8 Pekerjaan Digital yang Dibutuhkan di Masa Depan, Cocok untuk Generasi Alpha

Share This Post

 

Pekerjaan digital

“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu” 

(H.R. Ali Bin Abi Thalib)

Hadist di atas menjadi pengingat bagi saya dalam mendidik dua anak saya. Memiliki anak generasi alpha menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana sebagai orang tua bisa mendidik anak sesuai dengan zamannya, termasuk mendorong anak meraih pekerjaan impiannya di masa depan.

Hari ini saya mau menulis tentang 8 pekerjaan digital yang dibutuhkan di masa depan, yang cocok dengan generasi alpha.

Generasi Alpha, Pengertian dan Ciri-Cirinya

Generasi alpha adalah mereka yang  lahir diantara tahun 2010 – 2024. Dinamakan generasi karena mengikuti alfabet. Generasi sebelumnya adalah generasi Z.

Sebutan generasi alpha ini mulai muncul tahu 2005, didasarkan pada survey yang dilakukan oleh Mark McCrindle, seorang analis sosial dan demografi.

Sebab generasi sebelumnya sudah menggunakan huruf terakhir dari alfabet Romawi, maka penamaan generasi selanjutnya menggunakan pola alfabet Yunani, yang diawali dengan alpha.

Generasi alpha ini lahir ditengah kemajuan teknologi digital. Makanya tak heran jika mereka sangat akrab dengan teknologi digital. Mengoperasikan gawai dan mengakses internet, adalah hal yang sangat mereka kuasai.

Tak hanya itu, generasi alpha ini disebut juga sebagai generasi yang paling transformatif. Mereka akan sangat cepat mengikuti perubahan. Makanya, generasi ini juga disebut sebagai generasi yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Kemajuan teknologi digital mempengaruhi kehidupan generasi alpha ini. Mulai dari bagaimana belajar dan gaya hidupnya, semuanya berhubungan dengan digitalisasi. Bagi mereka, ruang dan waktu bukanlah sebuah batasan. Jarak semakin tak berarti, dan pergaulan tidak lagi ditentukan oleh lokasi.

Cara Mendidik Generasi Alpha

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mendidik generasi alpha ini? Bagaimana caranya agar teknologi digital yang menemani tumbuh kembang generasi alpha tidak menjadi senjata makan tuan, tak membuat mereka kecanduan ataupun menjadi korban kejahatan cyber ?

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendidik generasi alpha.

1. Tanamkan nilai agama

Secanggih apapun zamannya, agama tetaplah hal yang paling penting untuk diajarkan. Agama menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Berikan generasi alpha ini nilai-nilai agama, agar mereka bisa tumbuh sesuai fitrahnya.

Baca Juga : Pendidikan Berbasis Fitrah untuk Anak Berkebutuhan Khusus

2. Kuatkan pendidikan keluarga

Pendidikan keluarga menjadi kunci penting dalam tumbuh kembang anak. Apalagi, keluarga sebagai agen sosialisasi primer. Jangan lupa untuk memberikan pendidikan keluarga kepada anak-anak, sosialisasikan nilai dan norma yang sesuai dengan visi misi keluarga.

3. Kembangkan disiplin positif

Tanamkan kedisiplinan tanpa ancaman dan hukuman. Disiplin positif mengajarkan anak untuk memahami konsekuensi dari perilaku mereka. Selain itu, disiplin positif juga mengajarkan anak tanggung jawab serta rasa hormat dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Generasi alpha

Disiplin positif ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta memberdayakan anak untuk melakukan sesuatu tanpa sogokan, ancaman, maupun hukuman.

Berikan generasi alpha disiplin positif. Agar mereka tumbuh menjadi generasi yang bertanggungjawab.

4. Merdeka belajar

Berikan generasi alpha kebebasan dalam belajar. Biarkan mereka belajar dan bereksplorasi sesuai minat dan bakatnya masing-masing.

Baca Juga : Kurikulum Merdeka, Belajar Jadi Menyenangkan dan Bermakna

Melalui mereka belajar ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi pembelajar. Mampu mengembangkan setiap potensi yang dimiliki.

5. Ajarkan literasi digital

Jangan lupa untuk mengajari literasi digital pada anak generasi alpha. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum sesuai dengan kegunaannya dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kemampuan literasi digital ini, generasi alpha bisa menggunakan teknologi digital secara bijak.

6. Dukung cita-citanya

Jangan lupa untuk mendukung cita-citanya. Saat ditanya apa cita-cita, generasi alpha ini tentu punya jawaban yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tak hanya ingin menjadi dokter ataupun pengacara. Namun, juga beberapa pekerjaan baru yang sifatnya digital. Sesuai dengan karakteristik generasi alpha yang memang melek teknologi.

Pekerjaan Digital yang Dibutuhkan di Masa Depan

Apa saja pekerjaan digital yang dibutuhkan di masa depan? Orang tua harus tahu, agar bisa membantu anaknya untuk sukses meraih cita-citanya.

Berikut adalah 9 pekerjaan digital yang dibutuhkan di masa depan, cocok untuk generasi alpha.

1. Data Analyst dan Data Scientist

Data analyst adalah pekerjaan yang bertugas mengolah data dan menyajikan data yang tersedia. sedangkan data scientist adalah pakar data yang bertugas mencari cara untuk mendapatkan data yang nantinya dianalisis dan digunakan oleh suatu perusahaan.

2. Machine Learning Specialist

Salah satu bagian dari AI (kecerdasan buatan), pekerjaan machine learning  ini berkaitan dengan software dan hardware.

Machine learning membutuhkan algoritma untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan jumlah atau skala besar.

3. Digital Marketing

Tak hanya di masa depan, pekerjaan digital marketing ini bahkan sudah banyak diminati saat ini. Era digitalisasi membuat cara pemasaran berubah.

Bagi sebuah perusahaan, digital marketing sangatlah penting. Perusahaan membutuhkan digital marketing untuk mempromosikan bisnisnya agar mendapatkan pendapatan yang besar.

4. Ahli Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence atau AI dikenal sebagai kecerdasan buatan yang sering dikaitkan dengan sistem komputer dalam meniru cara berpikir manusia.

Nantinya, orang yang ahli dalam bidang AI bakal banyak dicari di masa depan. Kecerdasan buatan terbukti bisa membantu efisiensi bisnis. Jadi, akan semakin dibutuhkan di masa depan.

5. Big Data Specialist

Big data specialist memiliki tugas untuk memproses data volume yang sangat besar yang tumbuh secara eksponensial seiring berjalannya waktu.

Pekerjaan ini dibutuhkan oleh banyak sektor. Tak hanya perusahaan saja, kantor pelayanan publik pun juga membutuhkan seorang big data specialist.

6. Ahli Bioteknologi

Ahli bioteknologi adalah orang yang memiliki keahlian dalam bidang pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, virus untuk suatu kebutuhan di masa depan.

Di masa depan, ahli bioteknologi masih banyak dicari oleh orang untuk menyelesaikan masalah baik dalam bidang pangan hingga kesehatan.

7. Content Creator

Content creator masih menjadi pekerjaan digital yang dibutuhkan di masa depan. Content creator bertugas membuat konten untuk konsumsi publik yang disebarluaskan melalui platform digital seperti, blog, youtube, tiktok, dan sosial media lainnya.

Baca Juga : 14 Langkah Monetisasi Blog untuk Mendapatkan Peluang Penghasilan Melalui Blog

Content creator banyak dicari oleh perusahaan untuk membuat content promosi produknya.

8. Virtual Assistant

Asisten virtual atau virtual assistant adalah orang yang membantu mengerjakan tugas administratif dan dukungan bisnis secara online. Pekerjaan ini dapat dilakukan oleh karyawan tetap perusahaan maupun freelance.

Baca Juga : Serunya Virtual Tour bersama Internetnya Indonesia

Saat ini saja peluang virtual assistant cukup besar. Apalagi di masa depan nanti. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, keberadaan virtual assistant semakin dibutuhkan.

Belajar dari Alaika Abdullah

Alaika Abdullah


Bicara tentang pekerjaan digital yang dibutuhkan di masa depan, saya jadi teringat seorang blogger senior, Alaika Abdullah. Kak Al, begitu saya biasa menyapanya. Kak Al ini bisa dibilang sosok yang sangat inspiratif dalam pekerjaan digital. Dan bisa menjadi panutan bagi generasi alpha.

Perkenalan saya dengan Kak Al, pertama kali adalah saat Blogger Perempuan mengadakan acara ‘Blog Coaching Clinic’ di Surabaya. Saat itu, Kak Al hadir bersama pengurus Blogger Perempuan lainnya.

Baca Juga : Perempuan Berdaya, dari Rumah untuk Dunia

Acara tahun 2017 lalu menjadi titik penting dalam perjalanan blogger saya saat ini. Kak Al memberikan inspirasi kepada saya untuk membuat blog TLD dan memulai langkah menjadi blogger profesional.

Kak Al adalah blogger asal Aceh. Sepak terjangnya di dunia digital sudah tidak diragukan lagi. Tak hanya menulis blog, Kak Al pun  sering membagikan inspirasi dalam berbagai kelas.

Kepiawaiannya di dunia digital membuat Kak Al didapuk sebagai salah satu narasumber literasi digital di acara Program Nasional Literasi Digitalnya Kominfo, sejak 2021 hingga saat ini.

Kak Al juga tak ragu membantu sesama rekan content creator untuk terus berkembang. Kak Al membuat beberapa grup support yang membantu content creator terus berkembang, diantaranya :

⏹️ Blogging Happy Family
⏹️ Tiktok Happy Family
⏹️ Insta Happy Family
⏹️ Youtube Happy Family

Dari Kak Al, saya belajar bahwa di era digital tak hanya membutuhkan bahwa kesuksesan di era digital, bergantung dari tingkat literasi digital yang kita miliki.

Anak-anak generasi alpha bisa belajar dari Kak Al. Bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Sekian cerita saya tentang 8 pekerjaan digital yang dibutuhkan di masa depan, yang cocok dengan generasi alpha. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi teman-teman dalam membersamai buah hatinya yang merupakan generasi alpha.

Jika teman-teman tahu jenis pekerjaan digital lainnya yang dibutuhkan di masa depan, boleh lho ditulis di kolom komentar.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore