7 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Dokter Spesialis Anak untuk Si Kecil

Share This Post

Saat menjadi ibu baru, saya merasa ada banyak hal yang tidak saya ketahui. Mulai dari bagaimana menyusui bayi, merawat bayi, hingga bagaimana memilih dokter spesialis anak yang tepat jika si kecil sakit. 

Memilih dokter spesialis anak tidak bisa sembarangan, sih. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Saya juga mencari rekomendasi dokter spesialis anak dari beberapa teman yang lebih berpengalaman. 

Beruntung, saya bisa menemukan dokter spesialis anak yang cocok. Mulai bayi hingga kini si sulung berusia 10 tahun, dokternya masih tetap. Adiknya pun cocok dengan dokter tersebut. Alhamdulillah, nggak bingung lagi untuk mencari dokter spesialis anak. 

Hmm, memangnya apa saja sih yang harus diperhatikan dalam memilih dokter spesialis anak? 

Yuk, simak 7 hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih dokter spesialis anak untuk si kecil. 

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Dokter Spesialis Anak untuk Si Kecil

Pro ASI (Air Susu Ibu) 

Dokter spesialis anak yang pro ASI adalah hal penting pertama yang saya lihat. Mengapa? Salah satu kunci keberhasilan menyusui adalah mendapatkan dukungan dari orang sekitar, termasuk dari tenaga kesehatan. 

Baca Juga : Pekan ASI Sedunia 2021 : Perlindungan Menyusui Tanggung Jawab Bersama

Dokter yang pro ASI tentu akan mendukung kita untuk tetap memberikan ASI pada si kecil hingga usia 2 tahun. 

Ciri khusus untuk mengetahui apakah dokter spesialis anak ini pro ASI adalah dengan mencari dokter anak yang juga merupakan seorang konselor menyusui. Sudah ada banyak dokter anak yang juga bersertifikasi sebagai konselor menyusui. Bahkan beberapa diantaranya sudah mengantongi gelar IBCLC (International Board of Lactation Consultant), gelar konselor menyusui internasional. 

Pro RUM (Rational Use of Medicine)

Dokter anak yang pro RUM akan memberikan obat sesuai kebutuhan pasiennya. Biasanya jika anak sakit, dokter anak akan menyarankan untuk home treatment terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran dokter) sehingga meminimalisir penggunaan obat jika belum terlalu diperlukan. 

Baca Juga : Atasi Perut Kembung Pada Anak Saat Puasa Dengan Antangin

Selain itu, dokter anak pro RUM, akan jarang memberikan antibiotik selama tidak benar-benar perlu. 

Komunikatif dan Informatif

Sangat perlu bertemu dokter spesialis anak yang komunikatif dan informatif. Dengan begitu, dokter akan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh pasien. Juga akan memberikan informasi seputar kesehatan anak yang relevan sesuai kondisi pasien. 

Ramah Anak

Dokter spesialis anak yang baik tentu yang ramah pada anak. Dokter yang bisa menenangkan pasiennya. Sabar dan senyum saat menghadapi si kecil yang sedang rewel. 

Kalau dokternya ramah, si kecil tak akan takut saat diperiksa. Dia juga akan nyaman. 

Lokasi

Jangan lupa untuk mempertimbangkan lokasi saat memilih dokter spesialis anak. Akan semakin baik jika bisa memilih dokter anak yang dekat dengan tempat tinggal kita. 

Baca Juga : Ada Benjolan di Leherku

Tujuannya, jika anak sakit, maka bisa segera ditangani. Tak harus menempuh perjalanan jauh terlebih dahulu. 

Sistem Pendaftaran

Memilih dokter anak yang mudah sistem pendaftarannya tentu akan sangat membantu. Saya akan lebih suka dokter yang bisa mendaftar secara online terlebih dahulu, ketimbang mengambil nomor antrian secara langsung di tempat praktik. 

Harga

Meskipun sebagai orang tua kita ingin memberikan yang terbaik bagi anak, tetap sesuaikan dengan kemampuan kita. Pilih dokter spesialis anak dengan harga sesuai kemampuan. Agar kita tak kesulitan dalam membayar biaya layanannya. 

Penutup

Nah, itu tadi tujuh hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih dokter spesialis anak. Semoga tips ini bisa membantu teman-teman semua dalam memilih dokter spesialis anak untuk si kecil. 

Baca Juga : Posyandu Fair ; Bersama Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi

Kalau ada punya tips lain atau ingin membagikan cerita tentang memilih dokter spesialis anak, boleh ditulis di kolom komentar, ya! 

Terima kasih. 

12 Responses

  1. Pengalamanya waktu anak masih dua tahunan, sakit dibawa ke dokter anak, ya ampun, itu dokter ga ada ramah anaknya sama sekali lho…. Entah merasa udah jadi dokter anak senior kali ya
    Sungguh ga ada nyaman nyamannya itu mah bagi anak saya…
    Dan sebagai ortu saya pun merasa kurang nyaman juga. Sejak itu gak lagi betobayke sana. Padahal di kota kabupaten tempat saya tinggal dokter anak itu terkenal. Mungkin karena ga ada lagi, hehehe

  2. MasyaAllah bener bangett, ini tuh kayak milih jodoh, susah susah gampang. Alhamdulillaah dari bayi, DSA nya anakku udahh cocok sama kami sekeluarga.. alhamdulillaah banget deh, pro ASI juga >.<

  3. Lengkap infonya ya, Mbak. Kita memang perlu dokter spesialis yang handal, tanpa mengabaikan pertimbangan ekonomi. Tak lupa perhatikan juga kenyamanan si kecil saat berkomunikasi dengan dokternya.

  4. Setuju ada hal penting yang harus diperhatikan saat pilih dokter anak..dan aku mengalami sendiri, anak pertama dokter anaknya kalau ngasih obat tuh segambreng. Ndilalah pas lahiran anak kedua dokter anaknya dapat dari RS tuh yang berbeda. Senengnya yang ini pro RUM, jadi kadang cuma di fisioterapi (anakku ada asma dua-duanya), ga dikasih antibiotik seperti dokter lainnya

  5. Betul banget Mbak. Mencari dokter spesialis untuk anak itu memang perlu ekstra usaha. Tanya sana sini, bahkan sampai mencoba langsung konsultasi dengan yang bersangkutan. Saya pun dulu sempat gonta-ganti dokter ketika anak pertama masih kecil. Sampai akhirnya dipertemukan dengan beberapa dokter yang menjadi andalan saya untuk anak-anak hingga sekarang.

  6. Ih jadi salfok deh, memang ada gitu Mba dokter yang ngga pro ASI?? Bukankah ASI itu udah jadi hal wajib dan standar yang harus DSA sampaikan ke ibu ya??
    Memang sih ya milih dokter itu hampir mirip milih jodoh juga, usahanya harus ekstra hihihi.

  7. Sejak memiliki anak saya juga selalu selektif mempertimbangkan dokter spesialis yang sangat cocok dengan kita. Penting sekali ya mb mengetahui kriteria seorang dokter spesialis anak ini.

  8. Bring back ma memories banget, Di..
    Rasanya memang pas anak sakit, inginnya semua nakes yang terbaik agar anak segera bisa melepaskan semua kesakitannya dan kembali bugar. Tapi kalau baru pertama, semoga bisa memperhatikan point-point di atas, agar semua berjalan sesuai harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Tips

7 Inspirasi Tukar Kado Saat Lebaran

Lebaran sebentar lagi. Sudahkah menyiapkan kado untuk yang tersayang? Ya, hari raya termasuk lebaran akan semakin meriah dengan tradisi tukar kado. Biasanya tradisi tukar kado

Cerita Bunda

Terima Kasih, Diriku

Wah, nggak terasa sudah masuk hari terakhir KEB Berbagi Cerita. Sepekan sudah berbagi cerita Ramadan bersama KEB (Kumpulan Emak Emak Blogger).  Hari terakhir temanya kok