
Peringatan hari pahlawan tahun ini sungguh berbeda. Jika biasanya hari pahlawan diisi dengan pawai teatrikal ataupun iring-iringan karnaval, kini sunyi. Tak ada kemeriahan merayakan hari yang sangat historis ini.
Pandemi COVID – 19 sejak Maret lalu memaksa kita semua untuk saling menjaga jarak. Membatasi aktivitas di luar rumah. Tak hanya work form home, anak-anak pun sudah 8 bulan sekolah dari rumah.
Ini membuat hari pahlawan tak lagi dirayakan sebagaimana biasanya. Seperti hal nya kondisi new normal yang menuntut kita beradaptasi dengan pola kehidupam baru, peringatan hari pahlawan pun beradaptasi. Tahun ini, hari pahlawan dirayakan dengan cara baru!
Sejarah Singkat Hari Pahlawan
Kemarin, 10 November diperingati sebagai hari pahlawan. Peringatan hari pahlawan ini begitu spesial bagi saya yang merupakan arek suroboyo asli. Sejarah hari pahlawan ini tidak bisa dilepaskan dari kota Surabaya.
Kala itu, pasukan sekutu marah besar! Jenderal mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby tewas tertembak peluru dari seorang pemuda Indonesia yang sampai saat ini tidak diketahui identitasnya.
Ini tentu membuat sekutu marah besar. Tentara sekutu mengeluarkan ultimatum bahwa semua rakyat Surabaya harus menyerahkan senjata yang dimiliki. Kalau tidak, Surabaya akan digempur dari darat, laut dan udara.
Lalu bagaimana sikap rakyat Surabaya terhadap ultimatum ini? Pidato Bung Tomo yang sangat heroik, membuat arek suroboyo dengan tegas menolak ultimatum ini. Mereka menantang sekutu! Pecahlah pertempuran 10 November 1945. Sekutu memborbardir Surabaya dari segala arah. Pasukan Surabaya kalah total! Meski begitu keberanian arek-arek suroboyo ini layak diapresiasi. Inilah yang akhirnya membuat 10 November diperingati sebagai hari pahlawan. Dan Surabaya pun dijuluki sebagai kota pahlawan.
Peringatan Hari Pahlawan di Masa Pandemi COVID – 19
Tahun ini meski tak semarak sebagaimana biasanya, peringatan hari pahlawan tetap dilakukan. Sekolah anak-anak punya cara tersendiri untuk memperingati hari pahlwan.
Beberapa kegiatan yang dilakukan sekolah untuk memperingati hari pahlawan antara lain :
1. Lomba Foto Mirip Pahlawan
Tahun ini adalah perayaan hari pahlawan pertama bagi Aluna. Maklum baru tahun ini dia masuk sekolah. Sekolah TK Aluna mengadakan lomba foto mirip pahlawan untuk memperingati hari pahlawan.
Kami pun mendandani Aluna seperti Laksamana Malahayati. Pahlawan perempuan dari Aceh. Keumalahayati adalah nama aslinya. Dia mendapat gelar Laksamana karena keberaniannya memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.
Sengaja memilih Laksamana Malahayati agar menambah pengetahuan anak-anak bahwa banyak pahlawan perempuan yang bisa diteladani. Laksamana Malahayati mungkin tak setenar R.A Kartini ataupun Cut Nyak Dien, tapi keberaniannya patut dikagumi.
Selain itu, harapannya Aluna bisa meneladani sikap Laksamana Malahayati. Bahwa menjadi perempuan juga bisa berani dan mampu memimpin.
2. Perayaan Hari Pahlawan Secara Virtual
Bagaimana dengan sekolah Chacha? Sekolah Chacha memperingati perayaan hari pahlawan secara virtual. Anak-anak diwajibkan menyaksikan peringatan hari pahlawan dengan aplikasi Zoom.
Beragam acara digelar, mulai dari menyanyikan lagu nasional, pembacaan puisi hingga doa bersama untuk para pahlawan. Ah, rasanya tetap khidmad meski dilakukan secara virtual.
3. Kampanye Twibbon
Ternyata selain menggelar peringatan secara virtual, sekolah Chacha juga memeriahkan hari pahlawan dengan kampanye twibbon. Twibbon memang lagi viral akhir-akhir ini.
Anak-anak diminta memasang fotonya pada twibbon yang dibuat oleh sekolah. Tak ada aturan fotonya seperti apa. Namun kebanyakan teman-teman Chacha mengirim foto menggunakan pakaian profesi. Ada yang jadi tentara, dokter , polisi dan lain-lain.
Melihat ini saya jadi bingung. Maklum pemberitahuan foto twibbon ini mendadak. Setelah anak-anak mengikuti zoom, baru ada kabar ini. Duh, kami belum sempat sewa baju profesi!
Beruntung Chacha bersedia berdandan seperti adiknya juga. Dia ingin foto ala Laksamana Malahayati. Dia bosan kalau tiap hari pahlawan pakai baju profesi terus. Dulu di TK dan kelas 1 selalu pakai baju profesi buat pawai hari pahlawan.
Tahun ini dia mau yang beda. Mau jadi pahlawan kemerdekaan. Alhamdulillah, kami tak perlu repot-repot cari baju profesi.
Makna Memperingati Hari Pahlawan
Peringatan hari pahlawan bagi anak-anak bukanlah untuk seremonial saja. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari peringatan tahunan ini.
Di hari pahlawan anak-anak bisa dikenalkan pada pahlawan-pahlawan yang sudah berjuang untuk bangsanya. Sebagaimana kami mengenalkan anak-anak pada Laksamana Malahayati.
Selain untuk mengenang jasa pahlawan, peringatan hari pahlawan juga bisa menjadi momentum bagi anak-anak untuk meneladani sikap para pahlawan. Meladani keberanian dan jiwa rela berkorban para pahlawan tentu akan membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mulia.
Terakhir, tentunya peringatan hari pahlawan ini diharapkan mampu memupuk rasa nasionalisme anak-anak. Agar kelak mereka bisa menjadi pahlawan bagi bangsanya, berperan aktif bagi kemajuan bangsa.
Ternyata, pandemi COVID-19 tidak menjadi penghalang peringatan hari pahlawan. Perayaan tetap bisa dilakukan dengan khidmad meski secara virtual.
Sekian cerita tentang peringatan hari pahlawan tahun ini Bagaimana dengan teman-teman, adakah cerita menarik tentang perayaan hari pahlawan tahun ini? Ceritakan di kolom komentar ya….









Leave a Reply