Pandu 45 : Menemukan Bakat Anak Melalui Ragam Aktivitas
24 responses to “Pandu 45 : Menemukan Bakat Anak Melalui Ragam Aktivitas”
-
Aduuuhhh, bergizi bngt ini workshopnyaa
Seneng kalo mba Dian sering share artikel kayak gini. -
Bener bgt… Kl kita terapkan, selain tambah dekat dengan anak, juga jd tau bakat anak
Keren workshopnyaa -
Untuk mengetahui bakat anak memang orang tua harus mau terlibat langsung dengan mereka. Dengan observasi dan beraktivitas bersama jadi lebih mudah memetakan minat mereka dan bagaimana mengarahkan serta mengembangkannya. Makasih sharingnya, Mbak Dian.
-
Wah, IPers sejati nih. AKu juga pengen banget belajar pandu 45, kemarin waktu kelas martk baru disentil sedikit.
-
Terima kasih sharing nya mbak Dian, harus di ikuti ini step nya satu persatu. Workshop pandu 45 sangat bermanfaat sekali untuk kami orang tua.
-
Walaupun belum jadi orang tua, kayaknya aku perlu banget tahu info-info seperti ini
Thanks for sharing mbak
-
Ilmu yang penting untuk orangtua ini mba. Karena anak-anak itu tetap perlu arahan, walaupun mereka ngaku minatnya dibidang ini, ternyata itu pengaruh hobi sesaat saja. Kan berabe ya kalau kita orangtua iyain aja.
-
Ya Allah.. mba Dian, ini acara IIP bukan?
Soalnya dulu saya taunya mba mba septi dan mas Dodik itu dari IIP. Dulu di Medan sempat ikut tahun 2012. Kemudian karena saya dulu gak pernah bisa ikut kopdar, jadi gak pernah ngikuti lagi .. -
Mencari tau bakat anak memang gak bisa dnegan proses instan, ya. Harus konsisten dan sabar ketika mencarinya. Tetapi, semua demi kebaikan anak
-
Nah, penting banget buat kita orang tua untuk tidak membandingkan ana dengan anak lainnya. Karena setiap anak itu unik, dengan segala potensi dan kelebihan mereka yang berbeda-beda.
-
Hak seperti ini pastinya juga sudah bisa dimulai dari usia dini ya, Mbak?
Cuma kadang agak merasa bersalah kalau anak kecil terlalu dikasih banyak kegiatan.
Informasi seperti ini penting sekali buat saya yg tahap belajar jadi orang tua
-
Anak anak saya Sekolah di Taruna Bakti Bandung mendapatkan bakatnya setelah ikut problem solving
Ada yang menemukan bakat music, Keramik dst -
Wahhh ajak-ajak donk kak kalo ada workshop seperti ini lagi. Informatif dan inspiratif banget. Aku baca ini membuka pengetahian baru nemuin bakat anak-anakku yang kebetulan masih pada kecil. Thank ypu sharingnya. Nice artikel.
-
Orang tua harus tumbuh bersama anak. Itu intinya ya mba. Gak cuma menaruh harapan saja, tapi mencapai harapan itu bersama mereka. Idola saya nih Bu Septi. Suka sama nasihat-nasihatnya.
-
makasih sahringnya, ortu bisa memantau apa yg disukai anak ya
-
Keren nih Bapa Dodik n Bu Sepatu memang panutan banget soal mendidik anak..bs banyak belajar dr beliau asyik banget tuh…
-
Dapet info workshop Pandu 45 ini dimana yaaaa mb? Bisikin dongg di IG. Tertarik banget buat tau secara keilmuannya
-
Mbak. How can we access Pandu45 ini? Apa ada training atau workshop rutinnya? Atau buku panduannya? I'd like to know more.
-
ternyata ada 8 grup bakat toh. yap tahunya jg saat ajak anak main dan ngobrol.. gali lagi ah bakat zril
-
Ini bagus banget ya mbak.terkadang kita orang tua tergoda untuk "memaksakan" cita2 kita ke anak2. Anak2 juga gak berani untuk menolak. Kalau grow together jadi orang tua dan anak sama2 melalui dan berjuang bersama
-
Workshop seperti ini nih yang pengen banget saya ikuti, apalagi pematerinya ibu Septi dan suaminya. Pasti banyak ilmu yang didapat ya Mbak, dan setidaknya peserta dari workshop ini bisa lebih dengan mudah mengenali bakat anak lewat pandu 45 ini.
-
Pengalaman yang memberikan manfaat banyak dengan ikut workshop Ibu Peni ya mba. Ibu muda sekarang beruntung ada banyak workshop yang bisa diikuti untuk belajar mengenali bakat anak. Kalo dahulu, aku belajar nya dari majalah parenting dan bertanya langsung pada anak-anak
-
Setuju, jadi orang tua itu harus open minded dan juga mau tumbuh bersama dan membersamai anak tumbuh dan belajar bersama..pasti seru banget ya kemarin kegiatannya…
-
Aku setuju bahwa sebagai orangtua kita semestinya bisa fokus pada kekuatan anak. Kedua anakku punya kekuatan di memori. Itu sebabnya aku nggak terlalu memaksa mereka punya nilai tinggi di matematika. Sebaliknya, aku bisa protes saat mereka menurun prestasinya di hapalan. Kalau nilainya turun, artinya mereka menurun juga belajarnya.
Dulu aku termasuk tipe orangtua yang suka menitipkan impian masa lalu yang gagal itu kepada mereka. Semakin banyak belajar, aku mengerti bahwa mereka bukan aku.











Leave a Reply