Kata Ahli, Ini Tips Menyusui Bayi Saat Puasa

Share This Post

Saat Ramadan seperti ini, banyak ibu menyusui yang bertanya apakah bisa tetap menyusui saat puasa. Kebetulan beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berbincang langsung dengan ahlinya untuk membahas manajemen waktu ibu menyusui saat puasa. 

Saya berbincang dengan dr. Mahrunissa, sebagai Divisi Komunikasi AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Jawa Timur yang juga seorang konselor laktasi pada Instagram Live AIMI Jatim yang tayang pada tanggal 30 Maret 2023 lalu. 

Yuk, simak perbincangan kami. Siapa tahu bisa membantu teman-teman yang sedang menyusui di bulan Ramadan ini. 

Apakah ibu diperbolehkan puasa? 

Secara media, ibu menyusui tetap diperbolehkan puasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika ibu menyusui berpuasa, fokusnya bukan hanya apakah ibu kuat berpuasa atau tidak. Ibu juga harus memperhatikan kondisi bayi. 

Bila bayi masih dibawah enam bulan, disarankan ibu menyusui tidak berpuasa terlebih dahulu. Sebab, saat bayi berusia 6 bulan, ASI (Air Susu Ibu) adalah satu-satunya pasokan makanan untuknya. 

Baca Juga : Cara Memberikan ASI Yang Benar

Saat puasa memang tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI, tetapi biasanya saat ibu berpuasa akan mempengaruhi kondisi bayi. 

Jika saat ibu puasa bayi jadi lebih rewel dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya ibu tidak puasa dahulu. 

Sedangkan saat bayi berusia 6 bulan keatas, biasanya tidak akan berpengaruh pada bayi jika ibu berpuasa. Bayi 6 bulan keatas, sudah menerima MPASI (Makanan Pendamping ASI). Jadi, kebutuhan asupannya tidak hanya ASI. 

Apakah puasa mempengaruhi kondisi ASI? 

Banyak penelitian menyebutkan, bahwa puasa tidak mempengaruhi kondisi ASI. Asalkan saat puasa, ibu menjaga asupan nutrisi dan tetap menyusui sebagaimana biasanya. 

ASI memiliki kandungan makronutrien dan mikronutrien. Kandungan ASI yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. Sumber karbohidrat utama dalam ASI berupa laktosa yang berperan penting sebagai salah satu sumber energi untuk otak bayi. 

Banyak penelitian menyebutkan bahwa, saat puasa kandungan makronutrien pada ASI tidak mengalami perubahan. Sedangkan untuk mikronutriennya mengalami sedikit penurunan, tapi hal ini tidak berpengaruh banyak terhadap kualitas ASI. 

Sebuah penelitian dalam jurnal Breastfeeding Medicine menyebutkan bahwa buah kurma bisa menjadi superfood bagi ibu menyusui yang berpuasa. 

Tips menyusui saat puasa

Buah kurma ini tinggi kalori dan serat. Juga mengandung mikronutrien yang cukup banyak. Jika ibu menyusui mengkonsumsi kurma sepuluh butir sehari, selama 1 hingga 2 minggu, maka ini bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI sebesar 11%.

Makanya saat puasa, ibu menyusui disarankan untuk mengkonsumsi kurma. Agar kualitas dan kuantitas ASI tetap baik meski sedang berpuasa. 

Apakah ada pola makan khusus untuk ibu menyusui yang berpuasa? 

Saat puasa, ibu menyusui harus memperhatikan asupan nutrisi dan kecukupan cairan yang dikonsumsi. Pastikan ibu selalu makan makanan gizi seimbang. 

Asupan karbohidrat yang disarankan untuk ibu menyusui yang berpuasa adalah karbohidrat kompleks. Pastikan saat sahur ibu makan karbohidrat kompleks yang berserat tinggi. Ini bisa membuat ibu merasa kenyang lebih lama. 

Ibu menyusui disarankan mengkonsumsi cairan sebanyak 3,1 liter per hari untuk mencegah dehidrasi. Cairan ini tak hanya dari air minum saja. Melainkan juga bisa dipenuhi dari buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak air. Misalnya, semangka, timun, salada, seledri, jeruk, melon dan lain sebagainya. 

Apa yang harus disiapkan ibu menyusui yang ingin berpuasa? 

Hal pertama yang harus dipersiapkan ibu menyusui yang ingin berpuasa adalah niat. Niatkan puasa untuk beribadah. 

Kemudian, pastikan selalu memperhatikan kondisi diri dan bayinya. Selama keduanya sehat, maka diperbolehkan melanjutkan puasa. 

Jangan lupa untuk selalu makan makanan gizi seimbang saat puasa. Juga memenuhi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi. 

Pastikan tetap menyusui seperti biasanya. Bagi ibu yang memerah ASI juga lakukan pumping sebagaimana biasanya, syukuri berapapun hasil perahan. 

Baca Juga : Prinsip CINTA Keluarga Kita Kala Menyusui

Minta dukungan orang terdekat. Ibu menyusui yang berpuasa tidak disarankan melakukan banyak aktivitas yang berat. Oleh karena itu, akan lebih membantu jika bisa mendelegasikan tugas rumah tangga ke orang lain. 

Penutup

Ibu menyusui memang diperbolehkan berpuasa. Namun, tetap harus memperhatikan kondisi ibu dan bayi. 

Baca Juga : Pekan Raya Posyandu ; Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi

Perhatikan asupan nutrisi dan cairan saat puasa. Dan tetap menyusui seperti biasa. 

Bila tidak kuat, tak perlu dipaksa puasa. Ibu bisa menggantinya di hari lain dan membayar fidyah. 

Demikian tips menyusui bayi saat puasa . Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman yang ingin berpuasa meski sedang menyusui. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore