Ekstrakurikuler di Sekolah dan Panduan Memilih Ekskul untuk Anak

Share This Post

Beberapa waktu lalu, sekolah anak-anak meluncurkan program Lingkar Kurikulum  Terpersonalisasi (LKT) dimana murid dapat mengembangkan kompetensi masa depan dengan semakin utuh melalui beragam kombinasi program intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kursus.

Program ini adalah salah satu contoh bagaimana praktik merdeka belajar di sekolah. Di mana murid bisa belajar sesuai minat dan bakatnya masing-masing. 

Murid bisa memilih ekskul sesuai minat dan bakatnya. Nantinya, ekskul ini bisa membantu murid meningkatkan kompetensinya. 

Apa saja ekstrakurikuler yang ada di sekolah? Bagaimana panduan memilih ekskul yang tepat bagi anak. 

Pengertian dan Manfaat Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler adalah salah satu kegiatan yang penting dalam proses pembelajaran. Berdasarkan laman kemendikbud.go.id, kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul ini bisa menjadi sarana murid dalam mengembangkan potensinya sekaligus menguatkan karakternya. 

Di era merdeka belajar ini ekskul adalah salah satu praktik baik melakukan pembelajaran yang sesuai minat dan bakat murid. Bahkan, ekskul bisa mendukung penguatan karakter murid yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang ; beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, serta kebhinekaan global. 

Baca Juga : Kurikulum Merdeka, Belajar Jadi Menyenangkan Dan Bermakna

Begitu pentingnya kegiatan ekskul ini, hingga pemerintah membuat dasar hukumnya.

Permendikbud No 62 Tahun 2014 memuat sejumlah aturan terkait kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan minat, bakat dan kreativitas serta kemampuan komunikasi murid. 

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler. Kegiatan dilakukan di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan (sekolah). 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan, kegiatan ekstrakurikuler memiliki tujuan sebagai berikut :

  • Mengembangkan potensi murid secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas.
  • Memantapkan kepribadian murid untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dari pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan. 
  • Mengaktualisasi potensi murid dalam pencapaian potensi unggulan sesuai bakat dan minat. 
  • Menyiapkan murid agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat mandiri (civil society).

Jenis Ekskul di Sekolah

Jenis ekskul di sekolah ini tentu beragam. Kemendikbud sendiri membagi jenis ekskul ke dalam tiga kategori, yaitu :

  • Krida. Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dan lainnya. 
  • Karya ilmiah. Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), Kegiatan Penguasaan Keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian dan sebagainya. 
  • Latihan/olah bakat/prestasi. Pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya

Bagaimana dengan jenis ekskul di sekolah anak-anak? Di sekolah anak-anak, ekskul terbagi menjadi lima kategori, yaitu ; Literasi, STEM: Science Technology Engineering Math, Seni, dan Olahraga. dengan pilihan daring (online) dan luring (offline).

Kelas literasi terbagi atas Kelas Menulis dan Kelas Quran. Kelas Menulis Kelas ini bertujuan mengembangkan minat dan bakat 

anak dalam kepenulisan dan jurnalistik. 

Sedangkan Kelas Quran bertujuan untuk mengasah kemampuan membaca dan 

menghafal al-Quran sesuai kaidah yang tepat dan benar.

Ekskul STEM terdiri dari Kelas Sains, Kelas Koding dan Kelas Robotik. Sedangkan untuk ekskul Seni terdiri dari Kelas Seni Rupa, Kelas Seni Tari, Kelas Seni Musik, dan Kelas Seni Teater. 

Untuk ekskul olahraga, ada Kelas Sepak Bola, Kelas Renang, Kelas Basket dan Kelas BuluTangkistangkis. 

Berhubung sekolah anak-anak menerapkan sistem blended learning, maka pilihan ekskul bisa dilakukan secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan). 

Murid diberikan memilih ekskul lebih dari satu. Maksimal, ada tiga jenis ekskul yang bisa dipilih oleh murid. 

Panduan Memilih Ekskul untuk Anak

Di tengah beragamnya pilihan ekskul yang tersedia, terkadang murid dan orang tua murid bingung. Bagaimana ya memilih ekskul yang tepat untuk anak? 

Berikut beberapa panduan dalam memilih ekskul untuk anak. 

  1. Sesuaikan dengan minat dan bakat anak

Panduan memilih ekskul untuk anak yang pertama adalah sesuai dengan minat dan bakat anak. Orang tua bisa bertanya pada anak tentang ekskul apa yang ingin diikuti.

Amati juga, bagaimana kecenderungan anak selama ini. Apakah aktivitasnya selama ini sesuai dengan pilihan ekskulnya. 

Misalnya, jika selama ini anak suka menggambar maka ikut ekskul seni rupa adalah pilihan yang tepat. 

  1. Berkonsultasi dengan guru

Bisa juga orang tua berkonsultasi dengan guru. Minta pendapat guru, tentang ekskul apa yang sebaiknya dipilih. 

Hal ini saya lakukan. Kebetulan, sekolah anak-anak menyediakan layanan konsultasi sebelum memilih ekskul. 

Saat berkonsultasi, guru memberikan observasi tentang bagaimana sikap anak saat belajar. Dari sini guru akan memberikan saran, ekskul apa yang sebaiknya dipilih. 

  1. Sesuaikan dengan aktivitas sehari-hari

Pastikan memilih ekskul dengan jadwal yang cocok dengan aktivitas sehari-hari. Jangan sampai kegiatan ekskul bertabrakan dengan kegiatan belajar anak. 

  1. Akses 

Pilih akses ekskul yang sesuai kondisi. Misalnya, kemampuan untuk memenuhi peralatan dan perlengkapan ekskul. Biasanya untuk ekskul olahraga, atau seni. 

  1. Mendukung prestasi belajar 

Pilih ekskul yang mendukung prestasi anak. Misalnya, ekskul STEM bisa mendukung anak berprestasi karena terasah kemampuan berpikir kritis. 

Atau ekskul olahraga yang memungkinkan anak meraih prestasi melalui perlombaan yang diikuti. 

Ekskul Pilihan Anak

Lalu, apa ekskul pilihan anak-anak? Kedua anak saya memiliki kecenderungan yang berbeda. Keduanya pun memilih ekskul yang berbeda. 

Si sulung, akhir-akhir ini suka membuat cerita pendek di note. Dia pun secara sadar memilih ekskul Kelas Menulis. Hal ini juga sesuai dengan rekomendasi gurunya. 

Baca Juga : Mengenalkan Anak Profesi Kepenulisan

Menurut ibu guru, si sulung ini mudah bosan tetapi juga termasuk anak yang kreatif. Dia bisa mengatasi rasa bosannya dengan melakukan kegiatan kreatif, menulis salah satunya. 

Bagaimana dengan si bungsu? Menurut bu guru, selama pembelajaran si bungsu menunjukkan minat dan semangatnya kalau sedang mengikuti kegiatan yang melibatkan motorik halus seperti eksperimen atau kerajinan tangan. 

Si bungsu juga menunjukkan kemampuannya di bidang literasi. Saran dari bu guru, anak bisa memilih ekskul Literasi, STEM, ataupun Seni Rupa. 

Ini pas dengan keinginan si bungsu. Dia memilih ekskul STEM. Dia tertarik melakukan berbagai percobaan sains. 

Kalau dari bunda aluna sendiri kira kira melihat Aluna condong kemana minatnya bunda?

Penutup

Kegiatan ekstrakurikuler itu penting. Jadi, paling tidak anak memilih satu jenis ekskul untuk diikuti. 

Pilihlah jenis ekskul yang sesuai minat dan bakat anak. Agar, kegiatan ekskul bisa menjadi proses belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. 

Bagaimana dengan teman-teman? Ekskul apa yang dipilih oleh anak? Boleh dong, share ceritanya di kolom komentar. 

Terima kasih. 

21 Responses

  1. kegiatan ekskul disekolah sudah sangat beragam, tentunya harus disesuaikan dengan bikat dan minat anak supaya bisa betah untuk ikutan. Tentu ini juga harus dapat dukungan dari orang tua dong

  2. Ini penting sih yaa biar bakat dan pasien anak selain di bidang akademik tuh bisa ada wadahnya dan terarahkan dengan baik.
    Aku sih sejauh ini cuma bisa kasih saran wkwk mana anak masih di KB jadi blm nemu apa yang sebenarnya dia suka, masih dengan seenak hatinya berubah haha

  3. Ekskul memang menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk meningkatkan soft skill dan hard skill anak-anak.
    saya juga dulu waktu sekolah harus pilih 2 ekskul dan ternyata ekskul itulah yang bikin saya mendapatkan pekerjaan tetap seperti sekarang

  4. Memilih ekskul emang hrs berdasarkan minat anak sih. Jgn sampe ortu malah memaksa. Soalnya kan yang ngejalanin mereka. Ortu hny mengarahkan. Tetap anak yg memutuskan sambil melatih mereka tanggung jwb thd pilihannya sendiri.

  5. Anakku juga ikut ekskul di skol. Banyak banget pilihannya dan anaknya malah pengen ikut semua. Padahal cuma boleh milih 1. Akhirnya setelah rundingan panjang doi milih tapak suci.

  6. Anak semakin punya ruang luas juga ya kak untuk mengekspesikan dirinya. Ekskul juga gk jarang buat anak semakin semangat sekolah. Minat bakat mereka bisa tersalurkan dengan baik

  7. selain melihat sendiri bakat dari anak-anak, penting juga ya untuk berkonsultasi ke guru yang melihat perkembangan anak sehari-hari di sekolah.
    Si Sulung nih belum ikutan kegiatan ekskul di sekolahnya, katanya sih nanti kelas 3 baru akan dikenalkan ekskul.

  8. Ekskul yang sesuai minat dan bakat anak, gak hanya menambah keterampilan dan wawasan dia saja, tetapi juga membuat dia bisa menjalankannya karena memang suka

  9. program sekolah sekarang Makin banyak yaa, ada kurikulum ekskul juga ternyata. Keren ada ekskul Stem juga, sesuai Sama perkembangan teknologi. bisa jadi bekal anak di masa depan nih

  10. Ekstrakulikuler yg dipilih anak saya olahraga dan Pramuka. Ayahnya banget deh. Sementara dari saya ga ada yg diikutinya sama sekali, hehe…

  11. Ikut ekskul bisa menjadi penyegar suasana bagi anak. Apalagi di ekskul bisa bertemu dengan orang baru. Sebagai orang tua perlu mengarahkan saja dan memberikan pertimbangan dalam memilih ekskul bagi anak

  12. Ekskul di jaman sekarang udah kian banyak. Ekskulnya makin menarik dan menantang.

    Senagai orang tua, kita harus mendukung keputusa anak. Biarkan mereka kreasi sesuai dengan minatnya.

  13. Apapun kegiatan ekskulnya, yg terpenting sesuai dgn minat anak. Karena anak yg menjalaninya. Tentunya ada baiknya antara anak dan ortu serta guru kalau bs saling berdiskusi untuk memilih mana yg paling cocok dgn anak.

  14. Sejujurnya, aku membebaskan banget masalah pemiliha n ekstrakurikuler ini. Meskipun di luar dari kebiasaan dan kesukaan mereka di rumah. Hehhee, karena aku tau banget, ekstrakurikuler ini judulnya adalah kegiatan di luar aktivitas sekolah. Jadi semakin santai, semakin bisa jadi me time anak-anak untuk melepaskan penat.

    Biasanya anak-anak milih juga karena “temen”.
    Jadi saling menularkan sebuah kebaikan dan hobi.

  15. Sebagai orang tua, untuk eskul anak aku serahkan ke anak sih. Aku hanya bisa memberi saran sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki. Konsultasi dengan guru juga bisa membantu dalam memilih eskul yang tepat untuk anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore