Solo Travelling ke Blitar, Menyusuri Jejak Sang Proklamator

Share This Post

Hari Rabu lalu, saya diajak suami untuk menemaninya melakukan perjalanan dinas. Dia didapuk sebagai narasumber dalam acara dinas di Blitar. Acaranya sih memang hanya setengah hari, tapi dia mengambil cuti, jadi kami extend sehari di Blitar.

Saat suami bekerja, saya menghabiskan waktu sendiri dengan mengunjungi tempat-tempat wisata di Blitar.

Setelah naik ojek online dari pusat kota, saya pun sampai di salah satu tempat wisata legendaris Blitar : Kompleks Makam Bung Karno.

Museum Bung Karno

Destinasi wisata di Blitar yang saya kunjungi pertama kali adalah Museum Bung Karno. Bangunan museum berdiri megah dengan arsitektur yang menggabungkan unsur tradisional dan modern.

Dari luar, pengunjung akan disambut oleh patung Bung Karno yang sedang duduk membaca buku. Sementara di bagian dalam, ruangan-ruangan museum tertata rapi menampilkan beragam koleksi pribadi Bung Karno, mulai dari pakaian dinas, tongkat, kacamata, hingga naskah pidato dan foto-foto dokumentasi perjuangan.

Baca Juga : Mengintip Sejarah Pendidikan Indonesia Lewat Museum Pendidikan Surabaya

Di museum ini saya tak hanya melihat berbagai benda-benda bersejarah dari Bung Karno. Tetapi juga mengetahui bagaimana sejarah sang ptoklamator. Kehidupan Bung Karno diceritakan dalam setiap fase. Bagaimana kota-kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Mojokerto, Jombang, dan Blitar menjadi saksi kehidupan sang proklamator ini.

Museum yang cukup menjadi sarana pembelajaran tentang sang proklamator. Tak hanya untuk mengenang jasanya, tetapi juga meneladani kepemimpinan dan kecerdasannya.

Perpustakaan Bung Karno

Setelah puas berkeliling di Museum Bung Karno, saya melanjutkan perjalanan ke Perpustakaan yang terletak di seberangnya. Perpustakaan ini sangat megah. Bangunan dengan arsitektur modern yang dikelilingi oleh kaca. Perpustakaan ini terdiri dari empat lantai. Sengaja saat menjelajah setiap lantainya, saya menggunakan tangga. Baru deh, saat akan pulang, saya memilih turun dari lantai empat ke lantai menggunakan lift.

Perpustakaan Bung Karno memiliki 2.407 judul dan 6.757 eksemplar koleksi khusus tentang Bung Karno. Selain koleksi khusus, pengunjung dapat memanfaatkan koleksi umum, koleksi anak, referensi, multimedia, serta layanan perpustakaan keliling.

Perpustakaan ini sangat nyaman. Setiap lantainya dilengkapi dengan fasilitas ruang baca dan toilet. Perpustakaannya juga dingin banget. Bikin betah baca buku di sini. Saya pun menghabiskan waktu tiga jam di sini. Berhasil menamatkan 3 buku. Selain nyaman, ya karena cuaca yang mendukung. Seharian kota Blitar diguyur hujan. Saya jadi tak bisa melanjutkan perjalanan.

Makam Bung Karno

Makam Bung Karno menjadi destinasi terakhir saya. Tujuan utama datang ke Makam Bung Karno tentunya adalah ziarahi makam pendiri Republik Indonesia. Banyak tokoh penting yang datang ke makam ini setiap tahun, terutama pada peringatan Bulan Bung Karno di setiap Juni.

Tak hanya berziarah di makam Bung Karno, pengunjung juga sekaligus berziarah ke makam ayah dan ibu Bung Karno. Bisa dibilang, makam ini juga merupakan makam keluarga Bung Karno.

Baca Juga : Contoh Itinerary Anti-Gagal Saat Liburan Musim Hujan

Sayangnya, hingga sore hari suasana masih gerimis. Membuat saya hanya masuk sebentar , melihat makam Bung Karno dari kejauhan. Sebab, masih ramai orang berziarah. Tak apa, mungkin lain kali saya bisa lebih dekat lagi melihat makam sang proklamator. Semoga kunjungan berikutnya cuacanya mendukung. Saya bisa puas berkeliling area makam Bung Karno.

Penutup

Meski singkat, kunjungan saya ke Blitar kali ini begitu berharga. Banyak insight yang saya ambil. Perjalanan ini menjadi napak tilas bagi saya untuk menyusuri jejak sang proklamator. Kebesaran yang diraih oleh Soekarno tak lain berkat orang-orang yang ada disekitarnya. Mulai dari orang tua, mentor, hingga kolega. Semua memberikan pengaruh yang besar terhadap jiwa kepemimpinan Soekarno.

Saya juga belajar bahwa, literasi punya peran penting dalam membentuk pola pikir. Kecerdasan Soekarno adalah buah dari kesukaannya dalam membaca dan menulis.

Blitar menjadi tempat yang tepat untuk menyusuri jejak sang proklamator. Kota ini seolah penuh dengan semangat Soekarno. Ada kenangan Soekarno di setiap sudutnya.

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah sudah pernah menjejakkan kaki di kota sang proklamator ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore