Tahun ajaran baru ini, si sulung naik kelas 4 SD. Saya agak deg-degan nih. Bisa tidak saya mendampinginya belajar dengan baik tahun ajaran baru nanti. Mengingat tahun 2022 ini, ada kurikulum baru. Kurikulum Merdeka, namanya.
Kurikulum Merdeka ini adalah inti dari konsep merdeka belajar. Di mana siswa bisa belajar sesuai gaya belajarnya masing-masing. Mengambangkan bakat dan minat yang dimiliki.
Macam-Macam Gaya Belajar
Setiap anak itu unik. Mereka punya bakat dan minatnya masing-masing. Begitu juga dengan gaya belajar, tiap anak berbeda gaya belajarnya. Akan optimal jika anak bisa belajar sesuai gaya belajarnya masing-masing.
Menurut Bobbi De Porter dan Mike Hernacki, dalam buku Quantum Learning : Unleashing The Genius of You, ada 5 jenis gaya belajar.
1. Gaya Belajar Auditorial
Anak yang memiliki gaya belajar auditorial ini belajar dengan cara mendengarkan. Anak yang punya gaya belajar seperti ini lebih sering bertanya untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya.
Mudah mengingat apa yang didengarnya. Biasanya tidak bisa belajar dalam suasana berisik.
2. Gaya Belajar Visual
Gaya belajar visual ini lebih fokus pada pengelihatan. Anak dengan gaya belajar visual lebih mudah mengingat dengan cara melihat. Suka membaca dan mendemonstrasikan sesuatu daripada penjelasan.
3. Gaya Belajar Kinestetik
Bila anak memiliki gaya belajar kinestetik, akan lebih cocok jika belajar di sekolah dengan sistem active learning. Di mana lebih banyak terlibat dalam proses belajar.
Belajar melalui praktik langsung. Banyak menghafal dengan cara bergerak.
4. Gaya Belajar Global
Anak yang memiliki gaya belajar global cenderung melihat sesuatu secara menyeluruh dengan gambaran yang besar, bisa melihat hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya.
Anak dengan gaya belajar global mudah belajar secara berkelompok. Sebab, dia mudah bekerja sama dengan orang lain.
5. Gaya Belajar Analitik
Anak yang punya gaya belajar analitik ini dalam memandang sesuatu cenderung lebih terperinci, spesifik, dan teratur. Tetapi terkadang kurang memahami masalah secara langsung menyeluruh.
Teratur dalam mengerjakan tugas. Dan selalu berfikir analitik berdasarkan logika.
Kalau dilihat-lihat sih, si sulung ini punya gaya belajar analitik. Saya tentu harus bisa mendampinginya belajar sesuai gaya belajarnya.
Beruntung di Zenius Education ini bisa mengakomodasi semua gaya belajar anak. Anak bisa belajar dengan gaya belajarnya masing-masing, sesuai keunikannya. Sesuai dengan kurikulum baru yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek), Kurikulum Merdeka.
BTS (Back to School) bersama Zenius Education
Selama ini banyak stigma bahwa bimbingan belajar hanya untuk anak-anak ambis. Anak yang ingin punya nilai sempurna. Ini yang membuat banyak orang menghindari bimbingan belajar (bimbel).
Padahal, bimbel itu penting. Bimbel membantu anak dalam mendalami materi. Mengasah kemampuan anak dalam memahami materi yang sudah diberikan di sekolah.
Namun, terkadang anak tidak cocok dengan metode-metode konvensional yang diterapkan di bimbel. Makanya, akhirnya banyak anak memutuskan belajar sendiri, tanpa bantuan bimbel.
Itu yang saya rasakan dulu. Selama ini saya berusaha mendampingi si sulung belajar mandiri. Namun, saya mulai kesulitan saat jenjang kelasnya semakin tinggi. Saya perlu partner dalam mendampingi anak belajar.
Beruntung bisa bergabung di Zenius Education dengan #GantiCaraBelajar bisa menjadi partner belajar si sulung. Si sulung bisa belajar dengan lebih menyenangkan. Zenius Education punya sistem pembelajaran adaptif serta ekosistem pembelajaran online-offliine yang membantu anak fokus kepada hal-hal penting dan esensial secara efektif dan efisien.
Seperti apa itu? Yuk, kita bahas bersama.
Ganti Cara Belajar bersama Zenius Education
Salah satu tips belajar yang efektif itu adalah belajar sesuai dengan kebutuhan. Belajar yang penting-penting saja. Bukan berdasarkan durasi, makin lama belajar makin baik. Bukan! Kalau terlalu lama belajar, anak bisa suntuk.
Selain itu, belajar dengan gaya belajar masing-masing tentu lebih optimal hasilnya. Tips belajar ini sudah saya rasakan sendiri hasil. Makanya, saya juga ingin si sulung belajar sesuai gaya belajarnya.
Dengan Zenius Education ini, anak bisa belajar lewat ide besar dan kerangka berpikir yang kuat. Sehingga, anak lebih memahami hal-hal mendasar pada setiap mata pelajaran. Jadi lebih mudah menyerap materi dan mampu mengerjakan soal-soal yang ada.
Online Class dengan Fitur Canggih
Belajar dengan Zenius Education ini bisa dilakukan dari rumah. Ada online class dengan beragam fitur canggih yang bisa membantu anak belajar dengan optimal.
Berikut fitur-fitur canggih dari online class Zenius
1. ZenBot, fitur ini berbasis Al yang bisa membantu anak belajar menyelesaikan beragam persoalan menantang pada pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia.
ZenBot mengajak anak belajar melalui video pembelajaran berdasarkan foto pertanyaan yang diunggah ke aplikasi.
2. Live Class, fitur ini membantu anak bisa memilih kelas apa yang diminati dan ingin diambil. Zenius Live Class ini mengakomodir anak belajar sesuai kurikulum merdeka belajar.
Live Class bisa menghubungkan anak berdiskusi dengan tutor secara langsung tentang mata pelajaran di sekolah, baik secara umum maupun spesifik. Anak juga bisa memanfaatkan Zenius Live Class ini untuk melakukan pendalaman materi.
3. Content Library, ada banyak konten pembelajaran yang bisa diakses. Content Library menyajikan 100 ribu konten ilmu Matematika, Sains dan Sosial.
4. ZenCore, fitur yang mengajak anak menguasai fundamental skil. ZenCore menyajikan setiap ilmu pengetahuan punya pilar penting.
ZenCore adalah sarana untuk melatih skill dan knowledge. Apa saja skill dan knowledge yang harus dikuasi?
CorePractice ini berupa kuis yang bisa meng-upgrade fundamental skills. Ada 3 kemampuan utama yang dilatih sekaligus sebagai fondasi dalam berpikir yaitu Matematika, Verbal & Logika, dan Bahasa Inggris.
Setiap kuis dimulai dari level 1 dan berakhir di level 100. Pada setiap permainan kita harus menyelesaikan 8 soal dengan batas waktu 120 detik. Semakin cepat menjawab, maka nilainya semakin bagus. Tapi pastikan kalau jawabannya benar, ya!
Berikut adalah beberapa kategori pada CorePractice.
1. Kategori Matematika
Tahu sendiri kan, kalau matematika itu penting banget. Matematika menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap orang. Kemampuan matematika ini membantu kita berpikir logis, hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, matematika menjadi kategori pertama pada kuis CorePractice ini.
2. Kategori Verbal & Logika
Kategori kedua yang dimainkan pada kuis CorePractice ini adalah verbal dan logika. Kategori ini berisi pertanyaan-pertanyaan sederhana yang memerlukan logika.
Di level-level awal, soalnya berupa gambar benda yang umumnya sudah kita ketahui. Nanti, tahap selanjutnya akan ada pertanyaan sebab akibat.
Semakin tinggi level yang dikerjakan, akan semakin susah juga pertanyaannya. Seru kan?
3. Kategori Bahasa Inggris
Terakhir, kita akan menjumpai kategori bahasa Inggris. Di sini anak akan menjawab pertanyaan seputar tenses dan vocabulary.
Offline Class bersama New Primagama Powered by Zenius Education
Belajar bersama Zenius Education juga memungkinkan anak belajar secara offline, lho. Anak bisa mengikuti offline class bersama New Primagama Powered by Zenius Education.
Offline class menggunakan metode Hybrid Learning dengan model pendekatan 2 guru (two teachers). Melalui pendekatan ini, anak bisa mempelajari berbagai konsep pelajaran dengan tutor secara virtual dan diskusi langsung di kelas.
Bersama Zenius Education, Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Optimis
Ganti cara belajar bersama Zenius Education ini membuat saya yakin bahwa si sulung bisa menyambut tahun ajaran baru dengan optimis. Dia bisa belajar sesuai gaya belajarnya. Zenius Education membantu penerapan Kurikulum Merdeka.
Tak hanya itu, agar bisa memberikan dampak lebih luas lagi kepada anak-anak Indonesia, Zenius menetapkan biaya berlangganan yang lebih terjaga untuk semua paket belajar yang ada di ekosistem pembelajaran Zenius.

Tahun ajaran baru ini, paket belajar Zenius bisa diakses mulai dari Rp. 199.000 per tahun. Semua paket yang ditawarkan dilengkapi dengan fitur Live Class yang membuat anak bisa mendapatkan materi secara langsung dari tutor-tutor berpengalaman.
Jadi, yuk sambut tahun ajaran baru dengan optimis bersama Zenius Education.
Download dulu Aplikasi Zenius untuk Android maupun Aplikasi Zenius untuk iOS di sini ya!
Selamat mencoba!









Leave a Reply