5 Drakor Ini Gambarkan Kerasnya Pendidikan di Korea

Drakor tentang kerasnya pendidikan di Korea

Share This Post

Drama Korea tak melulu mengangkat kisah cinta yang indah. Atau tentang cerianya masa-masa sekolah. Namun, juga mengangkat bagaimana kerasnya pendidikan di Korea. Mulai dari tingkat persaingan yang tinggi, berbondong-bondong masuk akademi untuk persiapan masuk universitas bergengsi hingga jatuh bangun usaha orang tua dalam membantu proses pendidikan anaknya.

Meskipun cerita dalam drakor bisa saja di dramatisir, drakor yang mengangkat kisah pendidikan di Korea selalu naik daun, sebut saja Sky Castle, The Penthouse yang dibuat hingga 3 season, atau yang baru saja tamat, Crash Course in Romance. Ketiganya memiliki perolehan rating yang tinggi. Mungkin karena berani mengangkat realitas sosial yang ada.

Benarkah pendidikan di Korea itu keras? Drama korea apa saja yang mengangkat kisah kerasnya pendidikan di negeri para oppa ini? Baca sampai habis ya ?

Kerasnya Pendidikan di Korea

Di Korea, pendidikan adalah hal yang paling dianggap penting. Sejak dulu, orang Korea selalu mementingkan pendidikan. Sejak zaman dinasti Joseon, pendidikan sangat dijunjung tinggi di Korea. Dimana pada masa itu dianut prinsip konfusianisme. Adapun prinsip konfusianisme adalah suatu sistem ajar etika yang cinta kebajikan, kebenaran, dan penuh tata krama.

Pentingnya pendidikan di Korea ini bahkan sudah dipaparkan dalam sebuah penelitian. Berdasarkan buku ‘Korean Education’ terbitan Sigur Center for Asian Studies di George Washington University, AS, “sindrom pendidikan” masyarakat Korea salah satunya bersumber dari rasa hormat pada pengetahuan dan kepercayaan bahwa kesempurnaan manusia didapat melalui pendidikan.

Tak heran, iklim yang sangat kompetitif pun terlihat dalam proses pendidikan di Korea. Perebutan dimulai dari memilih sekolah favorit, universitas bergengsi, berburu tutor privat, hingga bersaing mendapatkan bangku di akademi. Ini membuat Korea menduduki negara dengan persaingan pendidikan tersengit.

Baca Juga : Pendidikan Berbasis Fitrah Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Saat menghadapi ujian masuk perguruan tinggi atau yang disebut Suneung, siswa SMA akan semankin dituntut untu belajar. Mereka tak hanya belajar di sekolah saja, namun melanjutkan di Hagwon atau akademi, seperti bimbel di Indonesia. Bahkan, siswa-siswa di Korea harus belajar selama 16 jam per hari. Mereka bahkan mengorbankan waktu tidurnya. Rata-rata jika siswa ingin diterima di universitas bergengsi, maka mereka hanya tidur selama 4 jam/hari. Sisa waktunya digunakan untuk belajar dan belajar.

Drakor tentang Kerasnya Pendidikan di Korea

Kerasnya pendidikan di Korea ini nampaknya menarik minat para sineas untuk diangkat dalam cerita drama. Makanya, banyak juga drakor yang menggambarkan bagaimana kerasnya pendidikan di Korea. Berikut 5 drakor yang menggambarakan kerasnya pendidikan di Korea.

Sky Castle (2018)

Drakor tentang kerasnya pendidikan di Korea

Sky Castle adalah drakor yang menceritakan kehidupan keluarga kaya di daerah perumahan elit, “Sky Castle’”. Para keluarga di perumahan elit ini sangat ambisius untuk bisa memasukkan anaknya ke SKY, akronim dari tiga universitas bergengsi di Korea, yaitu Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University.

Agar anak-anaknya bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi, orang tua berusaha mencari tutor privat terbaik. Anak-anak akan di gembleng oleh tutor privat ini. Belajar hingga larut malam.

Baca Juga : Mengintip Sistem Pendidikan Di Korea Lewat Drakor

Dalam drama ini, tutor privat terbaik menjadi rebutan. Para orang tua harus melamar dan mengikuti seleksi dari tutor yang bersangkutan.

Anak-anak dalam drama ini digambarkan sangat tertekan oleh ambisi orang tuanya. Pada masa penayangannya, drama ini selalu menempati rating tertinggi. Sky Castle dianggap menggambarkan secara nyata bagaimana kerasnya pendidikan di Korea.  

The Penthouse (2020)

Drakor tentang kerasnya pendidikan di Korea

The Penthouse adalah drama Korea yang menceritakan bagaimana perjuangan anak untuk bisa diterima di SMA Seni prestisius Cheong-Ah. Drama ini sejak awal kemunculannya sudah mencuri perhatian. Hingga akhirnya tayang dalam 3 musim, The Penthouse selalu meraih rating tertinggi. Bahkan, beberapa penghargaan didapat oleh drama ini.

Baca Juga : 4 Tipe Parenting Dalam Drama Crash Course In Romance, Kamu Tipe Yang Mana?

Dalam drama ini, penonton akan melihat bagaimana keluarga-keluarga akan melakukan berbagai langkah ekstrem untuk memastikan anak-anaknya yang berbakat dalam musik dapat diterima di beberapa sekolah terbaik dan menjadi seseorang yang hebat di industri musik klasik.

Baca Juga : Review Film “Ant – Man And The Wasp : Quantumania” , Pertarungan Scott Lang Selamatkan Keluarga

Ambisi berlebihan ini akhirnya membuat anak-anak stress dan hilang akla. Keluarga pun menjadi berantakan. Akibat melakukan segala cara agar bisa diterima di sekolah incaran. Miris.

High Class (2021)

Drakor tentang kerasnya pendidikan di Korea

High Class menceritakan bagaimana para orang tua berusaha agar anaknya bisa sekolah di sekolah elit yang ada di pulau Jeju. Sekolah elit ini bernama HSC International School. Sekolah ini adalah sekolah elit dengan fasilitas terbaik dan reputasi ternama. Hanya menerima siswa pintar dan kaya. Maklum, biaya sekolah ini sebesar 100 juta won per tahun.

High Class mengangkat kisah bagaimana anak-anak SD di HSC International School sudah dipersiapkan untuk berhasil dalam ujian masuk perguruan tinggi. Mereka sejak dini dituntut belajar dengan ketat. Baik di sekolah maupun dengan tutor.

Green Mother’s Club (2022)

Drakor tentang kerasnya pendidikan di Korea

Green Mother’s Club bercerita tentang lima orang ibu-ibu yang anaknya bersekolah di SD negeri terbaik di Korea. Para ibu ini saling berbagi tips pengasuhan dan bagaimana caranya agar anak bisa belajar dengan baik. Mulai dari memberikan asupan nutrisi terbaik hingga belajar di akademi bergengsi.

Baca Juga : Kurikulum Merdeka, Belajar Jadi Menyenangkan Dan Bermakna

Dalam drama ini, penonton bisa melihat bagaimana anak yang seharusnya sibuk bermain dengan teman-teman malah harus ditekan oleh orang terdekatnya agar mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan para orang tua pun akan disalahkan jika mereka tidak menekan anak-anaknya sesuai standar.

Drama ini memperlihatkanbagaimana kerasnya sistem pendidikan di Korea Selatan meskipun masih dalam tahap sekolah dasar.

Crash Course in Romance (2023)

Drakor tentang kerasnya pendidikan di Korea

Crash Course in Romance adalah drama terbaru yang mengangkat kisah bagaimana kerasnya pendidikan di Korea. Pada drama yang baru saja tamat ini, para orang tua bersaing untuk bisa memasukkan anaknya ke akademi paling bergengsi di Korea, Akademi Pride.

Para orang tua ini rela mengantri mendaftarkan anaknya untuk bisa belajar dengan tutor bintang, Cho Chi Yeol. Dalam drama ini ditunjukkan bagaimana siswa SMA harus belajar hingga larut malam di akademi agar bisa diterima di universitas bergengsi, kedokteran dan hukum menjadi jurusan paling diinginkan.

Ambisi yang berlebihan dari orang tua agar anaknya mendapatkan nilai baik, membuat mereka menghalalkan segala cara. Mulai dari saling sabotase hingga membeli soal ujian. Anak-anak dipaksa untuk terus belajar, mengurangi waktu tidur hingga mengosumsi obat tertentu agar tetap fokus dan terjaga saat belajar.

Penutup

Itu tadi lima drakor yang menggambarkan kerasnya pendidikan di Korea. Dari drama kita belajar, bahwa pendidikan adalah hal yang penting. Harus diusahakan sebaik mungkin. Namun tentu jangan sampai menghalalkan segala cara yang mengabaikan kesehatan anak dan menghancurkan keutuhan keluarga layaknya dalam drama.  

34 Responses

  1. Iya lhooo, banyak banget drakor yang spill kerasnya pendidikan di Korea. Liat Akademi Pride aja ngenes, masa cuma les-les an aja sampe segitu gontok2annya, ngeriiii!

  2. Di Netflix ada ya mba? Jadi pengen nonton. Ia sepakat dari drama ini bisa belajar walaupun pendidikan sangat penting tapi jangan menghalalkan segala cara.

  3. Aslii bener banget sihh, sky castle, penthouse tuh sampe bunuh bunuhan ya Allaah, yg skrg crush in romance meskipun begitu ngeri jugaaaa

  4. Luar biasa berarti ya yang bisa kuliah di Univ negeri di Korsel sana. Kebayang gimana pressure-nya masa-masa SMA yang dituntut untuk belajar banget buat masuk univ negeri. Drama-drama kayak gini bikin kita sebagai ortu banyak-banyak refleksi gitu nggak sih?

  5. Menurutku hampir setiap drakor kalo ada anak sekolahan pasti menunjukkan sisi gelap dari sekolahan itu. Yg terngiang juga tuh ada drakor School 2015, extracurricular, angry mom, pasti ada aja tentang bullying atau kompetisi yang busyeeett sekali

  6. Wah jadi belajar bagaimana Korea sistem pendidikannya ya. Jadi mengerti bagaimana akhirnya karakter mereka terbentuk seperti yang kita lihat saat ini

  7. Yap…ngak heran kalau dalam waktu belasan tahun, Korea Selatan langsung melejit menjadi salah satu negara maju, salah satunya karena SDM. Sering banget nonton drakor yang menggambarkan kondisi pendidikan di Korea, baik sebagai tema utama atau cuma nyempil di antara tema utama, yang baru aja selesai aku tonton Crash Course in Romance. Pola pikir seperti memang ada sisi positif tapi banyak juga sisi negatifnya ya. Padahal pendidikan hakikatnya untuk memanusiakan manusia itu sendiri.

  8. di antara drama-drama di atas saya baru nonton sky castle dan crash course in romance. maklum 2 drama itu ratingnya tinggi dan banyak dibahas penggemar drakor. hehe. tapi memang ngeri ya kalau melihat dunia pendidikan korea itu. persaingannya luar biasa

  9. Wah nggak ada yg pernah aku nonton KDrama.y tp di drama tema school life banyak jg yg menampilkan kerasnya dunia sekolah korea. Bahkan di dunia nyata pun ada yg mengakui itu

  10. wah sampai segitunya ya para orang tua “memaksakan” anak-anak untuk rajin belajar. Entah karena gengsi atau memang ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

    Tapi emang bener sih, pendidikan itu memang penting banget, tapi tentu tak boleh menghalalkan segala cara untuk diterima di jenjang pendidikan yang diimpikan

  11. beberapa aku nnonton drakor di atas, rasanya sedih karena orang dewasa ribet banget ngomongin kognitif doang tanpa memperhatikan social skill anak. padahal social skill itu banyak banget yaa, dan kemampuan kognitif akan hancur lebur kalau mereka ga punya itu.

  12. Keras banget ya pendidikan di sana kalau lihat dramanya.. aku bakal gimana ya kalau jadi anak sekolahan di sana.. hehe malah jadi ngebayangin deh aku. Yg paling terakhir filmnya ku sempat ngikutin. Luar biasa para emak demi anaknya masuk univ dan jurusan favorit, iyaya sampai menghalalkan segala cara

  13. Saya baru pernah nonton yang Sky Castle aja 😀
    Itupun udah lupa-lupa ingat hahaha.
    Kalau menurut saya, sebenarnya di Indonesia juga sama sih, ada juga beberapa ortu yang masih menjadikan anaknya sebagai peluru untuk egonya.

  14. Jika drakor2 itu mengambil cerita dari realita/ yg sesungguhnya maka menurutku ngeri juga ya. Nggak kebayang tingkat stress anak-anak hingga remaja di sana, dan apakah menjadi jaminan ketika masuk di PT impian akan bisa sukses seperti yg diharapkan? We never know ..

  15. Pendidikan di Korea tuh memang lebih garang dari kita, anak-anak disana juga ambisius. Beberapa teman ada yang anaknya sekolah disana dan temanku juga ada yang sekolah dan kerja disana juga. Katanya, yang kerja aja juga kalau pulang bisa dini hari, pulang cepat itu aneh bagi mereka.

  16. Kalau ditarik garis dari kehidupan sosialnya memang rata-rata pendidikan yang bagus akan menjamin status sosial masing-masing anak, kelak. Namun yang perlu diperhatikan bahwa anak-anak dengan tingkat stres yang tinggi akan menurunkan karakter sosialnya juga.

    Pinginnya punya anak yang cerdas tapi juga peduli kaya di drakor R88 gitu..
    Kompak sama sahabat juga..

  17. Saya jadi bertanya-tanya … adanya drakor Sky Castle ini, apakah menjadi pelajaran ya bagi para orang tua di Korea? Ngeri banget itu … ketika orang tua yang berambisi, anak jadi korban. 🙁

  18. Semuanya sudah nonton kecuali Green Mothers. Pastinya ketar ketir jika persaingan ada yang tidak sehat sehingga bikin pelajar jadi stress dan akhirnya memilih bundir.

  19. Aakk.. Aku baru mau nonton Crash Course in Romance niih. Sky Castle baru beberapa episode nonton, emang katanya bagus banget, tapi malah belum sempet nonton lagi, uhuhu

    Thank you rekomendasinya. Oke banget juga ya ini untuk refleksi gaya pengasuhan kita ke anak, sekaligus belajar untuk terus memperbaiki diri menjadi orangtua

  20. Nonton drama Korea aku jadi tahu kerasnya dunia pendidikan di sana. Dari Drakor yang mba Dian tulis, aku baru nonton Sky Castle sama The Penthouse. Judul terakhir itu nonton sambil tahan napas, bullying nya ngeri juga ya.

    Nah aku jadi pengen nonton Green Mother’s Club , kayaknya bagus juga

  21. Nah iya, drakor2 ini menggambarkan bener gimana kerasnya dunia pendidikan di Korea. Ngeliat anak2 sekolah pulang sampai malam aja rasanya sedih banget. Sekeras apa sih masa depan mereka sampai harus segitunya belajar

  22. Baca dan denger beberapa opini dari orang orang terkait pendidikan di Korea Selatan sungguh keras
    Ehh jadi lebih yakin lagi setelah nonton Beberapa drama korea di atas. Emang bener euy
    Tapi dari list di atas aku baru nonton yang Penthouse aja sih,,,
    Sky castle ini yang bikin penasaran juga

  23. Negara asia timur sepertinya punya budaya agak mirip ya, berlomba-lomba paling unggul dalam bidang akademik. Tapi kasian juga sih sampai mengorbankan kesehatan jasmani dan rohani gitu. Apalagi sampai main belakang demi terpenuhinya gengsi orang tua. Duh duh, miris sekali…

  24. Keras yaa persaingan di dunia pendidikan di Korea Selatan. Anak-anak dan orang tua dituntut melakukan yang terbaik untuk bisa mendapatkan sekolah dan kampus yang diinginkan yang tak jarang harus ditebus dengan harga yang sangat mahal

  25. Benar sekali mba. Aku sampai mengernyitkan kening ketika membaca bagaimana kerasnya pendidikan korea. Yang ditakutkan adalah kondisi mental health anak-anak ketika dewasa nanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore