
Prinsip CINTA Keluarga Kita Kala Menyusui menjadi mantra bagi saya hingga bisa sukses menyusui kedua puteri saya, Dissa dan Aluna. Saya bahkan menyapih mereka berdua masing-masing saat berusia 3,5 tahun!
Prinsip Cinta Keluarga Kita
Sejak menjadi orang tua, saya tidak pernah untuk berhenti belajar. Selain membaca buku dan ikut seminar parenting, saya juga bergabung dengan komunitas. Salah satunya Rangkul.
Rangkul adalah Relawan Keluarga Kita, sebuah program pemberdayaan keluarga yang diinisasi oleh Keluarga Kita dengan dukungan berbagai kalangan di berbagai daerah. Saya bergabung di Rangkul Surabaya sejak tahun 2017. Setelah belajar langsung kurikukum Hubungan Reflektif dengan bu Elaa, pendiri Keluarga Kita.
Bergabung sebagai rangkul membuat saya belajar banyak hal tentang bagaimana menjadi orang tua. Tidak ada orang tua yang sempurna. Keluarga kita membantu orang tua untuk bisa mencintai dengan lebih baik. Menggunakan prinsip CINTA dalam setiap langkah pengasuhan.
C : Pengasuhan adalah perjalanan dengan tujuan jangka panjang. CARI CARA dengan konsisten karena jalan pintas tidak efektif. Anak dan keluarga butuh proses serta struktur berbeda pada tiap tahap perkembangan.
I : Keluarga Kita Mencintai dengan INGAT IMPIAN TINGGI
Orangtua selalu INGAT IMPIAN TINGGI dan kecenderungan positif pada setiap anggota keluarga. Orangtua percaya anaknya mampu, sebelum anak membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu dengan berhasil.
N : Keluarga Kita Mencintai dengan MeNERIMA TANPA DRAMA
Ujian terberat jadi orangtua adalah mencintai dengan tulus, saat hadapi tantangan dan alami tekanan emosi dalam keluarga. MeNERIMA TANPA DRAMA, memahami kebutuhan tanpa syarat, dan menumbuhkan potensi tanpa kekerasan.
T : Keluarga Kita Mencintai dengan TIDAK TAKUT SALAH
Jadi orangtua butuh terus belajar, TIDAK TAKUT SALAH, karena tidak ada keluarga yang sempurna. Refleksi dan adaptasi harus selalu dipraktikkan, sejak masa anak, karena siklus pengasuhan berpengaruh lintas generasi.
A : Keluarga Kita Mencintai dengan ASYIK MAIN BERSAMA
ASYIK MAIN BERSAMA dan humor perlu dilakukan bersungguh-sungguh. Interaksi hangat bagaikan candu. Kehadiran dan keterlibatan keluarga seharusnya jadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Prinsip CINTA Kala Menyusui

Prinsip Cinta ini membantu saya dalam menjalani hari-hari sebagai orang tua. Bahkan juga jadi mantra terjitu saat menyusui. Ya, ternyata prinsip CINTA ini bisa dipakai saat menyusui.
Kemarin Rangkul Surabaya melakukan live untuk membahas prinsip CINTA Keluarga Kita kala menyusui. Saya dan mbak Ayu berbagai pengalaman menggurakan prinsip CINTA saat menyusui.
C : CARI CARA untuk berhasil menyusui bisa dimulai saat masa kehamilan. Seperti saya yang sebelum melahirkan ikut Kelas Edukasi Menyusui bersama AIMI Cabang Jawa Timur.
Mengikuti kelas edukasi menyusui membuat saya memiliki beragam informasi yang relevan seputar menyusui. Mulai dari kunci keberhasilan menyusui, posisi dan pelekatan menyusui, kondisi payudara, menyiapkan ASIP (ASI Perah) hingga menyapih dengan kasih. Informasi ini membantu menghadapi beragam tantangan menyusui.
Baca Juga : Mitos dan Fatka Menyusui
Saya juga melakukan shopping fasilitas kesehatan. Mencari fasilitas kesehatan yang mendukung proses menyusui. Dukungan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan ini menjadi kunci penting kesuksesan menyusui.
I : Menyusui pada dasarnya tidak lah mudah. Meski sebuah proses yang alami, nyatanya akan ada saja tantangan bagi ibu menyusui. Saya juga sempat menghadai berbagai tantangan menyusui. Salah satunya ASI yang tiba-tiba tidak keluar di jari ketiga pasca persalinan.
Ini membuat bayi saya akhirnya mengkonsumsi susu formula selama sehari. Tapi ketika saya INGAT IMPIAN TINGGI , bahwa ASI adalah yang terbaik bagi bayi, saya tidak putus asa. Saya melakukan banyak hal agar ASI saya keluar kembali. Alhamdulillah keesokan harinya ASI saya keluar, saya bisa menyusui kembali.

N : Setiap tantangan menyusui selalu saya usahakan untuk MeNERIMA TANPA DRAMA. Tantangan yang ada diterima kemudian segera dicari solusinya.
T : Sebagai ibu baru, menyusui menjadi pengalaman pertama yang tentu harus dijalani dan dipelajari. Tantangan yang datang membuat saya mencoba berbagai alternatif solusi, saya TIDAK TAKUT SALAH.
Refleksi dan adaptasi harus selalu dipraktikkan saat menghadapi tantangan menyusui.
A : Menyusui bukan hanya urusan ibu, tetapi ayah dan keluarga terdekat juga perlu memberikan dukungannya. ASYIKNYA MAIN BERSAMA saat proses menyusui ditunjukkan saat saya dan suami saling mendukung. Saat terbangun untuk menyusui di malam hari, suami ikut terjaga dan menemani. Suami membantu menyendawakan bayi setelah selesai menyusu.
Ya, dukungan ayah juga sangat diperlukan dalam proses menyusui ini. Keterlibatan ayah bisa membantu ibu sukses menyusui. Seperti slogannya Ayah ASI “Bikinnya berdua, urusnya juga berdua”.
Baca Juga : Review Buku Smart Mom’s Guide to Breastfeeding
Prinsip CINTA Keluarga Kita bosa diterapkan ketika sedang menyusui. Prinsip CINTA ini menjadi mantra bagi saya agar bisa terus berhasil menyusui anak-anak saya. Dan ternyata, memang sangat terbukti. Saya berhasil menyusui kedua puteri saya.
Bagaimana dengan teman-teman? apa juga menerapkan prinsip CINTA ini saat menyusui? Atau ada yang mau berbagi pengalaman seputar menyusui? Ditunggu di kolom komentar ya ceritanya…
Terima Kasih







Leave a Reply