Cara Memasang Menstrual Cup yang Benar

Share This Post

Cara memasang menstrual cup yang benar menjadi hal yang saya cari akhir-akhir ini. Dalam dua tahun terakhir ini, saya aktif sebagai eco blogger yang sering membagikan konten lingkungan. Tentu saja saya tak ingin sekadar membuat konten, dalam keseharian saya pun sudah menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Saya pun ingin beralih dari pembalut sekali pakai ke menstrual cup. 

Menstrual Cup, Pembalut Ramah Lingkungan

Memakai pembalut sekali pakai menimbulkan dilema tersendiri bagi saya. Banyak fakta yang mencengangkan tentang sampah pembalut sekali pakai ini. 

Cara Memasang Menstrual Cup

Menurut data yang dihimpun oleh Sustaination, di Indonesia, dalam sehari, sampah pembalut saja bisa mencapai 26 ton. Dalam sehari, rata-rata perempuan bisa mengganti pembalut sebanyak 3 sampai 5 kali.

Baca Juga : Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Menurut WHO Yang Bisa Dilakukan Di Rumah

Padahal, dampak pembalut sekali pakai ini sangat dahsyat untuk lingkungan. Pembalut terbuat dari bahan plastik yang diproduksi secara industrial dan menyebabkannya sulit terurai. Satu pembalut saja membutuhkan waktu sekitar 500-800 tahun untuk terurai. Karena terbuat dari bahan yang tak mudah terurai, jangan heran jika limbah pembalut dengan sangat mudah bisa ditemukan menggunung di TPST Bantar Gebang maupun di TPST lainnya di Indonesia.

Baca Juga : 4 Cara Mengatasi Sampah Plastik Agar Tidak Mencemari Lingkungan

Sementara sampah pembalut yang teronggok di sana lambat laun dapat mengeluarkan gas metana. Dikutip dari sebuah penelitian University of Exeter, metana merupakan salah satu unsur dalam gas rumah kaca yang menyebabkan kenaikan temperatur di permukaan bumi. Metana memiliki kekuatan 25 kali lipat lebih dahsyat dalam menyebabkan pemanasan global ketimbang karbon dioksida.

Baca Juga : Hari Kebersihan Menstruasi, Pentingnya Peran Ibu Dalam Edukasi Bersih Dan Sehat Saat Menstruasi

Cara Memasang Menstrual Cup yang Benar

Inilah mengapa sangat penting untuk berhenti menggunakan pembalut sekali pakai dan beralih ke menstrual cup. Menstrual cup terbuat dari silikon yang merupakan mineral paling berlimpah di bumi. Selain itu menstrual cup tak menimbulkan permasalahan limbah karena bisa dipakai berkali-kali.

Baca Juga : Cara Mudah Mengolah Sampah Organik Di Rumah

Memasang Menstrual Cup

Memasang menstrual cup itu mudah kok. Berikut cara memasang menstrual cup yang benar. 

Pastikan menstrual cup sudah dicuci dan steril.

Sebelum memasang, ada baiknya kamu buang air kecil terlebih dahulu untuk mengosongkan kandung kemih.

Atur posisi yang nyaman untukmu, jongkok atau duduk di kloset duduk.

Lumasi corong menstrual cup dengan air atau pelumas berbahan dasar air.

Lipat corong membentuk huruf C.

Sementara corong terlipat, gunakan dua jari lainnya untuk membuka labia vagina.

Masukkan menstrual cup secara perlahan hingga benar-benar terbuka saat sudah masuk ke dalam vagina. Pastikan kamu tenang, rileks dan tidak tegang.

Pakai jari untuk mendorong ujung bawah menstrual cup hingga mendapatkan posisi yang pas.

Biasanya, saat menstrual cup sudah pas terpasang akan ditandai dengan terdengarnya bunyi ‘pop’.

Penutup

Setelah tahu bahwa cara memasang menstrual cup yang benar itu mudah, saya semakin yakin untuk menggunakannya. Apalagi, seorang teman blogger Surabaya pernah bercerita, bahwa menggunakan menstrual cup itu aman. 

Baca Juga : Peran Perempuan Terhadap Lingkungan

Sekarang saya tak perlu khawatir lagi. Saat menstruasi, saya tak perlu lagi mencemari lingkungan dengan pembalut sekali pakai. 

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah sudah menggunakan menstruasi cup ? 

Postingan ini diikutsertakan dalam eco literasi aksi melestarikan bumi, Challenge Eco 3Dop Ibuku Content Creator

22 Responses

  1. Sepertinya perlu mencoba ini, walau sih masih agak takut buat nyoba. Apalagi katanya sebaiknya yang udah merit yang mencobanya

  2. Aku uda punya nih menstrual cup.
    Tapi sepertinya salah ukuran, hiiks.. Padahal pas pesennya uda bener siih, untuk yang lahiran normal. Tapi masih berasa gak nyaman euuii.. setelah aku baca-baca, katanya.. bisa jadi aku salah ukuran.

    Jadi kudu berburu menstrual cup yang baru lagi nih..
    Demi menjaga bumi agar minim sampah anorganik yang bisa meracuni lingkungan.

  3. Kesannya sepele dan pilih yg praktis, banyak cewek2 sukanya beli yang sekali pakai dan langsung buang. Padahal ini bisa merusak lingkungan ya kak. Emg sih daya rusaknya ga kayak plastik yg susah banget terurai. Tapi kan pembalut kyk gini ya susah terurai jg. Mending pake yg menstrual cup. Jd lbh ramah lingkungan ya kak.

  4. Mbak, beneran tanya nih, buat yang masih single belum pernah ngulik2 di vaginanya tuh ngebayangin aja ngeri gitu, beneran bisa pake mens cup ini ya? aku selama ini sih pake menspad aja, pembalut kain. dari tahun 2019. Cuma dari pandemi kemarin mau nyoba menscup ini masih maju mundur 😀

  5. jujurly secara konsep aku tertarik sih pakai menstrual cup ini, cuma kok masih enggan aja gt pakainya, pdhl katanya lbh bagus drpd pakai pembalut

  6. Bisa nih dicobaa yaa mba, selain ramah lingkungan juga bikin lebih sehat jugaa ngga terpapar sama kapas dan bahan2 kimia dalam sepekan, apalagi di area sensitif kek gitu

  7. Jujur aku belum berani pakai menstruasi cup. Bayanginnya gimana gitu pas masangnya. Tapi keren sih produknya bisa ramah lingkungan juga

  8. Hayuk mbak Dian … praktik langsung 😀
    awalnya kayak gimana gitu tapi setelah tahu tekniknya, B aja kok bahkan terlalu nyaman pakai menscup sampai lupa sedang haid.
    Aku belum bisa mengurangi sampah popok bayi jadi pakai menscup itu ikhtiarku mengurangi pembalut.

    1. Baru baca sama membayangkan, kok rasanya masih ngeri ya, Mbak. Sepertinya perlu memantapkan hati dan ilmu tentang menstrual cup ini biar berani praktiknya. Makasih infonya, bermanfaat Mbak

  9. Aku belum beli lagi mens-cup yang sesuai dan nyaman, Di.
    Padahal ini penting untuk menjaga lingkungan dan menjaga dompet. Hematnya bisa berkali-kali lipat setelah menggunakan menstrual cup.

    *mens-cup ku yang lalu curiga ukurannya kegedean deh… kaya gak nyaman banget pas aku pakai.

  10. Baru baca sama membayangkan, kok rasanya masih ngeri ya, Mbak. Sepertinya perlu memantapkan hati dan ilmu tentang menstrual cup ini biar berani praktiknya. Makasih infonya, bermanfaat Mbak

  11. Hmmm boleh juga nih. Melakukan gerakan ramah lingkungan yang dimulai dari diri sendiri dengan menggunakan menstrual cup. Akan tetapi harus paham cara pemasangan yang benar dan tepat agar aman dan nyaman untuk diri sendiri. Sehingga konsisten melakukan gerakan ramah lingkungan dan juga nyaman untuk diri sendiri.

  12. Berapa kali mau nyoba masih ngeri-ngeri sedap. Padahal mwmstrual cup ramah lingkungan banget. Masya Allah .. tapi belum datang lagi nih setelah mengASIhi si Bayi

  13. Aku udah mulai coba pake si menscup ini. Btw selain lipatan C kalau ngga nyaman bisa pake yang punch-down fold. Selan bunyi “pop” kalo berhasil masuk biasanya ujunh mens cup juga susah ditarik karena dia kan modelnya seperti vacum. Kalau masih bisa ditarik-tarik dengan mudah berarti belum terpasang sempurna atau belum terbuka di dalam. Bisa diputar-putar sedikit

  14. Sudah lama pingin nyobain tapi masih takut ngak nyaman, padahal kalau sudah terbiasa katanya sih nyaman-nyaman aja, tapi kalau untuk jangka panjang dan lebih peduli dengan lingkungan, penggunaan menstrual cup harus banget dipertimbangkan.

  15. Buat teman-teman yang belum menikah dan merasa kurang nyaman dengan menstrual cup, ada juga alternatifnya yang ramah lingkungan. Pembalut yang bisa dicuci. Bentuknya seperti pembalut biasa. Namun bahannya seperti kain dan bisa dicuci.

  16. Saya beralih ke menspad mba, kalau baca disini cara pakai menstrual cup sebenarnya nggak sulit ya. Tapi bayangan saya kok masih ngeri gitu ya.

    Malahan, saya dengar cerita orangtua dulu, mertua saya. Mereka dulu tidak oernah pakai pembalut sekali pakai. Mereka memakai kain yang dilipat berkali-kali saat sedang haid. Justru tidak menimbulkan sampah ya, tapi entah terkait kenyamanannya

  17. Harusnya semua wanita beralih ke model pembalut macam menstrual cup gini yaa, biar tidak menambah problem lingkungan, tapi ko aku ngelu ngebayanginnya. Harus menguatkan hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore