Review Jurnal Memahami Masalah Bersama Tim – Buddy Michelle

Share This Post

 

Kampus Ibu Pembaharu

Halo Ibu Pembaharu

Apa kabar semuanya? apakah masih terasa euforia Agustusannya? Hehe, saya lumayan ngos ngosan mengikuti acara Questival Kemerdekaan, sungguh tiga hari yang padat merayap dan berpacu dengan waktu. Alhamdulillah tim Bengkel Bunda bisa melalui semua tantangan. 

Setelah seseruan bersama di Questival Kemerdekaan, kini kembali ke jurnal. Pekan ini saatnya melakukan review dengan sesama Ibu Pembaharu. 

My Buddy Is

Kali ini, buddy saya adalah mbak Michelle, dari IP Bandung. Ah saya jadi kangen Bandung. Sebelumnya, buddy saya juga dari IP Bandung, mbak Annisa. Wah, apakah ini pertanda saya akan segera menginjakkan kaki lagi di Bandung? Hehe..

Senang sekali saat mbak Michelle lebih dulu mengontak saya. Kami memang tidak sempat berdiskusi. Kami bertukar link jurnal saja. Mungkin karena sama-sama sibuk. Apalagi kemarin kan pekan Questival Kemerdekaan, yang cukup menguras waktu dan tenaga. Tapi hepi ending ???.

Mbak Michelle menuliskan jurnalnya di blog. Wah sama seperti saya yang memilih blog sebagai media pengumpulan jurnal. 

Lentera Ibu

Mbak Michelle tergabung dalam tim Lentera Ibu. Masyaallah, luar biasa sekali tim ini. Tim Lentera Ibu terdiri dari 11 orang. Rame!! 

Meski sebelasnya memiliki masalah yang berbeda, benang merahnya tetap sama. Tim Lentera Ibu mengambil masalah Manajemen Emosi. Wahh, ini juga PR saya banget!!

Memang ya, menjadi Ibu itu salah satu tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengolah emosi. Rasanya, tiap hari kok bawaannya meledak-ledak, eh kok malah curhat ??. 

Apa yang sudah baik? 

Wah saat membaca jurnal, saya melongo. Mantap banget diskusi tim Lentera Ibu ini. Mereka berdiskusi bersama melalui zoom untuk memahami masalah timnya. Semua pertanyaan dibedah satu persatu memggunakan metode Starbursting. 

Baca Juga : Memahami Masalah Menggunakan Metode Starbursting 

Saya yang nggak ikutan diskusi saja bisa paham banget dengan masalah dari tim Lentera Ibu ini. Runtut dan lengkap penjelasannya. 

Hasil diskusi bisa dibaca dengan jelas melalui file pdf yang ada. Nggak hanya file, ada juga video YouTube dari pembahasan masalah tim Lentera Ibu ini. Ini membuat masalah tim semakin bisa dimengerti. 

Kesimpulannya, tim Lentera Ibu ini ingin menyelesaikan luka masa lalu, kemudian bisa mengelola emosi saat ini dan reinstal karakter diri sesuai Al Quran dan Sunnah. Masyaallah, sungguh program yang luar biasa. Sungguh, saya pun ingin bisa seperti ini. 

Apa yang perlu diperbaiki? 

Secara keseluruhan, jurnal mbak Michelle sudah sangat bagus. Bisa memaparkan secara gamblang tentang masalah tim. 

Masalah yang diangakat pun sangat luar biasa. Banyak dialami oleh para ibu di luar sana. 

Baca Juga : Feedback Membangun Tim yang Solid

Harapannya semoga masalah yabg diangkat oleh tim Lentera Ibu ini bisa direalisasikan dengan baik. Dan semoga juga bisa berkolaborasi bersama tim Bengkel Bunda. Sebagaimana yang diinginkan oleh mbak Michelle juga. 

Sebab antara Lentera Ibu dan Bengkel Bunda punya benang merah yang sama. Manajemen emosi yang baik juga akan membuat kualitas diri perempuan meningkat. 

Semoga kolaborasi ini bisa terwujud ya, doakan! 

#umpanbalik3

#memahamimasalahbersamatim

#ibupembaharu

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestakaryauntukindonesia

0 Responses

  1. Blog memang bisa jadi ruang menuliskan jurnal ya, Mbak. Oh ya sukses buat program Ibu Pembeharu dan saya doakan juga semoga Lentera Ibu dan Bengkel Bunda bisa berkolaborasi 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore