
Tips Menulis Bagi Ibu Rumah Tangga – Tulisan ini saya persembahkan sebagai kado ulang tahun Ibu Profesional Sidoarjo Mojokerto (IP Sidomojo). Nanti siang saya akan berbagi dalam acara Live IG bersama Rumah Belajar Literasi IP Sidomojo. Saya akan berbagi tips menulis untuk ibu rumah tangga.

Mengapa Menulis
Sebelum berbagi tips menulis, saya ingin bercerita dulu mengapa saya dan ibu rumah tangga yang lain harus menulis. Sebenarnya semua ibu rumah tangga itu perlu menulis, bukan hanya bagi mereka yang suka menulis saja. Menulis menjadi sebuah kegiatan yang banyak memberikan manfaat bagi ibu rumah tangga.
Perempuan bicara 20 ribu kata setiap hari
Berdasarkan penelitian, perempuan itu lebih banyak bicara daripada laki-laki. Setiap hari perempuan bisa mengeluarkan 20 ribu kata. Kalau tidak dipenuhi, bahkan bisa mengganggu secara psikologi lho. Jadi menulis bisa menjadi salah satu cara perempuan mengeluarkan kata-katanya.
Mengeluarkan emosi secara positif
Menulis bisa membantu kita mengeluarkan emosi secara positif. Setiap hari saya selalu menulis untuk menceritakan perasaan saya hari ini. Biasanya saat malam sebelum tidur. Seperti menulis buku harian. Momen seperti ini membuat saya menjadi lebih tenang, tidur dengan nyenyak. Melepaskan semua penat dan beban seharian. Writing is healing.
Menemukan kepuasan batin
Bagi orang yang suka menulis, saat berhasil membuat tulisan pasti akan ada perasan bahagia. Puas sudah menyalurkan ide. Saya selalu bahagia jika bisa menulis sebuah artikel, apalagi jika artikel tersebut bisa bermafaat bagi orang lain. Ada kepuasan batin tersendiri.

Me time
Bagi saya menulis itu me time. Saya senang bisa menghabiskan waktu untuk menulis. Me time dengan menulis seperti recharge energi bagi saya. Setelah menulis saya bahagia!
Sarana mendapat penghasilan
Sejak memutuskan mundur dari pekerjaan kantoran, menulis menjadi sumber penghasilan bagi saya. Menulis membuat saya bisa tetap berkarya dan menghasilkan pundi-pundi sambil mengasuh anak-anak di rumah.
Banyak peluang pekerjaan kepenulisan yang sudah saya coba. Mulai dari penulis buku, blogger, influencer, buzzer hingga conten writer. Semuanya saya lakukan dengan memanfaatkan skill menulis saya. Dan memang benar adanya, menulis bisa menjadi sumber penghasilan bagi ibu rumah tangga. Saya sudah membuktikannya.
Bagaimana dengan Pekerjaan Rumah?

Pasti ada yang bertanya, jika saya sedang menulis bagaimana dengan pekerjaan rumah? Anak-anak dengan siapa? Memang benar sebagai ibu rumah tangga dengan anak-anak yang masih kecil, menulis adalah kemewahan tersendiri. Bagaimana ibu rumah tangga bisa menulis ditengah kesibukan mengurus rumah dan anak yang tak ada habisnya.
Tenang, jangan khawatir. Ibu rumah tangga tetap bisa menulis kok. Ini caranya..
Skala prioritas
Pastinya kita harus membuat skala prioritas, seperti prinsip Ibu Profesional “Put First Thing First”. Bagi saya anak dan suami adalah prioritas, maka saya selesaikan dulu urusan mereka baru saya menulis.
Biasanya saya menulis saat pekerjaan domestik selesai. Saat anak-anak melakukan kegiatannya sendiri. Jadi jangan sampai menulis saat masih sibuk memasak ya, nanti masakannya bisa gosong! Atau saat anak masih belum makan, nanti mereka bisa kelaparan karena kita asyik menulis. Hehe…
Pilih yang paling mudah
Agar saya tak kehabisan energi dan waktu mengurusi pekerjaan rumah, saya selalu memilih yang paling mudah. Misalnya, masak ya yang simple saja biar enggak menghabiskan waktu lama di dapur.
Delegasikan
Delegasikan yang bisa di delagasikan. Misalnya, saya punya anak pernah menyetrika baju sejak menikah. Saya selalu menyerahkan urusan setrika baju pada ahlinya : laundry!
Baca Juga : Sukses Menjadi Blogger Profesional
Atau bila memang banyak deadline pekerjaan menulis, saya bahkan mepercayakan kebutuhan makan ke warung sebelah. Biar waktu saya hanya untuk anak dan menulis saja. Tidak habis untuk mengurusi pekerjaan rumah.
Lupakan kesempurnaan
Biar bebas stres jiwa raga, untuk urusan pekerjaan rumah saya selalu melupakan kesempurnaan. Misalnya, yang penting lantai bersih meski hanya disapu enggk perlu ngepel tiap hari. Hehe iya lho, saya mengepel rumah itu seminggu sekali, kecuali emang lagi kotor banget. Dengan begitu saya lebih rileks, dan tidak habis banyak waktu dan tenaga. Setuju?
Team work
Team work itu penting. Jangan jadi supermom, jangan mengurus semuanya sendiri. Minta bantuan pada semua anggota keluarga. Misalnya, anak-anak harus bisa merapikan mainannya sendiri atau bisa meminta bantuan suami menjaga anak-anak saat kita butuh waktu untuk memulis.
Waktu untuk Menulis

Bagi saya dini hari adalah waktu terbaik saya untuk memulis. Saat itu rumah dalam keadaan tenang, saya tak harus mengurus anak dan suami karena mereka sedang tidur. Saat menulis di jam 03.00-05.00 saya lebih produktif menulis.
Selain itu saya juga membuat jam kerja sendiri. Saya punya pekerjaan tetap sebagai conten writer sebuah edutech, tiap bulan rata-rata saya menulis 20 artikel. Jadi saya punya pekerjaan, makanya saya atur jam kerja. Biasanya jam kerja saya adalah pukul 09.00-12.00. Saat itu saya ada di ruang kerja, dan tidak mau diganggu. Beruntung anak-anak sudah paham. Jadi saat saya berkerja mereka menghabiskan waktu sendiri. Si sulung bahkan membantu menjaga adiknya.
Menulis Dimana Saja

Saya selalu menulis dimana saja. Dimana ada kesempatan. Makanya saat keluar rumah selalu bawa notes dan pulpen. Pas nunggu pesanan makanan di cafe, saya bisa menulis.
Notes juga penting sebagai bank ide. Kadang ide muncul tiba-tiba, jangan dibiarkan. Langsung tangkap dan tulis di notes. Nanti saat waktunya menulis, ide tersebut bisa kita kembangkan.
Tips Menulis

Oke, lalu apa sih tips nya agar ibu rumah tangga bisa menulis? Bagaimana ibu rumah tangga bisa rutin memuliskan perasaannya setiap hari, syukur-syukur bisa berpenghasilan lewat menulis.
Sediakan waktu
Tips pertama menulis bagi ibu rumah tangga adalah sediakan waktu. Jangan menyisakan waktu untuk menulis. Tapi memang sudah alokasikan waktu. Tak perlu lama-lama, 30 menit saja cukup. Asalkan rutin dan konsisten.
Tulis topik yang dikuasai
Tulis apa saja yang ingin ditulis. Pilih topik yang dikuasai. Misalnya saya, sebagai ibu tentu cerita membersamai menjadi topik tulisan. Saya bisa menulis catatan harian anak-anak. Ini tak hanya menyalurkan hobi menulis saja, tapi bisa jadi rekam jejak portofolio anak-anak.
Siapa sangka kumpulan cerita kegiatan anak-anak yang saya tulis bisa menghasilkan sebuah buku. Buku solo pertama saya berjudul “Ibuku adalah Sekolah Terbaiku”, adalah kumpulan cerita harian saya dalam membersamai anak-anak. Buku ini memdapatkan sambutan yang luar biasa. Naik cetak hingga empat kali dan terjual hampir 4000 eksemplar. Alhmdulillah.

Jadi, jangan bingung mau nulis apa. Tulis saja apa yang kita kuasai. Cerita tentang anak-anak atau bisa juga berbagi resep buat yang jago di dapur.
Belanja ide
Agar bisa produktif menulis, jangan lupa belaja ide. Kumpulkan banyak ide menulis dari mana saja. Bisa dari membaca buku, blogwalking atau menonton film. Belanja ide seperti ini bisa mengasah kemampuan menulis juga. Penulis juga perlu membaca tulisan orang lain.
Buat outline
Jangan lupa, sebelum menulis buatlah outline. Outline ini akan membantu kita mengembangkan tulisan. Membantu agar tulisan bisa tetap ontrack. Bagi saya, outline membuat saya menulis lebih efisien.
Reward untuk diri sendiri
Apresiasi diri sendiri itu penting lho. Ini bisa menjadi semangat untuk menjadi lebih baik lagi. Misalnya, saya yang selalu menghadiahi diri sendiri dengan menonton satu episode drama Korea setiap selesai menulis. Ini membuat saya bahagia, saya pun bisa menulis lagi keesokan harinya. Jadi semangat menulis.
Agar Konsisten Menulis

Terakhir, saya ingin berbagi tips agar konsisten menulis. Ya, buat apa bisa menulis kalau tidak konsiten. Menulis itu mudah, yang sulit adalah menjaga semangat agar tetap terus menulis.
Ikut ODOP
Mengikuti tantangan one day one post (ODOP) menjadi salah satu cara bagi saya untuk merawat konsitensi menulis. Sudah hampir empat tahu saya ikut ODOP yang digelar oleh KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional). Ini terbukti membuat saya konsisten menulis setiap harinya.
Baca Juga : Serunya Belajar Freea Writing Fiksi Bersama Rijo Tobing
Ini juga yang mendorong saya membuat program ODOP di Rumbel Literasi IP Sidomojo. Harapannya teman-teman bisa konsiten memulis. Dengan menulis setiap hari, skill menulis akan semakin terasah. Tak perlu tulisan yang panjang, minimal 300 kata setiap hari sudah cukup.
Bergabung dengan komunitas
Bergabung dengan komunitas penulisan akan membuat kita konsiten memulis. Ada banyak teman yang saling menyemangati. Selain KLIP dan Rumbel Literasi, saya juga bergabung dengan beberapa komunitas menulis. Ada IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis), Drakor Class, Emak Blogger, ISB Community, Nderes Literasi, Bligger Permpuan dab BLITZ. Semua komunitas tersebut tak hanya membantu saya konsisten menulis, tapi juga belajar banyak segala hal tentang kepenulisan dan membangun networking.
Miliki target
Jangan lupa buat target, apa pencapaian yang ingin diraih. Mulai dari yang sederhana saja, misalnya satu bulan mau nulis 10 artikel. Atau bisa juga buat yang memang hobi menulis bisa pasang target, satu tahun satu buku.
Target ini yang akan mengingatkan kita untuk terus konsiten menulis. Menjadi strong why, kenapa harus menulis.
Jadi, masih bingung mau menulis apa? Nulis saja dulu yuk. Lainnya bisa sambil belajar.






Leave a Reply