Tahun ajaran baru ini, ada yang baru dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Yup, tahun ajaran baru, kurikulum baru!
Hmm, mungkin banyak dari kita berpikir, kenapa ya ganti menteri ganti kurikulum? Pemikiran ini nggak salah, sih. Emang kadang menteri baru membuat kebijakan baru.
Namun, bukan berarti ganti kurikulum itu buruk, lho. Kurikulum itu pedoman pelaksanaan pendidikan, kalau pedomannya bagus, maka pendidikan pun akan berjalan dengan baik.
Sebagai saat Mas Menteri Nadiem Makarim mencanangkan kurikulum merdeka ini. Konon, kurikulum ini menjadi solusi pemulihan krisis pembelajaran saat pandemi COVID-19.
Benarkah demikian? Sebenarnya, apa sih kurikulum merdeka itu? Benarkah kurikulum merdeka bisa membuat proses belajar jadi menyenangkan dan bermakna?
Apa itu Kurikulum Merdeka?
Apa itu Kurikulum Merdeka? Apa sih bedanya dengan kurikulum yang sebelumnya pernah ada di Indonesia?
Ada tiga konsep utama dari kurikulum merdeka ini. Pertama, kurikulum yang memiliki pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
Baca Juga : Menikmati Wisata Edukasi di Balai Pemuda Surabaya
Kedua, kurikulum yang fokus pada materi esensial (numerasi dan literasi), sehingga anak punya banyak waktu untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Ketiga, kurikulum yang memberikan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang diferensiasi sesuai kemampuan anak dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Apa Tujuan Kurikulum Merdeka?
Lalu, apakah tujuan dari penerapan kurikulum merdeka ini?
Menurut Mas Menteri, kurikulum merdeka ini dibuat untuk mengatasi krisis pembelajaran akibat pandemi COVID-19. Kurikulum ini dianggap bisa menjadi solusi mengejar ketertinggalannya proses pembelajaran.
Baca Juga : Bersama Zenius Education, Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Optimis
Selain itu, kurikulum merdeka ingin membuat pembelajaran menjadi lebih fleksibel. Tidak harus kaku dengan peraturan-peraturan pendidikan seperti UN (Ujian Nasional), RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dianggap tidak efektif.
Baca Juga : Cimory Dairyland Prigen, Wisata Edukasi di Pasuruan
Kurikulum merdeka yang fokus pas materi esensial seperti literasi dan numerasi dianggap bisa mengejar kualitas pendidikan di Indonesia yang masih rendah secara internasional, berdasarkan skor PISA (Programme for International Students Assessment).
Kurikulum merdeka menjamin fleksibilitas pembelajaran yang disesuaikan dengan keberagaman yang ada di lapangan.
Keunggulan Kurikulum Merdeka
Kurikulum merdeka ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kurikulum sebelumnya. Berikut as adalah beberapa keunggulan kurikulum merdeka.
1. Lebih sederhana dan mendalam
Kurikulum merdeka membuat materi belajar lebih sederhana dan mendalam. Karena hanya berfokus pada materi esensial seperti literasi dan numerasi.
Baca Juga : Cerita Anak Bersekolah di Sekolah Murid Merdeka
Ini membuat anak punya cukup waktu untuk belajar hal lain, terutama untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
2. Lebih merdeka
Kurikulum merdeka membuat anak belajar lebih merdeka. Bisa bebas belajar sesuai gaya belajarnya masing-masing. Menggunakan beragam materi belajar, tak hanya buku-buku pelajaran saja. Namun juga beragam sumber yang sesuai, termasuk novel remaja.
Guru juga bisa mengajar sesuai tahap pencapaian dan perkembangan anak, bukan berdasarkan kompetensi dasar yang harus dipenuhi secara general. Begitu juga dengan sekolah, bisa lebih merdeka mengembangkan kurikulum operasional yang sesuai dengan satuan pendidikan dan anak didik.
3. Lebih relevan dan interaktif
Kurikulum merdeka menggunakan pembelajaran berbasis proyek. Anak-anak diminta membuat proyek sesuai dengan permasalahan yang ada disekitarnya.
Ini membuat pembelajaran jadi lebih relevan dan interaktif. Belajar jadi lebih bermakna dan menyenangkan.
4. Pembelajaran inklusif
Kurikulum merdeka membuat pembelajaran bersifat inklusi. Inklusif dalam pembelajaran ini tak hanya memberikan kesempatan bagi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) saja, tetapi juga menjamin keragaman setiap anak, mulai dari keragaman fisik, agama, hingga identitas budaya.
Baca Juga : Pendidikan Berbasis Fitrah untuk Anak Berkebutuhan Khusus
5. Pendidikan karakter
Kurikulum merdeka juga lebih fokus pada pendidikan karakter. Anak tak hanya fokus pada pembelajaran akademik saja, melainkan juga belajar mengembangkan karakternya. Yaitu, karakter pelajar Pancasila.
6. Mengembangkan soft skills
Kurikulum merdeka menjamin setiap anak didik untuk bisa mengembangkan soft skills nya. Anak bisa mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing. Tak hanya cakap akademik saja, melainkan juga menjadi terampil.
Kurikulum Merdeka, Belajar Jadi Menyenangkan dan Bermakna
Melihat keunggulan yang dimiliki oleh kurikulum merdeka ini, kita tentu menyadari bahwa kurikulum ini menjadi awal yang baik untuk perbaikan pendidikan di Indonesia.
Konsep kurikulum merdeka ini mengubah arah pendidikan di Indonesia. Kurikulum merdeka membuat pembelajaran jadi menyenangkan dan bermakna.
Setuju?








Leave a Reply