Drama Korea tak melulu mengangkat kisah cinta yang indah. Atau tentang cerianya masa-masa sekolah. Namun, juga mengangkat bagaimana kerasnya pendidikan di Korea. Mulai dari tingkat persaingan yang tinggi, berbondong-bondong masuk akademi untuk persiapan masuk universitas bergengsi hingga jatuh bangun usaha orang tua dalam membantu proses pendidikan anaknya.
Meskipun cerita dalam drakor bisa saja di dramatisir, drakor yang mengangkat kisah pendidikan di Korea selalu naik daun, sebut saja Sky Castle, The Penthouse yang dibuat hingga 3 season, atau yang baru saja tamat, Crash Course in Romance. Ketiganya memiliki perolehan rating yang tinggi. Mungkin karena berani mengangkat realitas sosial yang ada.
Benarkah pendidikan di Korea itu keras? Drama korea apa saja yang mengangkat kisah kerasnya pendidikan di negeri para oppa ini? Baca sampai habis ya ?
Kerasnya Pendidikan di Korea
Di Korea, pendidikan adalah hal yang paling dianggap penting. Sejak dulu, orang Korea selalu mementingkan pendidikan. Sejak zaman dinasti Joseon, pendidikan sangat dijunjung tinggi di Korea. Dimana pada masa itu dianut prinsip konfusianisme. Adapun prinsip konfusianisme adalah suatu sistem ajar etika yang cinta kebajikan, kebenaran, dan penuh tata krama.
Pentingnya pendidikan di Korea ini bahkan sudah dipaparkan dalam sebuah penelitian. Berdasarkan buku ‘Korean Education’ terbitan Sigur Center for Asian Studies di George Washington University, AS, “sindrom pendidikan†masyarakat Korea salah satunya bersumber dari rasa hormat pada pengetahuan dan kepercayaan bahwa kesempurnaan manusia didapat melalui pendidikan.
Tak heran, iklim yang sangat kompetitif pun terlihat dalam proses pendidikan di Korea. Perebutan dimulai dari memilih sekolah favorit, universitas bergengsi, berburu tutor privat, hingga bersaing mendapatkan bangku di akademi. Ini membuat Korea menduduki negara dengan persaingan pendidikan tersengit.
Baca Juga : Pendidikan Berbasis Fitrah Untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Saat menghadapi ujian masuk perguruan tinggi atau yang disebut Suneung, siswa SMA akan semankin dituntut untu belajar. Mereka tak hanya belajar di sekolah saja, namun melanjutkan di Hagwon atau akademi, seperti bimbel di Indonesia. Bahkan, siswa-siswa di Korea harus belajar selama 16 jam per hari. Mereka bahkan mengorbankan waktu tidurnya. Rata-rata jika siswa ingin diterima di universitas bergengsi, maka mereka hanya tidur selama 4 jam/hari. Sisa waktunya digunakan untuk belajar dan belajar.
Drakor tentang Kerasnya Pendidikan di Korea
Kerasnya pendidikan di Korea ini nampaknya menarik minat para sineas untuk diangkat dalam cerita drama. Makanya, banyak juga drakor yang menggambarkan bagaimana kerasnya pendidikan di Korea. Berikut 5 drakor yang menggambarakan kerasnya pendidikan di Korea.
Sky Castle (2018)

Sky Castle adalah drakor yang menceritakan kehidupan keluarga kaya di daerah perumahan elit, “Sky Castle’â€. Para keluarga di perumahan elit ini sangat ambisius untuk bisa memasukkan anaknya ke SKY, akronim dari tiga universitas bergengsi di Korea, yaitu Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University.
Agar anak-anaknya bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi, orang tua berusaha mencari tutor privat terbaik. Anak-anak akan di gembleng oleh tutor privat ini. Belajar hingga larut malam.
Baca Juga : Mengintip Sistem Pendidikan Di Korea Lewat Drakor
Dalam drama ini, tutor privat terbaik menjadi rebutan. Para orang tua harus melamar dan mengikuti seleksi dari tutor yang bersangkutan.
Anak-anak dalam drama ini digambarkan sangat tertekan oleh ambisi orang tuanya. Pada masa penayangannya, drama ini selalu menempati rating tertinggi. Sky Castle dianggap menggambarkan secara nyata bagaimana kerasnya pendidikan di Korea.
The Penthouse (2020)

The Penthouse adalah drama Korea yang menceritakan bagaimana perjuangan anak untuk bisa diterima di SMA Seni prestisius Cheong-Ah. Drama ini sejak awal kemunculannya sudah mencuri perhatian. Hingga akhirnya tayang dalam 3 musim, The Penthouse selalu meraih rating tertinggi. Bahkan, beberapa penghargaan didapat oleh drama ini.
Baca Juga : 4 Tipe Parenting Dalam Drama Crash Course In Romance, Kamu Tipe Yang Mana?
Dalam drama ini, penonton akan melihat bagaimana keluarga-keluarga akan melakukan berbagai langkah ekstrem untuk memastikan anak-anaknya yang berbakat dalam musik dapat diterima di beberapa sekolah terbaik dan menjadi seseorang yang hebat di industri musik klasik.
Baca Juga : Review Film “Ant – Man And The Wasp : Quantumania†, Pertarungan Scott Lang Selamatkan Keluarga
Ambisi berlebihan ini akhirnya membuat anak-anak stress dan hilang akla. Keluarga pun menjadi berantakan. Akibat melakukan segala cara agar bisa diterima di sekolah incaran. Miris.
High Class (2021)

High Class menceritakan bagaimana para orang tua berusaha agar anaknya bisa sekolah di sekolah elit yang ada di pulau Jeju. Sekolah elit ini bernama HSC International School. Sekolah ini adalah sekolah elit dengan fasilitas terbaik dan reputasi ternama. Hanya menerima siswa pintar dan kaya. Maklum, biaya sekolah ini sebesar 100 juta won per tahun.
High Class mengangkat kisah bagaimana anak-anak SD di HSC International School sudah dipersiapkan untuk berhasil dalam ujian masuk perguruan tinggi. Mereka sejak dini dituntut belajar dengan ketat. Baik di sekolah maupun dengan tutor.
Green Mother’s Club (2022)

Green Mother’s Club bercerita tentang lima orang ibu-ibu yang anaknya bersekolah di SD negeri terbaik di Korea. Para ibu ini saling berbagi tips pengasuhan dan bagaimana caranya agar anak bisa belajar dengan baik. Mulai dari memberikan asupan nutrisi terbaik hingga belajar di akademi bergengsi.
Baca Juga : Kurikulum Merdeka, Belajar Jadi Menyenangkan Dan Bermakna
Dalam drama ini, penonton bisa melihat bagaimana anak yang seharusnya sibuk bermain dengan teman-teman malah harus ditekan oleh orang terdekatnya agar mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan para orang tua pun akan disalahkan jika mereka tidak menekan anak-anaknya sesuai standar.
Drama ini memperlihatkanbagaimana kerasnya sistem pendidikan di Korea Selatan meskipun masih dalam tahap sekolah dasar.
Crash Course in Romance (2023)

Crash Course in Romance adalah drama terbaru yang mengangkat kisah bagaimana kerasnya pendidikan di Korea. Pada drama yang baru saja tamat ini, para orang tua bersaing untuk bisa memasukkan anaknya ke akademi paling bergengsi di Korea, Akademi Pride.
Para orang tua ini rela mengantri mendaftarkan anaknya untuk bisa belajar dengan tutor bintang, Cho Chi Yeol. Dalam drama ini ditunjukkan bagaimana siswa SMA harus belajar hingga larut malam di akademi agar bisa diterima di universitas bergengsi, kedokteran dan hukum menjadi jurusan paling diinginkan.
Ambisi yang berlebihan dari orang tua agar anaknya mendapatkan nilai baik, membuat mereka menghalalkan segala cara. Mulai dari saling sabotase hingga membeli soal ujian. Anak-anak dipaksa untuk terus belajar, mengurangi waktu tidur hingga mengosumsi obat tertentu agar tetap fokus dan terjaga saat belajar.
Penutup
Itu tadi lima drakor yang menggambarkan kerasnya pendidikan di Korea. Dari drama kita belajar, bahwa pendidikan adalah hal yang penting. Harus diusahakan sebaik mungkin. Namun tentu jangan sampai menghalalkan segala cara yang mengabaikan kesehatan anak dan menghancurkan keutuhan keluarga layaknya dalam drama. Â







Leave a Reply