Tahun ajaran baru kali ini, anak-anak kembali ke sekolah. Setelah dua tahun mereka sekolah dari rumah. Timeline media sosial pun ramai dengan postingan bekal sekolah anak.
Pro Kontra Bekal Sekolah Anak
Media sosial diramaikan dengan beragam postingan bekal sekolah anak. Nggak hanya posting gambar, banyak juga yang posting video menyiapkan bekal. Ya ampun, pada hebat. Bisa banget tiap pagi menyiapkan bekal yang penuh effort itu.
Nggak cuma ramai dengan beragam gambar bekal sekolah anak, di media sosial juga banyak pro dan kontra. Ada yang bilang, kenapa menyiapkan bekal harus seestetik itu? Kenapa harus dibikin ribet kalau bisa simple?
Ada juga yang berpendapat bahwa momen membawakan bekal sekolah anak ini bikin ibu-ibu jadi lebih konsumtif. Nggak cuma beli kotak bekal yang lucu-lucu, tapi juga beberapa printilannya. Mulai dari cetakan, tusukan makanan, sendok, garpu, dan lain sebagainya.
Belum lagi komentar tentang isi bekal. Kalau ada yang posting bekal isinya makanan instan, duh diserang deh dengan beragam komentar nyinyir.
Jadi serba salah, ya. Bikin bekal estetik dikomentarin. Bikin bekal isinya makanan instan juga dinyinyirin.
Manfaat Membawakan Bekal Makanan Buat Anak
Terlepas dari beragam pro kontra tentang bekal anak di media sosial, membawakan bekal makanan untuk anak itu penting dan punya banyak manfaat. Begitu pentingnya membawa bekal, pemerintah menetapkan Hari Bekal Nasional.
Yup, setiap tanggal 12 April, diperingati sebagai Hari Bekal Nasional. Peringatan ini berdasarkan usulan sebuah perusahaan peralatan rumah tangga multinasional yang bekerjasama dengan BPOM, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan.
Latar belakangnya adalah ditemukan banyak sample pangan jajanan anak sekolah yang mengandung bahan kimia berbahaya. Inilah yang membuat pemerintah mendorong setiap orang tua membawakan bekal makanan untuk anaknya.
Tak hanya mencegah anak-anak makan pangan jajanan yang berbahaya, membawa bekal makanan juga punya banyak manfaat, diantaranya.
Hemat
Bawa bekal makanan tentu bisa lebih hemat. Uang jajan anak bisa utuh. Jadi bisa digunakan untuk keperluan lainnya, misalnya buat ditabung, beli buku, beli mainan dan lain sebagainya.
Memenuhi kebutuhan gizi anak
Membawa bekal makanan bisa membantu orang tua memenuhi kebutuhan gizi anak. Orang tua bisa membawakan bekal sesuai pedoman gizi seimbang.
Bukti cinta ibu
Bekal makanan adalah bukti cinta ibu. Ibu membuat bekal dengan penuh cinta. Ingin anaknya tetap memiliki asupan yang baik saat belajar di sekolah.
Bekal Anak yang Murah, Simple, dan Lezat
Lalu, bagaimana sih baiknya bekal makanan untuk anak? Kalau saya sih, pilih yang murah, simple dan sehat.
Murah
Membuat bekal makanan murah itu mudah. Sesuaikan dengan uang belanja. Beli di pasar tradisional, atau memanfaatkan diskon mingguan di minimarket.
Simple
Buat saya bekal itu yang simple, yang mudah disiapkan dan dimakan oleh anak. Tak perlu banyak printilan yang sifatnya estetik.
Lezat
Berikan bekal yang lezat, yang sesuai selera anak. Bekal lezat tentu akan membuat anak semangat menghabiskan bekal makanannya.
Contoh Bekal Anak yang Murah, Simple dan Lezat
Meskipun anak-anak homeschooling, saya tak ketinggalan membuatkan mereka bekal. Ketika waktu istirahat, mereka makan bekalnya.
Ini adalah contoh bekal anak yang murah, simple, dan lezat yang saya berikan
1. Nasi nori – buah – biskuit – permen
2. Sosis – jeruk – wafer – biskuit
3. Sandwich – permen – biskuit
Demikian ide bekal anak yang murah, simple, dan sehat. Semoga postingan ini bisa membuat teman-teman makin semangat menyiapkan bekal makanan untuk anak. Boleh lho kasih ide lain tentang bekal makanan yang murah, simple, dan sehat di kolom komentar.











Leave a Reply