Alhamdulillah, sudah memasuki hari ke 18 Ramadan. Si bungsu yang berusia 7 tahun masih semangat puasa full. Selama Ramadan ini dia baru satu hari tidak puasa, itu juga karena saya yang terlambat bangun hingga tak ada yang makan sahur. Tentu saya tak memperbolehkannya puasa tanpa makan sahur.
Meski sedikit flu, dia tetap semangat puasa. Hari-hari Ramadan masih panjang. Saya harus menjaga daya tahan tubuhnya, agar dia tetap bisa puasa hingga akhir Ramadan.
Puasa dan Daya Tahan Tubuh
Saat puasa, anak tidak makan dan minum seperti biasanya. Perubahan ini tentu bisa mempengaruhi kondisi tubuhnya. Mungkin saja, ketahanan tahan tubuh anak menurun saat puasa, sehingga mudah terserang penyakit. Seperti saat ini, si bungsu sedang terkena flu ringan.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa, saat puasa justru imunitas atau daya tahan tubuh meningkat. Salah satunya penelitian dari Dr. Ahmad al-Qadhi bersama rekannya di Amerika mengambil sampel dari beberapa orang yang berpuasa Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh.
Jika si kecil sakit, mungkin ini juga karena pola makan atau kurang istirahat ketika puasa.
Bisa jadi sih, sebab beberapa hari terakhir ini, saya kurang memberinya makanan gizi seimbang. Dia juga tidak mau tidur siang ketika libur sekolah. Mungkin ini yang membuatnya terkena flu ringan.
Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak Saat Puasa
Tentunya, saya tak ingin dia sakit terus. Saya harus menjaga daya tahan tubuhnya. Agar dia bisa puasa dalam kondisi tubuh yang sehat.
Berikut beberapa cara yang saya lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh anak saat puasa.
Penuhi asupan nutrisi
Hal pertama yang bisa dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh anak saat puasa adalah dengan memenuhi asupan nutrisinya. Berikan makanan penuh nutrisi saat sahur dan berbuka.
Saat makan sahur dan berbuka, pastikan isi piring anak terdapat karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Selain itu agar daya tahan tubuhnya terjaga, penuhi juga asupan vitamin A, C, E, seng, omega 3 dan prebiotik. Semua nutrisi tersebut bisa didapat dari beberapa jenis buah dan sayuran (jeruk, jambu biji, pepaya, tomat, brokoli, bayam), telur, daging ayam, daging sapi, ikan dan kacang-kacangan.
Minum air putih yang cukup
Saat puasa, anak cenderung mengalami dehidrasi. Sebab, dia tidak bisa minum setiap saat.
Oleh karena itu, pastikan anak minum air putih yang cukup saat puasa. Kebutuhan air minum untuk anak usia 4-8 tahun adalah 1,7 liter air atau sekitar 5 gelas per hari.
Penuhi kebutuhan air putih dengan memberinya 2 gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan satu gelas sebelum tidur.
Ini bisa mencegahnya terkena dehidrasi selama puasa.
Tidur cukup
Saat puasa, anak harus bangun sahur. Ini tentu mempengaruhi jam tidurnya. Untuk mengatasinya, pastikan saat puasa anak bisa tidur siang. Tak perlu lama, cukup 1 hingga 1,5 jam sehari sudah cukup.
Tidur cukup ini menjadi kunci untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Tidur dibutuhkan untuk mengembalikan energi yang sudah dipakai sekaligus memperlancar metabolisme tubuh.
Olahraga ringan
Jangan lupa, tetap ajak anak berolahraga ringan saat puasa. Durasinya cukup 15-30 menit per hari. Lakukan menjelang buka puasa atau sebelum tidur.
Baca Juga : 5 Olahraga Yang Bisa Dilakukan Anak Saat Puasa
Dengan olahraga ringan, daya tahan tubuh anak tetap terjaga meski sedang puasa. Selain itu anak bisa tidur lebih nyenyak.
Penutup
Puasa punya banyak manfaat bagi kesehatan anak. Tak perlu ragu untuk mengajak anak berpuasa.
Baca Juga : 7 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Anak Yang Sayang Untuk Dilewatkan
Puasa juga terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak. Selama kita memberikan anak asupan nutrisi yang tepat dan melakukan pola hidup sehat.
Yuk, jaga daya tahan tubuh anak saat puasa. Agar anak bisa menjalani puasa dengan semangat, sehat, dan bahagia.
Kalau teman-teman, apa saja cara yang dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh anak saat puasa?
Share di kolom komentar, ya!
Terima kasih.







Leave a Reply