Kala Si Kecil Ikut Gerakan Adopsi Hutan

Share This Post

Adopsi Hutan

 

Gerakan Adopsi Hutan – Sebelum tidur, saya selalu membacakan buku kepada anak-anak. Kali ini buku yang kami baca judulnya “Spesies Apa yang Terancam Punah”. Cerita dalam buku ini sangat menarik. Setelah membaca buku, kami terlibat obrolan panjang, anak-anak ingin tahu mengapa hewan dan tumbuhan terancam punah. Apa yang terjadi bila hewan dan tumbuhan punah. Dan bagaimana bisa melindungi hewan dan tumbuhan. Hingga mereka juga tertarik dengan gerakan adopsi hutan.

Adopsi Hutan
Membaca buku sebelum tidur | Dokpri

Hutan dan Kehidupan


Adopsi Hutan
Hutan dan Kehidupan | Pixabay



Anak-anak ingin tahu, kenapa hewan dan tumbuhan bisa punah. Saya pun mulai bercerita. Saya awali dengan bercerita tentang hutan.

Selama ini anak-anak mengenal hutan sebagai tempat dimana banyak pohon-pohon tumbuh. Hutan juga menjadi tempat bagi banyak hewan.

Saya menceritakan kepada anak-anak bahwa hutan bukan hanya tempat tinggal bagi tumbuhan dan hewan saja. Hutan adalah sumber kehidupan. Hutan membantu kelangsungan hidup manusia.

Dari hutan manusia bisa mendapat sumber pangan yang beranekaragam. Hutan juga menyediakan beragam tanaman obat yang berkhasiat. Hutan pula yang membantu menyediakan udara dan air bersih bagi kehidupan manusia.

Bahkan hutan juga memberikan perlindungan bagi manusia dari beragam bencana. Hutan mencegah terjadinya beragam bencana seperti banjir, erosi hingga tanah longsor.

Begitu besarnya peran hutan bagi kehidupan. Tanpa hutan, kehidupan tidak pernah ada. Jadi, tentu sangat penting bagi kita semua untuk melestarikan hutan.

Dampak Kerusakan Hutan


Adopsi Hutan
Kerusakan Hutan | Pixabay



Hutan sebagai sumber kehidupan tentu harus dijaga dengan baik. Namun sayangnya, beragam aktivitas manusia seperti penebangan liar, pembukaan lahan, pemburuan liar dan lain sebagainya membuat hutan menjadi rusak.

Kerusakan hutan ini nanti juga akan merugikan manusia sendiri. Selain kehilangan sumber pangan dan terancam krisis air serta udara bersih, masih banyak dampak negatif dari kerusakan hutan.

Pertama, adanya perubahan iklim. Perubahan iklim terjadi ketika hutan tak lagi mampu menyerap gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Suhu bumi meningkat, perubahan iklim yang ekstrim akan terjadi.

Kedua, kerusakan hutan juga menyebabkan tumbuhan dan hewan punah. Menurut National Geographic, sekitar 70% tumbuhan dan hewan hidup di hutan. Kerusakan hutan akan mengancam habitat mereka, hingga akhirnya mereka menjadi punah.

Ketiga, terganggunya siklus air. Hutan yang terdiri dari banyak pepohonan memiliki peran penting dalam siklus air. Bila tak lagi ada pohon di hutan, maka siklus air menjadi terganggu. Curah hujan akan semakin sedikit.

Keempat, kerugian ekonomi. Hutan menjadi sumber ekonomi. Banyak masyarakat menggantungkan hidupnya dari hutan. Kerusakan hutan akan membuat banyak orang kehilangan penghasilan.

Kelima, mempengaruhi kualitas hidup. Hutan yang rusak akan membuat kita kesulitan mendapatkan udara dan air bersih. Tentu ini bisa mempemgaruhi kualitas hidup kita. Kesehatan kita pun terancam.

Upaya Pelestarian Hutan

Setelah tahu banyaknya dampak negatif dari kerusakan hutan, tentu kita menjadi semakin sadar untuk melestarikan hutan. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ikut serta melestarikan hutan.

Mulai dari tidak menebang pohon sembarangan, menjaga kebersihan hutan dari sampah, ikut serta menanam pohon hingga berdonasi untuk program pelestarian hutan.

Gerakan Adopsi Hutan


Adopsi Hutan
Adopsi Hutan |harihutanid



Saya pun bercerita tentang gerakan adopsi hutan. Ya, adopsi hutan ini menjadi salah satu upaya dalam menjaga kelestarian hutan. Adopsi hutan adalah program yang bertujuan menggalang donasi untuk upaya pelestarian hutan. Gerakan ini diluncurkan tepat pada perayaan Hari Hutan Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2020.

Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong menjaga hutan yang masih ada, mulai dari pohon tegaknya, hewannya, flora eksotisnya, serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapapun di mana pun bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya.

Cara berpartisipasi dalam gerakan adopsi hutan ini sangat mudah. Kita bisa berdonasi melalui platform kitabisa.com.  Link donasi juga bisa kita dapatkan via laman situs harihutan.id. Klik menu Adopsi Hutan. Nanti kita bisa memilih nominal donasi dan metode pembayarannya.

Semua dana yang terkumpul dalam donasi ini, akan disumbangkan kepada lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pelestarian hutan.

Adopsi Hutan
Si Kecil Memberikan Uang Tabungannya | dokpri

Si kecil antusias mendengar cerita saya tentang gerakan adopsi hutan ini. Kemudian, dia pun memberikan celengannya. Katanya, sebagian uang dalam celengannya ini mau ia sumbangkan untuk gerakan adopsi hutan. Ah, saya pun terharu. Meski jumlah uang yang disumbangkan tidak besar, saya senang. Ternyata si kecil sudah peduli dengan hutan. Dia ingin menjaga hutan, karena dia tahu bahwa hutan sangat penting untuk kehidupan. 

Adopsi Hutan
Donasi si kecil | Dokpri

Referensi :

1. 9 Dampak Akibat Kerusakan Hutan Bagi Lingkungan Hidup
https://wanaswara.com/9-dampak-kerusakan-hutan-bagi-lingkungan-hidup
2. Studi Terbaru : Dampak Iklim Karena Kerusakan Hutan Lebih Parah dari Perkiraan 
https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/02/070300565/studi-terbaru-dampak-iklim-karena-kerusakan-hutan-600-persen-lebih-parah 
#HariHutanIndonesia
#HutanKitaJuara
#AdopsiHutan
#HIIXBPN
#BlogCompetitionSeries

0 Responses

  1. Wuih, keren ya si kecil udah bisa berkontribusi untuk kelestarian hutan. Selamat ya dan terimakasih Cantik. Semoga hutan kita lestari selalu. Aamiin…

  2. Masya Allah si kecil antusias sekali, bahkan menyerahkan celengannya untuk kelestarian hutan. Saluuutt

    Suka deh sama program adopsi hutan ini, mengajak kita semua untuk peduli hutan.

  3. Saling memantau bagaimana perkembangan hutan, pohon apa saja atau lahan di bagian mana kering, dsb. Bagus ini cara adopsi hutan, karena kita harus saling menjaga hutan

  4. Saya jadi inget dengan uwak-uwak di kampung ortu mba, taraf hidup mereka masih dibawah kemiskinan, dan masih sangat bergantung dengan hasil hutan dan sungai. Jika hutan mengalami perubahan mereka yang paling merasakan efeknya secara langsung

  5. Hutan musnah, hanya tinggal menunggu waktu manusia pun punah. Semoga orang yang sadar akan lebih banyak daripada yang serakah ya Mba. Sedih liat tiap tahun di tempatku selalu kebakaran hutan

  6. keren banget, mbaak.. menanamkan mindset untuk berkenan ikut kegiatan adopsi hutan sejak dini bisa jadi salah satu cara untuk menyelamatkan bumi di masa depan ya.

  7. Alhamdulillah ada gerakan seperti donasi hutan ini. Insya Allah membantu mengatasi kerusakan hutan dan pemulihannya. Padahal adanya hutan penting untuk bumi

  8. Masyaallah, hebaat. Semoga berkah selalu rezekinya bun dan anak-anak bisa menjadi kebanggaan keluarga. Bisa jadi inspirasi untuk anak-anak lain nih, biar semakin cinta sama lingkungannya.

  9. Masya Allah… dari kecil memang harus sudah ditanamkan pentingnya menjaga alam ya mbak. Dari hal simpel seperti berdonasi untuk adopsi hutan, anak-anak bisa ikut serta menyelamatkan bumi 🙂

  10. Keren…bagus jika diajarkan sejak dini kepedlian seperti ini. Begitu besarnya peran hutan bagi kehidupan. Tanpa hutan, kehidupan tidak pernah ada. Jadi, tentu sangat penting bagi kita semua untuk melestarikan hutan. Termasuk meneladankan pada anak-anak kita sebagai generasi mendatang

  11. Keren banget ini orangtuanya mengajarkan kepada si kecil untuk mencintai hutan Indonesia dengan melakukan adopsi hutan. Semoga kelak kamu bisa melihat hutan Indoensia yang indah dan bisa diceritakan nanti kalau kalian ikutan andil dalam donasi hutan Indonesia.

  12. Wah keren si adek. kecil-kecil udah ikut adopsi hutan. Semua banyak orang dewasa yang malu nih. Soalnya adopsi hutan ini gak susah ya. Gak mesti juga butuh uang yang besar. Bisa dimulai dengan nominal yang kecil. Semoga banyak yang ikutan adopsi hutan kayak si adek ya.

  13. Perubahan iklim entah sudah mulai terjadi atau belum, saya kurang paham. Namun terasa sekali kalau suhu udara saat ini makin panas terik. Apalagi buat saya yang tinggal di Bogor. Udah nggak berasa lagi dinginnya daerah ini. Semoga dengan adopsi hutan, hutan tetap terjaga untuk generasi selanjutnya.

  14. Anak2 usia berapa? Masih kecil sudah bisa menangkap bagaimana cara adopsi hutan, ya. Hebat! Anak saya masih 2.5 th, saya suka cerita bahwa di hutan ada banyak hewan dan tumbuhan, seperti yg ada di taman safari. Kan aslinya memang hutan rumah mereka. Tapi ada banyak alasan mengapa kemudian hewan2 tersebut tak lagi di hutan. Semoga hutan kita terus ada sampai anak cucu saya tahu dan mengenal hutan. Tugas kita sekarang adalah dg mengadopsi hutan

  15. Masyaa Allah yah mba, dari mereka ini lah timbul secercah harapan buat keberlangsungan hutan Indonesia khususnya,, dari mereka yang ditanamkan value tentang pentingnya hutan Insyaa Allah bisa menjadi kampanye besar yang bermula dari anak-anak kita.. Aminn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore