Ketika Harus Menemani Rawat Inap di Masa Pandemi

Share This Post

Rawat Inap

Ketika Harus Menemani Rawat Inap di Masa Pandemi – Pandemi Corona COVID-19 belum berakhir. Sudah setahun ini kita semua harus berjuang hidup bersama dengan virus yang belum ada obatnya ini. Beruntung sudah ada vaksinnya sekarang, harapannya virus ini bisa ditekan laju penyebarannya. 

Saat pandemi ini, tentu kita dituntut harus lebih menjaga daya tahan tubuh. Jangan sampai sakit apalagi jika harus dirawat inap. Tapi bagaimana bila tak dapat dicegah? Bagaimana bila akhirnya kita sakit dan ternyata harus dirawat di rumah sakit? Seperti yang dialami oleh suami tadi malam. 

Ketika Sakit Menyerang

Beberapa hari terakhir ini, suami mengeluh perutnya sakit. Perut sebelah kirinya nyeri. Rasanya seperti dicengkram. Dia juga kesulitan BAB (Buang Air Besar). 

Awalnya, sakitnya hanya sekali sehari. Namun hari jum at kemarin sakitnya datang lebih sering. Puncaknya di sabtu malam, suami tidak tahan lagi. Dia ingin menemui dokter. 

Kami berdua pergi ke dokter pribadi yang bepraktik di dekat kantor suami, jaraknya 6 km dari rumah. Terpaksa, anak-anak ditinggal berdua di rumah. Sebab yangtinya baru saja pulang. 

Rawat Inap

Ternyata, dokter tidak praktik. Kami pun segera meluncur ke rumah sakit Siti Khadihah yang ada di Sepanjang. Maksud hati berobat kr poli penyakit dalam. Apa daya dokter sudah tutup. 

Kami pun beranjak ke IGD. Beruntung suami segera ditangani. Proses pelayanan juga cepat. Dokter segera memeriksa kondisi suami.

Berubung yang nyeri adalah perut sebelah kiri, dokter menyarankan untuk dirawat inap. Agar lebih mudah melakukan observasi dan pengobatan. 

Baca Juga : Memetik Hikmah Ditengah Corona

Tanpa pikir panjang, saya setuju. Saya pun segera mengurus perlengkapan administrasinya. Tak lupa menelpon adik untuk segera membawa anak-anak ke rumah adik. 

Saat Harus Rawat Inap

Petugas rumah sakit bertanya, apa suami punya asuransi. Alhamdulillah punya. Berhubung suami seorang ASN (Aparatur Sipil Negara), maka suami punya asuransi kesehatan. Dulu namanya ASKES, sekarang jadi BPJS Kesehatan. 

Meski tidak membawa kartu BPJS, petugas rumah sakit bisa mencatat nomer BPJS suami, sebab datanya sudah bisa diakses secara online. Alhamdulillah, proses administrasi berjalan lancar. 

Baca Juga : Posyandu Fair

Saat di IGD, suami pun segera ditangani. Mulai dari cek lab hingga foto rontgen. Setelah itu kami masuk ke kamar perawatan. 

Harusnya, suami menerima layanan kamar kelas satu. Tetapi berhubung kamar kelas satu penuh, kami pun harus masuk ke kamar kelas dua. Tak apalah, yang penting segera dapat kamar dan bisa istirahat.

Menjaga Pasien Rawat Inap

Duh, asli saat suami sudah berada di kamar rumah sakit, saya baru kepikiran. Bagaimana dengan saya, jangan sampai saya ikutan drop. Kasihan suami dan anak-anak klo saya drop. 

Maka ada beberapa hal yang saya lakukan agar tetap sehat meski harus bolak-balik rumah dan rumah sakit. 

1. Makan teratur

Meski lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit, saya selalu berusaha untuk makan teratur. Jangan sampai telat makan, biar nggak ikutan tumbang. Maklum saya juga punya penyakit maag. 

2. Cukup istirahat

Saya juga berusaha tetap cukup istirahat. Meski harus tidur dilantai beralaskan selimut tipis, saya berusaha untuk tidur nyenyak. Atau saat pulang ke rumah untuk berbersih, saya akan menyempatkan tidur sejenak.

Baca Juga : Prinsip CINTA Keluarga Kita dalam Menyusui

3. Minum vitamin

Tak lupa saya minum vitamin. Agar ketahanan tubuh tetap terjaga.

4. Sedia camilan favorit

Cokelat wajib ada! Ya, saya nggak lupa beli cokelat. Saya klo stres lebih sering ngemil, dan cokelat jadi pilihan camilan favorit. Bisa makan camilan favorit, pastinya bikin saya rileks dan bahagia. 

5. Tetap menulis


Saya membawa laptop ke rumah sakit. Berusaha tetap menulis setiap hari. Menulis untuk healing dan juga menyelesaikan pekerjaan sebagai content writer. 

6. Patuhi protokol kesehatan

Tak lupa saya tetap mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker, menjaga kebersihan tangan dan selalu sedia handsanitizer. 

Alhamdulillah sejauh ini kondisi suami semakin membaik. Nyerinya hilang dan mulai enak makan. Juga tidak kesulitan BAB. 

Saya pun masih sehat dan tetap produktif meski harus menemani suami di rumah sakit. 

Menemani rawat inap saat pandemi, memang tidak mudah. Tapi tetap harus dijalani dengan sebaik-baiknya. 

Mohon doanya ya, biar suami bisa cepat pulih. Dan saya pun juga selalu sehat. 

Terima kasih…

27 Responses

  1. semoga suami cepat pulih ya mbaaak…
    Rawat inap selama pandemi, pasti rasanya berbeda dg saat normal.
    Sudah bener bangeet upaya mbak Dee utk juga menjaga kesehatan pribadi. Jangan sampai nungguin orang sakit malah ikutan sakit.

  2. Pasti beda rawat inap saat situasi normal dan saat pandemi seperti sekarang ya. Syukurlah segera ditangani dan berangsur membaik. Semoga suami cepat pulih ya mbak.

  3. diijinin ya buat menemani rawat inap di rumah sakit? bude ku pernah dirawat di rumah sakit tapi gak ada yang boleh nemenin dan jenguk, jadi yang jaga ya suster aja, palingan yang nemenin atau jenguk cuma sebentar dan nunggu di luar. Semoga suami mba lekas membaik ya

  4. Semoga suaminya lekas sembuh mbk. Pastinya beda banget ya mbk, kondisi menjaga orang sakit di rawat inap saat pandemi dan sebelum pandemi. Kapan hari tetangga ada yang masuk RS, tapi ya gitu nggak ada yang boleh jenguk

  5. Terus terang aku paling menghindari rawat inap, karena sudah bisa dipastikan sesi istirahat aku pasti jauh berkurang.
    Apalagi kalau harus share bed. Tidur kudu lurus kayak tiang. Hahaha.
    Makanya kalau pun ada yang sakit aku akan "merayu" dokter agar diizinkan rawat jalan.

    Kalau pun terpaksi rawat inap, momen yang paling menghibur aku adalah saat "break time" di mana ada snack rumah sakit yang biasanya uenak-uenak dan saat yang bezoek bawa buah tangan. Hahaha.

    Tapi ga sampai berdoa ada yang sakit juga biar bisa makan enak.

  6. Namanya sakit nggak bisa diprediksi kapan datangnya ya mba. Semoga suami lekas fit kembali, mba dan anak-anak juga sehat selalu, jangan lupa jaga daya tahan tubuh senantiasa.. 🙂

  7. Bener bnget tipsnya kadang yg jaga orang sakit kutanya mesti Ekstra perlindungan ya.. makan teratur walaupun istirahat kurang… Semoga selalu sehat2 ?

  8. Betul Mbak, saat pandemi ini, saya selalu menanamkan kepada anak anak, jangan sampai sakit. Sakit masa pandemi ini bener bener membuat pusing tujuh keliling

    Tapi namanya sakit itu semua ketetepan dari Allah, kitapun wajib menerimanya degnan ikhlas ya, Mbak. Jadi apapun kondisinya semoga Allah selalu memudahkan ya,

    Semoga lekas baik dan pulih ya Mbak, supaya menulisnya bisa dari rumah saja,

  9. Masya Allah bisa tetap menulis walau merawat pasien ya mba. Hebat euuy kalau saya paling nonton drakor, takut nggak bisa mikir kalau lagi rawat orang sakit. Memang kita juga harus menjaga diri supaya bisa tetap sehat, semangat ya mba.

  10. Iya ya, Mba.. jangankan masa pandemi, ga pandemi aja kita butuh jaga kesehatan diri kita pas jaga yang sakit. Semoga semua sehat-sehat selalu yaa..

  11. sehat2 mb asemoga lekas sembuh
    aku belum pernah ke rumah sakit lagi kecuali lahiran dan amit2 moga nggak pasti pusing bagi waktu anak dan suami :"(
    semangatttt mbaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Tips

7 Inspirasi Tukar Kado Saat Lebaran

Lebaran sebentar lagi. Sudahkah menyiapkan kado untuk yang tersayang? Ya, hari raya termasuk lebaran akan semakin meriah dengan tradisi tukar kado. Biasanya tradisi tukar kado

Cerita Bunda

Terima Kasih, Diriku

Wah, nggak terasa sudah masuk hari terakhir KEB Berbagi Cerita. Sepekan sudah berbagi cerita Ramadan bersama KEB (Kumpulan Emak Emak Blogger).  Hari terakhir temanya kok