Menjadi working mom tentu memiliki tantangan tersendiri. Tak hanya disibukkan dengan urusan pekerjaan, tetapi juga tetap harus mengatur urusan rumah tangga.
Beban ganda ini seringkali dianggap sebagai penyebab working mom rentan mengalami burnout.
Hmm benarkah demikian? Apa sih sebenarnya penyebab working mom rentan mengalami burnout? Lalu bagaimana untuk mengatasinya? Bisakah diatasi dengan self healing?
Baca terus artikel ini, ya!
80% Working Mom Rentan Burnout, Benarkah?

Setiap hari, working mom bangun lebih awal. Membuat sarapan untuk keluarga dan melakukan pekerjaan domestik lainnya. Setelah itu, melanjutkan perjalanan ke kantor. Tenggelam dengan pekerjaan hingga sore hari.
Bahkan setelah pulang kerja, kembali lagi mengurusi pekerjaan rumah. Belum lagi harus menemani anak belajar. Semua kesibukan ini sering membuat ibu kehabisan waktu. Ibu bahkan tidak punya waktu untuk dirinya sendiri.
Setiap hari ibu dituntut untuk bisa menyeimbangkan dua perannya. Berkarir tanpa melupakan tanggung jawab domestiknya. Ini yang akhirnya membuat working mom mengalami burnout.
Sebagaimana riset yang dilakukan oleh Gallup pada tahun 2025 lalu. Riset tersebut memaparkan bahwa 81% ibu bekerja menghadapi kelelahan (burnout) saat mencoba menyeimbangkan karir dan urusan rumah tangga.
Burnout Bukan Sekadar Capek Biasa
Setiap individu yang melakukan pekerjaan pasti mengalami kelelahan. Tapi, burnout yang dialami oleh working mom ini bukanlah sekadar capek biasa.
Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional yang sangat berat akibat stres kronis atau tekanan berkepanjangan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan.
Orang-orang yang mengalami burnout biasanya merasakan kelelahan yang tak ada ujungnya. Rasanya, energi terkuras terus menerus meski sudah beristirahat.
Tak hanya itu, orang yang mengalami burnout juga bisa kehilangan kepedulian, merasa apatis, atau bersikap sinis terhadap pekerjaan dan lingkungan sekitar.
Baca Juga : Bagaimana Ibu Homeschooler Mengelola Waktu?
Ujungnya, prestasinya menurun. Sebab, merasa diri tidak berharga, tidak produktif, dan kehilangan motivasi atau minat dalam menjalani aktivitas.
Burnout berbeda dengan capek biasanya. Bedanya dengan capek biasa, rasa lelah akibat burnout tidak hilang sekadar dengan tidur atau libur akhir pekan.
Mengapa Working Mom Rentan Burnout?
Burnout yang dialami oleh working mom tentu tidak terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ini akibat akumulasi kelelahan dan tekanan sosial di masyarakat.
Menjadi working mom atau ibu bekerja membuat perempuan memiliki beban ganda. Ibu bekerja dituntut untuk bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Di kantor, harus bersungguh-sungguh melakukan semua tanggung jawab. Belum lagi harus bersaing untuk upskilling untuk naik jenjang karier.
Sementara itu, di rumah harus menjamin bahwa kebutuhan keluarga terpenuhi. Anak-anak bisa tetap makan makanan bergizi untuk tumbuh kembangnya. Menjamin anak-anak tetap berprestasi. Rumah yang bersih dan nyaman. Belum lagi bagaimana tetap menjaga hubungan yang hangat dengan pasangan.
Baca Juga : Liz Setiaatmadja, Womenpreneur Indonesia yang Suka Menolong Sesama
Begitu banyaknya tanggung jawab yang dipikul oleh working mom, membuat waktu istirahat semakin berkurang. Tak ada lagi kemewahan tidur 8 jam sehari. Istirahat sebentar pun tak bisa. Apalagi waktu untuk diri sendiri. Sudah tak ada lagi.
Belum lagi tekanan ekspektasi sosial yang tinggi juga turut berkontribusi besar. Banyak ibu bekerja merasa harus selalu tampil sempurna dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari karier hingga mengurus anak dan rumah. Hal ini menciptakan beban psikologis yang luar biasa, seolah tidak ada ruang untuk kesalahan.
Kelelahan dan tak ada waktu untuk diri sendiri inilah yang membuat ibu bekerja mengalami kelelahan yang tak berujung. Ibu yang terlalu sibuk seringkali kesulitan meluangkan waktu untuk merawat dirinya sendiri, sehingga kelelahan emosional terus menumpuk. Tanpa jeda yang cukup, energi fisik dan mental akan terkuras habis.
Ditambah lagi jika dukungan yang minim dari pasangan atau keluarga besar, ini akan memperparah kondisi. Tanpa bantuan yang berarti, ibu harus menjalankan semuanya sendiri, meningkatkan risiko kelelahan. Perasaan bersalah karena perhatian yang terbagi antara pekerjaan dan keluarga juga sering menghantui, menambah beban pikiran.
Lakukan 5 Self Healing Ini untuk Mengatasi Burnout
Burnout pada ibu bekerja ini tentu tidak bisa dibiarkan. Selain bisa mengganggu karier, tentu juga berdampak pada kesehatan mental ibu.
Untuk mengatasi burnout, working mom perlu melakukan self healing.
Self healing atau pemulihan mental bagi ibu bekerja bisa dilakukan secara sederhana tanpa harus menunggu waktu libur panjang atau biaya mahal.
Berikut lima self healing yang bisa dilakukan oleh working mom untuk mengatasi burnout.
Hening sejenak

Berikan waktu sejenak untuk menyendiri selepas pulang kerja. Hening sejenak selama 15 menit sambil menikmati minuman hangat favorit bisa menjadi self healing bagi working mom.
Lakukan peregangan otot
Duduk berjam-jam di kantor tentu membuat tubuh terasa pegal. Lakukan peregangan otot ringan untuk mengusir rasa pegal di leher dan punggung.
Stretching ringan atau peregangan otot ini bisa membuat peredaran darah jadi lancar. Badan bisa lebih fresh.
Olahraga
Luangkan waktu minimal seminggu sekali untuk berolahraga. Olahraga tak hanya membuat tubuh menjadi bugar, tetapi juga bisa meredakan stres untuk working mom.

Beberapa olahraga yang bisa dipilih untuk self healing antara lain yoga, pilates, berenang, atau jalan santai.
Melakukan hobi
Siapa bilang working mom tidak boleh punya hobi? Working mom justru butuh hobi. Melakukan hobi bisa membuat working mom rileks sejenak.
Baca Juga : Perempuan Berdaya, dari Rumah untuk Dunia
Melakukan hobi atau hal yang disukai bisa meningkatkan hormon kebahagiaan. Tekanan di kantor dan kesibukan domestik bisa terlupakan sejenak.
Berlibur
Ambil cuti bila memungkinkan. Minta izin keluarga untuk bisa melakukan solo travelling. Liburan juga tidak harus ke tempat yang jauh. Keliling kota seharian sambil mencicipi kuliner favorit, juga bisa menjadi agenda berlibur bagi working mom.
Penutup
Menjadi working mom sekaligus ibu rumah tangga memang memiliki tantangan tersendiri. Beban ganda ini tentu tidak mudah dilakukan, namun bukan tidak bisa.
Jangan terlalu keras pada diri. Sediakan waktu untuk melakukan self healing. Agar kesehatan fisik dan mental terjaga.
Kalau menurut teman-teman, apa self healing yang cocok bagi working mom?
Share di kolom komentar, ya!







Leave a Reply