Cara Membuat Tanaman Hidroponik dengan Paralon yang Mudah Dilakukan Bersama Anak

Share This Post

Beberapa waktu lalu, saat liburan triwulan, si sulung ingin mengisinya dengan kegiatan bercocok tanam. Berhubung lahan di rumah kami terbatas, maka satu-satunya teknik menanam yang memungkinkan adalah hidroponik yang biasanya memanfaatkan paralon bekas yang ada di rumah. 

Apalagi cara menanam tanaman hidroponik dengan paralon itu mudah. Cocok untuk dilakukan bersama si kecil. 

Mengenal Hidroponik

Hidroponik adalah teknik bertanam tanpa menggunakan media tanah. Teknik ini mulai dikenal pada tahun 1950. Negara-negara maju seperti Australia, Jerman, dan Belanda bahkan telah menjadikan hidroponik sebagai cara bertanam. Teknik ini sangat cocok diterapkan di pemukiman dengan lahan terbatas. 

Hidroponik sendiri adalah  cara budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah dan hanya memanfaatkan air. Hal yang ditekankan dalam teknik menanam ini adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Teknik menanam ini memerlukan air lebih sedikit jika dibandingkan dengan cara menanam konvensional lainnya.

Jadi hidroponik pun juga cocok untuk wilayah dengan air terbatas. Nutrisi tanaman hidroponik bisa didapatkan dari pupuk yang digunakan, baik pupuk alami maupun buatan. 

Kelebihan Teknik Hidroponik

Cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon ini tak hanya mudah, tetapi juga punya banyak kelebihan. 

Berikut adalah beberapa kelebihan teknik hidroponik. 

  • Tidak membutuhkan media tanah.
  • Memberi hasil yang lebih banyak.
  • Lebih steril, bersih baik terhadap proses maupun hasil.
  • Media tanam bisa dipakai hingga berulang kali.
  • Tanaman yang bisa tumbuh relatif lebih cepat.
  • Bebas dari hama maupun tanaman pengganggu.
  • Nutrisi dari tumbuhan bisa dikendalikan secara lebih efisien, sehingga lebih efektif.
  • Polusi nutrisi kimia pada lingkungan lebih rendah.
  • Air yang terus bersirkulasi dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti akuarium.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik dengan Paralon

Cara Membuat Tanaman Hidroponik dengan Paralon yang Mudah

Sebenarnya ada banyak teknik hidroponik, tetapi kali ini saya hanya akan berbagi cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon yang sederhana. Teknik ini mudah dilakukan, cocok untuk pemula. Bahkan bisa dilakukan bersama anak. 

Baca Juga : Cara Membuat Kompos di Ember yang Mudah

Apalagi ini bisa memanfaatkan pipa paralon bekas yang ada di rumah. Jadi kegiatan reuse barang bekas yang ramah lingkungan pula. 

Berikut adalah cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon. 

Alat dan bahan

  • pipa paralon
  • net pot yang ukurannya lebih kecil dari diameter paralon. Jika  tidak memiliki net pot, kita bisa menggunakan cup (gelas plastik air mineral) yang telah diberi lubang di sekelilingnya menyerupai net pot.
  • penutup paralon
  • air
  • nutrisi khusus tanaman hidroponik (bisa buat sendiri atau beli yang sisa campur air)
  • media tanam untuk hidroponik (kerikil atau pelet tanah liat)
  • tanaman yang ingin ditanam hidroponik (tanaman muda yang sudah berakar dan berdaun dua)

Langkah-langkah pembuatan

  1. Lubangi pipa paralon sebesar diameter net pot. Jika  punya paralon yang lumayan panjang, beri jarak antar lubang yang satu dengan yang lain sebesar 15 cm. Gunanya agar tanaman  bisa tumbuh dengan bebas tanpa harus desak-desakkan.
  2. Tutup kedua ujung paralon dengan tutup khusus paralon. Atau jika  tidak punya tutup khusus paralon, bisa menggunakan plastik. Tutup hingga air tidak bocor.
  3. Isi paralon dengan air. Tambahkan nutrisi khusus tanaman hidroponik. Air yang diisi jangan terlalu penuh, nanti bisa meluap saat net pot dimasukkan ke dalam lubang pipa.
  4. Tanam tanaman ke dalam cup menggunakan media tanam, seperti kerikil atau pelet tanah liat.
  5. Masukkan net pot ke dalam lubang yang sudah terbentuk. Pastikan ujung atas net potnya tidak masuk ke dalam lubang paralon, agar tidak tenggelam.
  6. Cek volume air secara berkala. Jika air sudah berkurang, tambahkan lagi.
  7. Periksa juga akar tanaman secara berkala. Jika akarnya sudah terlalu lebat, guntinglah sedikit.

Tips

  • Sebaiknya  menggunakan mesin gelembung udara (untuk akuarium). Fungsinya, agar nutrisi dalam air di dalam paralon tidak mengendap dan terjadi sirkulasi air yang baik.
  • Jika tidak ada mesin gelembung udara, coba untuk menggoyang-goyangkan paralon dengan lembut setiap harinya.
  • Atau kosongkan satu lubang. Jadikan lubang itu tempat untuk mengocok air. Kocoklah air menggunakan tongkat atau sendok.
  • Untuk pemula, pilih tanaman yang mudah tumbuh. Tanaman yang mudah tumbuh biasanya sayur-sayuran daun. Selada, kangkung, dan bayam adalah beberapa jenis tanaman sayur yang mudah tumbuh.
  • Agar tanaman cepat tumbuh,  bisa juga menambahkan lampu di atas paralon untuk menyinarinya di malam hari. Gunakan dudukan lampu meja belajar untuk menyinari setiap tanaman.

Penutup

Bagaimana? Cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon cukup mudah bukan? Bisa dijadikan kegiatan bersama anak pula. 

Baca Juga : Cara Mudah Mengolah Sampah Organik di Rumah

Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman yang ingin berkebun di lahan minimalis. 

Kalau ada yang punya pengalaman seputar cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon , boleh lho share di kolom komentar. 

Terima kasih. 

Postingan ini diikutsertakan dalam eco literasi aksi melestarikan bumi, Challenge Eco 3Dop Ibuku Content Creator

30 Responses

  1. Hidroponik ternyata sudah cukup lama diperkenalkan ya sejak tahun 1950. Memang diperuntukkan terutama buat lahan yang sempit atau kurang luas. Media bukan tanah, melainkan air ini menakjubkan ya. Tanaman bisa hidup segar dengan sangat baik dengan cara ini. Semoga kapan2 aku bisa mencobanya nih di pekarangan rumah. TFS mak.

  2. Wuih mantap bercocok tanam secara hidroponik pakai paralon yang dibikin sendiri… Waktu pandemi, saya juga pernah nyoba, tapi perlengkapannya beli yang udah jadi aja, hihihi…

  3. Nah bagi yang sering mengeluh nggak bisa nanam-nanam karena halaman depan rumah yang sempit sudah di cor beton semua, ada cara lain nih. bertanam hidroponik dengan memanfaatkan pipa paralon

  4. Selada tuh bikin mupeng deh mba. Aku lihat yg pada hidroponik seladanya bagus2. Harus dicatat deh ini infonya dan diniatkeun mencoba hidroponik tuk aku ? ternyata lampu bisa ditambahkan ya untuk tetap menyinari tanaman

  5. Paralonnya pesen, Di?
    Pingin ih cobain nanem menggunakan teknik hidroponik buat di garasi samping, biar ada ijo-ijonya, gak semen ama jemuran keset, hehehe..
    Ide bagus Di.

    Btw,
    Kalo oas motong akarnya juga ada tekniknya ato gimana?

  6. Iparku pernah mencoba cara ini mba. Dan emang bagus. Nggak perlu lahan gede juga. Kebantu kebutuhan sayur mayur buat sehari hari yang terutama

  7. Bisa nih dicoba membuat tanaman hidroponik dengan paralon…bagi pemula dengan langkah seederhana bisa ya
    Kalau tetangga clusterku, halamannya dibikin budidaya sayur hidroponik, sampai bisa jadi pemasok kios organik, wah

  8. Hmm jadi PR buat aku soalnya lahan sempit di depan
    Pun banyak kucing jadinya was was paralon diacak acak kucing, hiks
    Tak coba cari solusinya deh ya

  9. kami pernah ke kebun hidroponik. Lahan sempit bisa diatasi dengan tanaman hidroponik yah, enak sih ga perlu beli sayur ke pasar. Udah petik dari kebun sendiri.

  10. Jujurly ingin coba bercocok tanam lagi apalagi yang hidroponik seperti ini, setelah berulang kali gagal bercocok tanam cara biasa
    Bisa berhasil ga ya? katanya untuk tanam menanam ini cocok-cocokan

  11. Alhamdulillah selalu ada jalan ya, Mbak. Termasuk soal tanam menanam hidroponik ini. Walau halaman terbatas, tetap bisa digunakan media paralon. Masa bisa penghematan juga. Mau nyayur, tinggal petik hehehe.

  12. Ternyata di negara orang lain sudah ada sejak dulu ya di Indonesia seperti baru-baru ini mulai banyak yg menanam dengan menggunakan cara hidroponik.

    Selalu seger mata memandang kalau lihat tanaman hidroponik. Tapi, batin dalam hati kayanya susah buatnya, padahal cukup mudah ya. Penting, harus dijaga sirkulasi udaranya.

  13. hidroponik emang aman hasilnya, dulu aku pernah buat sistem hidoponik ini pakai sistem rakit apung. Itu hasil seladanya bisa hijau, dan memang harus selalu dijaga pH airnya

  14. Pakai paralon jadi bikin tanaman hidroponik secara vertikal ya kak
    Lebih irit tempat dan ketika lagi panen kebayang deh cakepnya

  15. Tanaman hidroponik dg paralon ini oke banget sih. Apalagi buat yang lahannya sempit kayak samping rumahku. Bisa memanfaatkan hidroponik gitu.

    Semoga segera punya deh paralon-paralonnya hihihi.

  16. Udah rencana mau bikin hidroponik di lantai dua yang masih belum ada atapnya, kayaknya seru sih yaa. hihi.. cuman kek gini tuh kira-kira butuh dana berapa ya yang bagus sekalian gitu

  17. huaa tanamannya subur gitu, saya sudah lama pengen banget bisa menanam hidroponik juga, biar keperluan sayur dan dapur bisa dari kebun sendiri aja, lebih alami gitu apalagi halaman di rumah sangat sempit tapi belum kesampaian nih.
    noted nih Mbak cara buat tanaman hidroponik dari paralonnya, makasih 🙂

  18. Aku sudah mengenal teknik menanam hidroponik bahkan dgn paralon ini sejak kuliah. Masalahnya, ga segera dipraktekin. Mknya ya cmn wacana doank. Ampe lupa skrg.

    Makasih ya kak udh diingatkan kembali utk menanam hidroponik via paralon ini. Lekas nabung ah buat beli alat2nya. Udh pny green house nih. Jd tinggal instalasi paralonnya.

  19. Suamiku bikin hidroponik juga di rumah. Tapi gak pakai pipa paralon. Dia bikin sendiri dari kayu. Tanamannya dimasukkan polybag. Kreatif banget deh.

  20. Akutu tangannya gak dingin kalo ngerawat taneman.
    Hihih.. belum apa-apa uda pesimis yaa.. Tapi semoga kalau belajar dan perawatannya mudah, bisa diaplikasiin di rumah juga.

  21. Ih tjakep ternyata tanaman hidroponik ebas dari hama maupun tanaman pengganggu ya kak. Soalnya paling sebel kalo pas nanam-nanam malah kena hama. Jadi pengen nyobain bikin pake paralon juga di rumah

  22. wah keren ini bikin hidroponik di rumah. aku dari dulu pengen buat karena rumahku di ruko kan.. tapi belum kesampean aja sampe skr :)) ga jadi2 deh, cuma pakai pot2 biasa aja jadinya xD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore