Gerakan Adopsi Hutan – Sebelum tidur, saya selalu membacakan buku kepada anak-anak. Kali ini buku yang kami baca judulnya “Spesies Apa yang Terancam Punah”. Cerita dalam buku ini sangat menarik. Setelah membaca buku, kami terlibat obrolan panjang, anak-anak ingin tahu mengapa hewan dan tumbuhan terancam punah. Apa yang terjadi bila hewan dan tumbuhan punah. Dan bagaimana bisa melindungi hewan dan tumbuhan. Hingga mereka juga tertarik dengan gerakan adopsi hutan.
![]() |
| Membaca buku sebelum tidur | Dokpri |
Hutan dan Kehidupan
Anak-anak ingin tahu, kenapa hewan dan tumbuhan bisa punah. Saya pun mulai bercerita. Saya awali dengan bercerita tentang hutan.
Selama ini anak-anak mengenal hutan sebagai tempat dimana banyak pohon-pohon tumbuh. Hutan juga menjadi tempat bagi banyak hewan.
Saya menceritakan kepada anak-anak bahwa hutan bukan hanya tempat tinggal bagi tumbuhan dan hewan saja. Hutan adalah sumber kehidupan. Hutan membantu kelangsungan hidup manusia.
Dari hutan manusia bisa mendapat sumber pangan yang beranekaragam. Hutan juga menyediakan beragam tanaman obat yang berkhasiat. Hutan pula yang membantu menyediakan udara dan air bersih bagi kehidupan manusia.
Bahkan hutan juga memberikan perlindungan bagi manusia dari beragam bencana. Hutan mencegah terjadinya beragam bencana seperti banjir, erosi hingga tanah longsor.
Begitu besarnya peran hutan bagi kehidupan. Tanpa hutan, kehidupan tidak pernah ada. Jadi, tentu sangat penting bagi kita semua untuk melestarikan hutan.
Dampak Kerusakan Hutan
Hutan sebagai sumber kehidupan tentu harus dijaga dengan baik. Namun sayangnya, beragam aktivitas manusia seperti penebangan liar, pembukaan lahan, pemburuan liar dan lain sebagainya membuat hutan menjadi rusak.
Kerusakan hutan ini nanti juga akan merugikan manusia sendiri. Selain kehilangan sumber pangan dan terancam krisis air serta udara bersih, masih banyak dampak negatif dari kerusakan hutan.
Pertama, adanya perubahan iklim. Perubahan iklim terjadi ketika hutan tak lagi mampu menyerap gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Suhu bumi meningkat, perubahan iklim yang ekstrim akan terjadi.
Kedua, kerusakan hutan juga menyebabkan tumbuhan dan hewan punah. Menurut National Geographic, sekitar 70% tumbuhan dan hewan hidup di hutan. Kerusakan hutan akan mengancam habitat mereka, hingga akhirnya mereka menjadi punah.
Ketiga, terganggunya siklus air. Hutan yang terdiri dari banyak pepohonan memiliki peran penting dalam siklus air. Bila tak lagi ada pohon di hutan, maka siklus air menjadi terganggu. Curah hujan akan semakin sedikit.
Keempat, kerugian ekonomi. Hutan menjadi sumber ekonomi. Banyak masyarakat menggantungkan hidupnya dari hutan. Kerusakan hutan akan membuat banyak orang kehilangan penghasilan.
Kelima, mempengaruhi kualitas hidup. Hutan yang rusak akan membuat kita kesulitan mendapatkan udara dan air bersih. Tentu ini bisa mempemgaruhi kualitas hidup kita. Kesehatan kita pun terancam.
Upaya Pelestarian Hutan
Setelah tahu banyaknya dampak negatif dari kerusakan hutan, tentu kita menjadi semakin sadar untuk melestarikan hutan. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ikut serta melestarikan hutan.
Mulai dari tidak menebang pohon sembarangan, menjaga kebersihan hutan dari sampah, ikut serta menanam pohon hingga berdonasi untuk program pelestarian hutan.
Gerakan Adopsi Hutan
Saya pun bercerita tentang gerakan adopsi hutan. Ya, adopsi hutan ini menjadi salah satu upaya dalam menjaga kelestarian hutan. Adopsi hutan adalah program yang bertujuan menggalang donasi untuk upaya pelestarian hutan. Gerakan ini diluncurkan tepat pada perayaan Hari Hutan Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2020.
Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong menjaga hutan yang masih ada, mulai dari pohon tegaknya, hewannya, flora eksotisnya, serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapapun di mana pun bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya.
Cara berpartisipasi dalam gerakan adopsi hutan ini sangat mudah. Kita bisa berdonasi melalui platform kitabisa.com. Link donasi juga bisa kita dapatkan via laman situs harihutan.id. Klik menu Adopsi Hutan. Nanti kita bisa memilih nominal donasi dan metode pembayarannya.
Semua dana yang terkumpul dalam donasi ini, akan disumbangkan kepada lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pelestarian hutan.
![]() |
| Si Kecil Memberikan Uang Tabungannya | dokpri |
Si kecil antusias mendengar cerita saya tentang gerakan adopsi hutan ini. Kemudian, dia pun memberikan celengannya. Katanya, sebagian uang dalam celengannya ini mau ia sumbangkan untuk gerakan adopsi hutan. Ah, saya pun terharu. Meski jumlah uang yang disumbangkan tidak besar, saya senang. Ternyata si kecil sudah peduli dengan hutan. Dia ingin menjaga hutan, karena dia tahu bahwa hutan sangat penting untuk kehidupan.












Leave a Reply