
Di jurnal kedua Bunda Saliha ini, para mahasiswi diminta untuk saling review jurnal. Melakukan feedback system sebagai salah satu bentuk problem based learning yang menjadi cara belajar di kampus Ibu Pembaharu ini.
Teman Review
Senang sekali punya teman review yang garcep. Saya dihubungi duluan dengan teman review saya. Bahkan sudah antusias untuk membahas jurnal di pertemuan pertama kami. Hehe.
Baca Juga : Memulai Kuliah Bunda Saliha di Kampus Ibu Pembaharu
Teman Review saya adalah mbak Rusna Maeswari, atau biasa dipanggil Mbak Una. Anggota dari IP Jember.
Mbak Una adalah seorang Qur’an Journalers yang sangat antusias dalam bidang self development. Dengan background Ph.D nya, memilih berkarya dari dalam rumah.
Luar biasa kesibukannya. Mulai dari mendirikan Naminauna Institute, Muslimah Qur’an Journaling, Great Rus English hingga membuka usaha Sambal Perawan, oleh-oleh khas Jember.
Review
Mbak Una memilih menjalankan hidup sesuai Al Qur’an sebagai masalah yang ingin diselesaikan dalam kuliah Bunda Saliha ini. Menurut Mbak Una, selama ini belum bisa menjalankan hidup sesuai Al Qur’an secara kaffah. Akibatnya, masih sering kesulitan mengendalikan emosi dan mengolah ekspektasi.
Setelah kami berjumpa via virtual, ternyata ada beberapa feedback yang bisa saya berikan atas identifikasi masalah Mbak Una.
Masalah Mbak Una terlalu luas, sehingga perlu dibuat spesifik. Agar bisa fokus diselesaikan. Setelah ngobrol bersama, akhirnya saya tahu bahwa masalah yang ingin diselesaikan oleh Mbak Una adalah bagaimana melakukan self development Qur’ani. Mengolah emosi berdasarkan Al Qur’an.

Selain itu, setelah diteliti lagi ternyata masalah tersebut bukan masalah pribadi. Melainkan masalah dari lingkungan disekitarnya.
Berangkat dari kepedulian Mbak Una terhadap lingkungan disekitarnya, Mbak Una ingin memecahkan masalah tersebut selama proses perkuliahan Bunda Saliha ini.
Mbak Una ingin membantu masyarakat disekitarnya untuk memiliki pengelolaan emosi secara Qur’ani. Masyaallah…
Mencari Solusi Bersama
Kemudian kami juga berdiskusi tentang bagaimana cara menyelesaikan masalah Mbak Una ini. Saya melihat selama ini Mbak Una sudah terampil dalam melakukan self development Qur’ani ini. Dimulai dari rutin menulis jurnal syukur hingga Qur’an Journaling.
Baca Juga : Identifikasi Masalah, Langkah Awal Menjadi Ibu Pembaharu
Tentu langkah-langkah ini bisa dilakukan juga terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. Mengajak orang-orang disekitar mengolah emosi dengan mulai rutin menulis jurnal syukur dan Al Quran journalling.
Bila sudah bisa dilakukan, InsyaAllah emosi bosa lebih terkendali. Bisa tetap tenang menghadapi segala situasi. Tidak ada yang lebih ampuh selain solusi dari Al Qur’an, setuju?
Rencana Kolaborasi
Di akhir pertemuan kami, terlintas ide untuk melakukan kolaborasi bersama. Menggabungkan potensi kami masing-masing.
Ide yang muncul sih kemungkinan kami akan live bersama di Instagram, atau bisa juga dengan membuat konten podcast bersama. Bisa juga mungkin dengan menulis buku berdua. Hmm siapa tahu kan?
Penutup
Demikian jurnal kedua kali ini. Saya senang bisa bertemu teman review seperti Mbak Una. Orangnya ramah dan tidak segan memberi masukan.
Semoga kami bisa terus menjalin silaturahmi. Dan rencana kolaborasi bisa dilakukan.
Saya juga senang dengan sistem belajar di Ibu Pembaharu ini. Melalui problem based learning ini saya jadi tahu apa masalah yang saya hadapi. Dan belajar dari masalah tersebut. Berproses mencari jalan keluar dari masalah yang ingin dipecahkan.



Leave a Reply