu untuk mengenali rasa dasarnya, kemudian ditambahkan sambal dan jeruk sedikit demi sedikit sampai menemukan kombinasi rasa yang paling pas.
Tidak Hanya Soto, Ada Nasi Kuning Banjar
Kalau datang ke Soto Banjar Alalak, rasanya sayang kalau hanya mengenal sotonya.
Ada pula Nasi Kuning Banjar.

Berbeda dengan nasi kuning yang mungkin biasa kita temui di berbagai daerah, nasi kuning Banjar memiliki karakter lauk yang khas. Menurut informasi dari kedainya, nasi kuning tersebut disajikan bersama ayam, telur masak habang, dan perkedel kentang.
Telur masak habang menjadi salah satu elemen yang menarik.
Baca Juga : Pecel Blitar, Hidangan Sederhana yang Menggugah Selera
Bagi masyarakat Banjar, masak habang merupakan olahan berbumbu merah yang cukup populer. Warnanya memang mencolok, tetapi bukan berarti sekadar mengandalkan rasa pedas. Justru perpaduan bumbu dan rempahnya yang memberikan karakter pada lauk.
Selain nasi kuning, ada pula sate ayam Banjar yang bisa menjadi pilihan bagi pencinta kuliner khas Kalimantan Selatan.
Yang Membuat Saya Tertarik: Aneka Wadai Banjarmasin

Namun, ada satu bagian yang justru membuat saya cukup lama memperhatikan papan menu di kedai ini.
Wadai.
Bagi masyarakat Banjar, wadai merujuk pada berbagai jenis kue atau jajanan tradisional. Dan di Soto Banjar Alalak, pilihan wadai yang ditampilkan cukup beragam.
Ada ipau khas Banjarmasin, wadai papare, bingka kentang, amparan tatak pisang, kue cincin, karaban adas manis, serta lakatan sarikaya gula habang dan pandan.
Melihat deretan nama tersebut, saya langsung merasa seperti sedang membuka buku kecil tentang kuliner Kalimantan Selatan.
Ipau
Ipau merupakan salah satu jajanan khas Banjar yang menarik perhatian karena bentuknya menyerupai pie atau makanan berlapis. Teksturnya lembut dengan perpaduan rasa gurih.
Bagi orang yang belum familiar dengan kuliner Banjar, ipau bisa menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba karena karakter rasanya berbeda dari kue tradisional Jawa yang lebih sering kita temui.

Wadai Papare
Wadai papare terlihat begitu cantik dengan warna hijau dan bentuk menyerupai buah kecil. Di dalamnya terdapat isian kelapa yang memberikan perpaduan rasa gurih dan manis.
Dari tampilannya saja sudah terlihat bahwa jajanan tradisional Banjar tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Bingka Kentang
Ada pula bingka kentang.
Bingka merupakan salah satu kue tradisional yang identik dengan tekstur lembut. Versi kentang memberikan karakter tersendiri dan biasanya memiliki rasa manis serta aroma yang khas.
Bentuknya yang sederhana justru membuat saya penasaran. Apalagi bingka termasuk salah satu jajanan yang cukup dikenal dalam tradisi kuliner Banjar.
Amparan Tatak Pisang
Nama amparan tatak pisang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang.
Padahal kue tradisional ini memiliki tampilan yang cantik. Lapisan putih yang lembut dipadukan dengan pisang di bagian dalamnya.
Rasanya cenderung lembut dan manis, sehingga cocok menjadi teman minum teh atau kopi setelah menikmati makanan utama.
Kue Cincin
Kemudian ada kue cincin.
Bentuknya mudah dikenali karena memang menyerupai cincin kecil. Warnanya kecokelatan dengan tekstur yang khas.
Kue tradisional seperti ini mengingatkan saya bahwa Indonesia memiliki begitu banyak jajanan yang mungkin kalah populer dibandingkan makanan kekinian, tetapi menyimpan cerita panjang tentang tradisi masyarakat.
Lakatan Sarikaya
Yang paling menarik perhatian saya adalah lakatan sarikaya.
Di papan menu terlihat dua pilihan: lakatan sarikaya gula habang dan pandan.
Bentuknya sekilas mengingatkan pada kue lapis atau talam dengan tekstur lembut. Pilihan gula habang memberikan karakter rasa manis khas gula merah, sementara versi pandan menghadirkan aroma yang lebih familiar bagi lidah orang Indonesia.
Baca Juga : Bakso Gangsar Blitar: Kuliner yang Bertahan Melawan Tren
Dua pilihan ini menunjukkan betapa beragamnya cara masyarakat Banjar mengolah bahan-bahan sederhana menjadi kudapan yang menarik.
Menjaga Wadai agar Tidak Hilang Ditelan Zaman
Bagi saya, keberadaan aneka wadai di tempat seperti Soto Banjar Alalak punya arti lebih dari sekadar pilihan makanan.
Di tengah semakin banyaknya dessert modern, cake kekinian, dan jajanan viral, kue-kue tradisional seperti wadai tetap punya tempat.
Masalahnya, tidak semua orang mengenal namanya.
Saya sendiri justru menemukan beberapa nama makanan yang sebelumnya belum begitu familiar setelah melihat papan menu di kedai ini.
Di sinilah kuliner bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya.
Kita mungkin awalnya datang karena ingin makan Soto Banjar. Tetapi setelah melihat wadai, kita mulai bertanya: makanan apa ini? Terbuat dari apa? Dari daerah mana? Bagaimana cara membuatnya?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu sebenarnya menjadi bagian dari proses menjaga kuliner tradisional tetap hidup.
Soto Banjar Alalak, Pilihan Kuliner Banjar di Surabaya
Soto Banjar Alalak memang bukan tempat makan dengan konsep mewah. Namun, daya tariknya justru ada pada apa yang disajikan.
Ada Soto Banjar dengan aroma rempah khas. Ada nasi kuning Banjar dengan lauk masak habang. Ada sate ayam. Dan yang tidak kalah menarik, ada berbagai wadai yang mungkin sulit ditemukan di kedai makanan biasa di Surabaya.

Pada kunjungan kali ini saya telah menikmati kelezatan Soto Banjar, Nasi kuning Banjar, dan wadai Ipau serta Lakatan Sarikaya Gula Habang. Semoga kunjungan berikutnya saya bisa menikmati aneka kuliner khas Banjarmasin lainnya yang disajikan di kedai ini.
Bagi pecinta kuliner Nusantara, Soto Banjar Alalak layak masuk dalam daftar tempat yang bisa dikunjungi ketika ingin mencicipi makanan khas Banjar di Surabaya.
Di sini, kita bisa mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap: mengenal soto, nasi kuning, sate, sekaligus berkenalan dengan aneka wadai khas Banjarmasin.
Kuliner Bukan Sekadar Urusan Kenyang
Saya selalu merasa bahwa makanan punya kemampuan untuk membawa kita bepergian tanpa harus meninggalkan kota.
Semangkuk soto bisa membawa kita ke Banjarmasin.
Sepotong bingka bisa memperkenalkan tradisi.
Wadai papare, amparan tatak, atau lakatan sarikaya bisa membuat kita penasaran pada budaya yang sebelumnya mungkin belum pernah kita kenal.
Itulah menariknya kuliner Nusantara.
Indonesia bukan hanya kaya akan makanan, tetapi juga kaya akan cerita di balik makanan tersebut.
Dan Soto Banjar Alalak menjadi salah satu tempat di Surabaya yang membuat saya kembali diingatkan bahwa untuk mengenal Indonesia, kadang kita cukup mulai dari semangkuk soto dan sepotong wadai.
Jika sedang mencari kuliner khas Banjarmasin di Surabaya, Soto Banjar Alalak termasuk salah satu nama yang cukup sering masuk dalam rekomendasi kuliner lokal.
Nah ini adalah cerita saya menikmati wisata kuliner Banjarmasin di Surabaya. Kalau teman-teman ingin tahu tentang kuliner ataupun Travel di Jogya, silahkan berkunjung ke blog RianaDewi.com.

