Ada Benjolan di Leherku

Share This Post

Benjolan di leher
Pixabay

Beberapa hari terakhir ini, aku sibuk mondar-mandir ke rumah sakit. Hampir satu bulan, benjolan di leherku tak kunjung hilang. 

Benjolan di Leher

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku merasa ada benjolan di leherku. Cuma kali ini rasanya berbeda. Aku tak merasakan gejala sakit apapun, tiba-tiba saja leher kananku terdapat benjolan. 

Baca Juga : Pekan ASI Sedunia 2021

Benjolan di leher sebenarnya hal yang wajar, tidak selalu menjadi penyakit yang berbahaya. 

Benjolan di leher ini terjadi karena adanya pembengkakan di saluran getah bening. 

Kelenjar getah bening adalah sistem drainase tubuh yang membantu sistem kekebalan menyingkirkan bakteri, virus, dan sel-sel mati. Kelenjar getah bening terkadang membengkak, terutama jika tubuh sedang melawan infeksi.

Aku beberapa kali terkena sakit tenggorokan, biasanya saat sakit tenggorokan akan ada benjolan di leher. Kalau sembuh, benjolannya hilang. 

Tapi kali ini tidak begitu. Tidak ada keluhan apa-apa, tiba-tiba ada benjolan. Terkadang ada nyeri yang datang. Sakit banget rasanya..

Periksa ke Dokter

Karena sudah seminggu tidak ada perubahan, kuberanikan diri periksa ke dokter. Aku menuju Puskesmas Jemursari Surabaya. Faskes pratama layanan jaminan kesehatanku. 

Proses pemeriksaan di Puskesmas ini cepat. Apalagi, sebelumnya bisa daftar online lewat e-health. 

Benjolan di leher

Setelah memeriksa kondisiku, dokter pun segera merujukku ke rumah sakit. Aku sengaja memilih rumah sakit Jemursari, yang letaknya tak jauh dari puskesmas Jemursari. 

Baca Juga : Cara Atasi Perut Kembung

Dokter puskesmas merujukku ke poli bedah. Proses pelayanan di rumah sakit ini juga mudah, kok. 

Benjolan di leher

Peserta BPJS akan dilayani di rumah sakit asalkan memiliki rujukan dari faskes pratama. Saat daftar, cukup lampirkan foto copy surat rujukan dan kartu BPJS. 

Dokter bedah umum memberiku obat pereda nyeri dan antibiotik. Seminggu kemudian, aku diminta kontrol kembali. 

Poli Bedah Kepala dan Leher

Ternyata, setelah seminggu belum ada perubahan. Masih ada benjolan di leherku. Rasa nyeri juga sesekali datang. 

Benjolan di leher

Aku pun dirujuk untuk melakukan pemeriksaan USG. Setelah hasil USG keluar, aku diminta berobat ke poli spesialis bedah kepala dan leher. 

Benjolan di leher

Baca Juga : 7 Panduan Program Hamil untuk Pasangan Muda 

Sore setelah bertemu dokter bedah umum, aku seger melakukan pemeriksaan radiologi. Melakukan USG leher. Hasilnya baru keluar malam. Namun, aku ambil esok harinya. Sekalian bertemu dengan dokter spesialis bedah kepala dan leher. 

Dari hasil USG, benjolan di leherku disebabkan oleh radang kelenjar getah bening. Dokter pun kembali meresepkan antibiotik dan pereda nyeri. 

Biopsi

Seminggu setelah obat dari dokter spesialis bedah kepala dan leher habis, benjolan tak kunjung hilang. Akhirnya, dokter spesialis bedah kepala dan leher pun menyarankan aku menjalani FNAB

Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) atau biopsi aspirasi jarum halus merupakan sebuah prosedur diagnostik yang digunakan pada pasien dengan massa, seperti pada nodul tiroid dan massa payudara.

Baca Juga : SADARI Ancaman Kanker Payudara dengan Mamografi 

Prosedur ini mengambil sampel jaringan tubuh menggunakan jarum halus berukuran 22-27 G, yang digunakan untuk mengaspirasi jaringan atau cairan tubuh. Kemudian, sampel yang diambil akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan sitologi.

Agak serem juga ya prosesnya. Tapi mau gimana lagi, harus dijalani. Biar tegak diagnosanya. 

Sayangnya, biopsi ini tidak tercover BPJS jika di rumah sakit Jemursari. Aku dirujuk ke RSUD Soetomo. 

Hmm, ini akan jadi perjalanan panjang lagi. Secara, kalau berobat kesana harus siap lahir batin. Fisik nggak boleh lemah, karena pasti harus antri berjam-jam. 

Bahkan, aku disarankan oleh teman-teman yang berpengalaman berobat di RSUD Soetomo untuk datang subuh. 

Baca Juga : Ketika Menemani Rawat Inap Saat Pandemi

Aku sudah siapkan fisikku. Harus sehat biar kuat menghadapi semua prosedur pemeriksaan. 

Biar g bosan menunggu, aku sudah menyiapkan beberapa alternatif kegiatan. Mulai dari baca e-book, blog walking, nulis blog, sampai melakukan doodle.

Doodle adalah salah satu seni gambar yang cukup menarik dilakukan untuk mengisi waktu. Katanya, melakukan doodle juga bisa jadi pelepas stres, lho. 

Oke, sekian ceritaku. Doakan proses pengobatan selanjutnya berjalan lancar, ya! Nanti akan kuceritakan juga di blog. 

0 Responses

  1. Syafakillahu, Di..
    Ya Allah.. ikut sedih dengernya. Memang ikhtiar untuk sehat kembali itu banyak sekali aral melintang yaa..
    Semoga bisa dilewati dengan banyak kemudahan dan segera sehat kembali, Di.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore