Tak terasa, hari ini sudah sepekan berpuasa. Selama itu juga anak-anak ikut puasa hingga adzan magrib.
Si sulung berusia 10 tahun dan si bungsu berusia 7 tahun. Hingga kini keduanya masih semangat untuk menjalankan puasa hingga adzan magrib.
Tentu saya senang sekali. Anak-anak tak harus dipaksa untuk ikut berpuasa. Namun, di satu sisi saya khawatir. Khususnya pada si bungsu. Dia masih berusia 7 tahun. Saya cemas, apakah tidak masalah jika dia terus puasa hingga adzan magrib.
Tapi setelah banyak mencari informasi, saya jadi tenang. Tak khawatir lagi jika si bungsu terus puasa.
Sebab, menurut para ahli, ada banyak manfaat kesehatan yang akan diperoleh oleh anak saat berpuasa.
Apa saja itu?
Berikut 7 manfaat puasa bagi kesehatan anak yang sayang untuk dilewatkan.
Mencegah Obesitas
Manfaat puasa bagi kesehatan anak yang pertama adalah bisa mencegah obesitas.
Puasa bisa mengontrol berat badan anak agar tidak berlebihan. Saat puasa, anak akan mengendalikan nafsu makannya. Mereka tidak makan selama 13 jam. Ini bisa membuat anak terhindar dari obesitas.
Meningkatkan Imunitas Tubuh
Kekhawatiran saya akan kesehatan anak karena puasa, ternyata tidak terbukti. Sebab, berdasarkan buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, dan Thibbun karya Maryam Kinanthi, Dr. Ahmad al-Qadhi bersama rekannya di Amerika mengambil sampel dari beberapa orang yang puasa Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh.
Saat puasa, justru imunitas atau kekebalan tubuh meningkat. Anak tidak gampang sakit.
Mengistirahatkan Organ Tubuh
Menurut ahli diet, Vildan Celik dikutip dari Daily Sabah, berpuasa selama 13 jam bisa membantu mengistirahatkan organ tubuh.
Baca Juga : Ramadan Tiba, Kapan Waktu yang Tepat untuk Ajak Anak Berpuasa?Â
Saat puasa, kita bisa mengistirahatkan sistem pencernaan, memberikan organ lain kesempatan untuk menggunakan lebih banyak energi,
Mengurangi Asupan Lemak
Ketika puasa, anak bisa mengurangi asupan lemak di tubuhnya. Sebaliknya, dia bisa menambah massa ototnya.
Membuang Radikal Bebas
Ketika sedang berpuasa, anak bisa bisa membebaskan tubuh dari sisa-sisa makanan pembentuk radikal bebas. Radikal bebas ini terjadi karena adanya penumpukan racun, kotoran, maupun sampah-sampah yang berbahaya.
Saat berhasil membuang radikal bebas, anak akan tehindar dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas, mulai dari maag, sembelit, kanker, hingga penuaan dini.
Memperbaiki Sel-sel Tubuh
Puasa bisa memperbaiki sel-sel tubuh anak. Menurut Buku Semua Penyakit Ada Obatnya karya Muhadi, S.OD.I dan Muadzin, M.Pd.I, Dr. Abdul Jawad Ash-Shawi mengatakan bahwa zat asid amino membentuk komposisi organik dalam sel. Ketika puasa, ke-asid-an yang berasal dari makanan berkumpul dengan ke-asid-an yang dihasilkan dari proses penghancuran.
Baca Juga : Atasi Perut Kembung Pada Anak Saat Puasa
Saat puasa, sel-sel akan dibentuk kembali setelah adanya proses penghancuran. Setelah itu, akan disebarkan menurut kebutuhan sel-sel tubuh. Dengan demikian, susunan sel-sel baru akan terbentuk dan meningkatkan efektivitas kerja sel tersebut.
Menjaga Kesehatan Mental
Puasa ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan fisik semata. Saat puasa, kesehatan mental anak pun akan terjaga.
Michael Mosley, penulis buku The Fast Diet menjelaskan bahwa puasa dapat menyebabkan pelepasan brain derived neurotrophic factor (BDNF) di otak.
Hal ini terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan, seperti risiko berkembangnya demensia. Kesehatan mental anak pun terjaga.
Penutup
Mengajak anak berpuasa tak sekadar kegiatan ibadah yang mendatangkan pahala semata. Puasa ternyata juga berdampak baik bagi kesehatan anak.
Baca Juga : 5 Menu Sahur Praktis dan Sehat untuk Anak
Orang tua tak perlu lagi khawatir jika anak berpuasa. Hal yang perlu diperhatikan adalah menjaga asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak. Pastikan anak tetap mengkonsumsi makanan gizi seimbang saat puasa.Â







Leave a Reply