Penggemar drama Korea pasti tidak asing dengan sistem pendidikan di Korea Selatan. Sudah banyak drama yang mengangkat bagaimana kerasnya pendidikan di Korea Selatan. Drama Crash Couse in Romance adalah drama terbaru yang menggambarkan bagaimana Pendidikan di Korea itu sangat kompetitif. Sebelumnya, sudah ada beberapa drama yang menceritakan bagaimana upaya kolektif dari orangtua, anak, dan sekolah demi memastikan sang anak masuk ke universitas ternama. Ini termasuk mendaftar ke bimbingan belajar (bimbel), merekrut tutor privat, membocorkan soal ujian, hingga mencari jatah kursi melalui orang dalam.
Namun, apakah benar pendidikan di Korea Selatan sekeras itu? Yuk, baca sampai habis ya ?.
Mengintip Sistem Pendidikan di Korea Lewat Drakor
Pentingnya pendidikan di Korea
Penggemar drama Korea pasti tahu, sudah banyak drama yang mengangkat kisah sistem Pendidikan di Korea. Bagaimana dalam drama Korea itu digambarkan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting. Pendidikan dianggap sebagai tiket kesuksesan di masa depan. Masa depan keluarga bergantung dari pendidikan yang dienyam anggota keluarga. Ini mengadopsi nilai-nilai konfusionisme.
Semenjak zaman dahulu, Korea Selatan telah sangat menjunjung tinggi pendidikan untuk warga negaranya karena pemerintah pada dinasti Joseon (1392-1910) kala itu menerapkan prinsip konfusianisme. Adapun prinsip konfusianisme adalah suatu sistem ajar etika yang cinta kebajikan, kebenaran, dan penuh tata krama.
Ini membuat sistem pendidikan di Korea menempati posisi terbaik di dunia. Berdasarkan dari Leverage Edu, Korea Selatan menempati posisi ke-17 di dunia untuk negara dengan sistem pendidikan terbaik tahun 2021.
Menurut laporan PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2018 dari OECD, pelajar Korea Selatan mendapat ranking ke-7 diantara 79 negara OECD lainnya untuk kemampuan membacanya, ranking ke-4 untuk kemampuan matematika, dan ranking ke-6 untuk kemampuan sains.
Pencapaian ini sejalan dengan pola pikir masyarakat Korea Selatan yang sangat mementingkan pendidikan untuk anak-anaknya.
Iklim yang kompetitif
Hampir semua drama Korea yang menggambarkan bagaimana sistem pendidikan di Korea, selalu menunjukkan iklim yang kompetitif. Betapa persaingan dalam dunia pendidikan di Korea itu sangat ketat. Bahkan, untuk masuk universitas ternama sejak dini sudah dipersiapakan. Misalnya, dalam drama High Class (2021). Dimana para ibu bersaing memasukkan anak-anaknya di sebuah sekolah dasar elit di Pulau Jeju, agar bisa diterima di universitas ternama.

Sistem pendidikan di Korea Selatan terkenal dengan persaingan yang ketat dengan jam belajar siswa yang panjang. hanya persaingan mencari sekolah ataupun universitas terbaik saja, bahkan untuk mendaftar di Hagwon bergengsi, harus saling berebut. Ini yang diangakat dalam drama Crash Course in Romance. Bagaimana para ibu harus antri dari subuh untuk bisa mendaftar di Akademi Pride dan diajar oleh guru bintang seperti Pak Choi.Â
Setelah belajar di sekolah, siswa belajar di akademi hingga malam. Tak heran jika siswa di Korea memiliki waktu yang sedikit untuk tidur. Dalam sebuah wawancara jalanan dengan Asian Boss, warga Korea secara acak mencatat bahwa tidur selama 6 jam sebagai mahasiswa dianggap tidur banyak. Bahkan, ada ungkapan yang menyatakan bahwa tidur selama 6 jam berarti tidak akan masuk universitas, tetapi tidur selama 4 jam berarti kalian memiliki kesempatan.
Mengenal hagwon

Begitu pentingnya pendidikan di Korea, tak heran jika semua pihak terlibat dalam usaha mengantarkan anak sukses masuk perguruan tinggi. Tak cukup dengan belajar di sekolah saja, siswa-siswa Korea juga harus melanjutkan belajar di Hagwon. Hagwon adalah kata dalam bahasa Korea yang diromanisasi untuk ‘akademi swasta’. Berbeda dengan sekolah swasta, hagwon adalah akademi yang diikuti oleh siswa di luar jam belajar di sekolah.
Baca Juga : Jelajah Cita-Cita, Mengajak Anak Kenali Profesi Sekitar
Hagwon adalah sekolah tambahan setelah sekolah yang berfokus pada keterampilan atau mata pelajaran tertentu seperti matematika atau bahasa Inggris. Siswa semuda usia sekolah dasar menghadiri hagwon ini untuk meningkatkan kemampuan akademis mereka dan memberikan keunggulan kompetitif.
Universitas bergengsi
Pendidikan tinggi adalah hal yang sangat penting di Korea. Para siswa berbondong-bondong mendaftar ke universitas. Korea Selatan adalah salah satu negara dengan pendaftaran pendidikan tertinggi (tertiary enrollment), sebesar 71,5% pada 2021.
Beberapa kampus yang menjadi rebutan di Korea termasuk kelompok ‘SKY’ – Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University – di ibukota Seoul. Ada pula universitas sains papan atas seperti KAIST dan POSTECH.
Adalah kebanggaan tersendiri bagi siswa untuk bisa masuk universitas favorit. Kalua jurusan favorit yang sering diangkat dalam drama adalah kedokteran, hukum, ataupun jurusan seni yang diangkat menjadi cerita drama Penthouse (2020).
Suneung dianggap sebagai ujian terpenting
Tentunya untuk bisa diterima di universitas favorit, para siswa harus mengikuti tes terlebih dahulu. Di Korea, ujian masuk universitas disebut Suneung. Suneung dianggap sebagai ujian terpenting di Korea.
Suneung diselenggarakan secara maraton selama delapan jam setiap bulan November. Ada lima subjek yang diuji yaitu bahasa Korea, Matematika, bahasa Inggris, Sejarah Korea, dan ilmu alam/sosial/vokasi. Selain lima subjek, ada juga peserta ujian yang memiliki ujian tambahan bahasa asing kedua seperti bahasa Mandarin, Jepang, Prancis, dan Arab.
Begitu pentingnya suneung, pemerintah Korea sampai menambah moda transportasi umum, melakukan rekayasa lalu lintas, menghentikan pekerjaan konstruksi, dan mengatur jadwal penerbangan agar tidak terbang di atas sekolah. Kantor-kantor bahkan memundurkan jam masuk kerja untuk memastikan para siswa tidak terjebak macet dan terlambat ikut ujian.
Baca Juga : 4 Tipe Parenting Dalam Drama Crash Course In Romance, Kamu Tipe Yang Mana?
Eforia suneung juga sempat ditampilkan dalam drakor Twenty Five Twenty One (2022) saat Na Hee Do dan Moon Jin Woong akan mengikuti ujian masuk universitas. Dalam adegan tersebut, terlihat teman dan keluarga menyemangati peserta ujian dengan membentangkan spanduk, memberikan minuman, dan hadiah penyemangat. Bagi siswa yang memiliki skor tinggi di suneung, mereka akan berkesempatan kesempatan besar untuk diterima di universitas bergengsi Korea.
Penutup
Itu tadi beberapa hal yang terkait dengan sistem pendidikan di Korea yang bis akita lihat dalam drakor. Meskipun mungkin adegan dalam drama terkadang di dramatisasi, drakor tentang pendidikan ini sellau mendapatkan rating tertinggi dalam penayangannya. Sebab, menggambarkan realitas bahwa begitu kerasnya sistem pendidikan di Korea Selatan.
Bagaimana pendapat teman-teman? Apa pendapat teman-teman tentang kerasnya pendidikan di Korea ini? Yuk, share di kolom komentar.







Leave a Reply